PURWOREJO, Ribuan siswa berkumpul mengikuti Apel Puncak Peringatan Hari Jadi ke-35 sekaligus Lustrum ke-7 SMAN 7 Purworejo, Sabtu (5/9/2026). Tari kolosal spektakuler yang dibawakan oleh 1.066 siswa sukses memeriahkan acara.
Kepala SMAN 7 Purworejo, Hari Peni S. Pamedar, menjelaskan bahwa peringatan kali ini mengusung tema Sapta Gemilang. “Sapta merupakan simbol lustrum ke-7, sedangkan gemilang adalah harapan agar almamater ini mampu mengangkasa setinggi cita-citanya, serta memberikan manfaat dan warna bagi Kabupaten Purworejo maupun alumni secara keseluruhan,” ungkap Peni.
Ia menambahkan, apel puncak ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan yang telah bergulir sejak Maret lalu. Dari total 10 event yang dirancang, masih terdapat tiga agenda besar yang siap digelar. Yakni jalan sehat dan lomba lari, reuni akbar, serta ditutup dengan Sarkoro Voice Festival (Sarvival).
Di tengah-tengah acara, dilangsungkan pula peluncuran program SMA Mantap oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi. Program inisiasi Dinas Pendidikan Provinsi ini dirancang untuk membekali keterampilan praktis bagi siswa yang tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.

Berdasarkan hasil angket internal, terdapat sekitar 10 persen siswa yang berencana bekerja terlebih dahulu setelah lulus. Untuk mewadahi minat tersebut, pihak sekolah menjalin kemitraan strategis dengan SMK vokasi setempat.
”Kami membekali mereka sesuai minat. Kami bermitra dengan SMKN 3 Purworejo untuk bidang tata boga dan SMKN 1 Purworejo untuk bidang otomotif, khususnya kendaraan ringan,” jelas Peni.
Dalam sambutannya, Wabup Dion memberikan apresiasi tinggi atas perjalanan sejarah panjang SMAN 7 Purworejo. Ia menegaskan bahwa sekolah ini merupakan bagian penting dari identitas Purworejo sebagai kabupaten pendidikan sejak abad ke-20.
“Sejarah panjang ini adalah amanah dan kewajiban bagi kepala sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh siswa untuk meneruskan perjuangan para pendahulu. Kualitas akademis dan pembangunan pendidikan di SMAN 7 Purworejo sudah tidak diragukan lagi,” tegas Dion.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para siswa bahwa pembentukan akhlak sama pentingnya dengan pencapaian akademis. Tujuannya agar kelak ketika menjadi pemimpin mereka tidak dibutakan oleh keserakahan dan mampu menjadi menjaga bumi.
”Kalian adalah calon pemimpin negeri ini. Mari bersama-sama memastikan Indonesia Emas 2045 tidak sekadar jargon, tetapi target nyata yang harus dicapai,” pungkasnya.
Acara puncak peringatan diakhiri dengan gemuruh seruan jargon kebanggaan sekolah yang digaungkan oleh seluruh peserta, yakni SMAN 7 Purworejo, Seribu Siswa Seribu Prestasi. (Ita)


































Comment