PURWOREJO, Acara tasyakuran 60 tahun SMPN 2 Purworejo dirangkai dengan sarasehan bertema Pemanfaatan Generatif Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan). Digelar di selasar SMPN 2, acara pada Sabtu (5/9/2026) tersebut dihadiri berbagai unsur.
Mulai dari Kadisdikbud Yudhie Agung Prihatno, Koordinator Pengawas SMP Sunaryo, Ketua MKKS SMP, Sutarto beserta mantan kepala SMPN 2, Ketua Komite Pram Prasetyo Ahmad beserta pengurus, Ketua Alumni “Kejora” Hermawan Wahyu Utomo, serta Kejora 82 yang sekaligus mengadakan reuni di hari tersebut.
Pemateri sarasehan pun tak kalah seru karena merupakan Kejora 2015 yang kini menjadi seorang akademisi, peneliti, dan pengajar ilmu komputer di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, yakni Viga Laksa Hardjanto. Viga tercatat meraih IPK sempurna (4.00) pada Program Magister Ilmu Komputer UGM, sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan tercepat.
Viga menuturkan, materi yang disampaikan mencakup hal yang sedang banyak dibahas yakni generatif AI. Yakni terkait teknologi yang sekarang dikembangkan, termasuk peluang serta etika penggunaannya.
“Karena sebenarnya ada istilahnya tata cara penggunaan AI. Sama seperti ketika kita pakai kulkas, pakai printer, itu kan ada manual book-nya. Nah, itu sebenarnya penggunaan tools-tools AI itu manual book-nya tidak tersebar banyak, dan updatenya terlalu cepat. Kalau dibuat manual book setiap saat enggak kekejar itu,” ujar Viga.
Melalui sarasehan ini ia berharap agar masyarakat mengetahui informasi palsu atau fake news dan fakta. “Setidaknya kita tahu bagaimana cara membandingkannya. Itu untuk yang masyarakat awam,” imbuhnya.

Adapun untuk para guru, terutama di SMPN 2, Viga mengungkapkan bahwa di Binus ada program pengabdian pada masyarakat untuk membantu membuat bahan ajar, khususnya yang ada kaitannya dengan AI menggunakan tools-tools terkini.
Sebagai Kepala SMPN 2 Purworejo, Prastowo Widagdo menyatakan rasa bangga kepada Viga yang menurutnya merupakan nara sumber hebat. “Meski masih muda tetapi memiliki keilmuan yang mumpuni,” ucapnya.
Selain itu, sesuai dengan maknanya, dalam sarasehan tersebut ia meminta pendapat kepada seluruh hadirin tentang arah SMPN 2 Purworejo ke depannya. Meski ia selalu menggaungkan agar SMPN 2 menjadi sekolah yang selalu terbang tinggi meraih prestasi.
Prastowo menekankan bahwa siswa SMPN 2 tidak meninggalkan budaya dan Bahasa Jawa, selain menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan internasional.
“Jadi jangan khawatir Bapak Ibu, di sini walaupun di era AI, kita tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa. Ini kami tidak omon-omon saja,” ujar Prastowo sembari menampilkan siswa yang berpidato menggunakan Bahasa Jawa, disusul dengan story telling menggunakan Bahasa Inggris.
Usai pemotongan tumpeng, Kadisdikbud Yudhie pun memberikan ucapan selamat ulang tahun ke 80 sekaligus Lustrum ke -16.
“Terima kasih atas perayaannya yang diisi dengan kegiatan yang mempunyai dampak positif baik kepada siswa, guru dan tenaga kependidikan, juga masyarakat. Memberikan ruang ekspresi dan keakraban untuk anak anak dalam berbagai lomba, sarasehan dengan tema yang kekinian untuk pendidikan, fun run yang merangkul masyarakat seta kegiatan yang lain. Semoga SMPN 2 semakin terbang tinggi dengan sejuta prestasi,” ungkap Yudhie. (Dia)


































Comment