OPINI SOSOK
Home / SOSOK / Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti *

Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian lain oleh perjalanan yang tak pernah benar-benar berhenti.

Dalam kehidupan Prabowo Subianto, yang bekerja sejak awal bukanlah kemapanan, melainkan perpindahan. Hidup menempatkannya dalam perubahan terus-menerus, memaksanya memahami dunia lebih cepat, sebelum usia memberi cukup waktu untuk ragu.

Sejak kecil, Prabowo mengikuti irama hidup ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, seorang ekonom dan pemikir yang hidupnya kerap bersinggungan dengan kekuasaan—kadang berada di pusatnya, kadang di luarnya.

Perpindahan dari Jakarta ke berbagai kota di luar negeri membuat masa kecil Prabowo jauh dari rasa menetap. Sekolah berganti, lingkungan berubah, dan dunia datang tanpa janji kenyamanan. Dalam situasi seperti ini, seorang anak belajar lebih awal bahwa hidup tidak selalu memberi waktu untuk bersiap.

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Dari pengalaman itu tumbuh kebiasaan membaca keadaan dan mengambil sikap. Ketegasan lahir bukan karena keinginan mendominasi, melainkan karena perubahan yang terlalu cepat sering menghukum keraguan. Dunia yang terus bergerak menuntut kejelasan. Bukan kesempurnaan, tetapi keberanian memilih.

Di rumah, Prabowo menyaksikan ayahnya hidup bersama gagasan. Ia juga melihat bagaimana gagasan tidak selalu diterima dengan ramah oleh kekuasaan. Dari sana tertanam pemahaman sederhana namun menentukan: berpikir dan bersikap memiliki harga.

Kebenaran tidak selalu datang bersama tepuk tangan. Pengalaman ini membentuk sikap yang tidak mudah silau pada kekuasaan, tetapi juga tidak memusuhinya secara membuta.

Dari ibunya, Dora Marie Sigar, datang nilai yang lebih membumi. Kejujuran, keberanian, dan keterbukaan tidak diperlakukan sebagai slogan, melainkan sebagai kebiasaan. Berbicara apa adanya, berdiri pada pilihan, dan menerima konsekuensi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sikap lugas yang kelak sering terlihat pada Prabowo bukanlah hasil perhitungan politik, melainkan watak yang tumbuh dari rumah.

Kesadaran tentang urusan publik juga hadir secara halus melalui keluarga. Nama kakeknya, Margono Djojohadikusumo, tidak muncul sebagai pengajar teori negara, tetapi sebagai ingatan tentang generasi yang pernah mengambil pilihan sulit di ruang publik. Dari cerita-cerita keluarga itu tumbuh pemahaman bahwa keterlibatan dalam urusan bersama tidak pernah ringan, dan bahwa tanggung jawab sering datang tanpa jaminan penghargaan.

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra

Ketika kemudian Prabowo Subianto memilih jalan militer, keputusan itu terasa masuk akal. Militer menawarkan kejelasan dalam hidup yang sejak awal penuh perubahan: peran jelas, disiplin tegas, dan tanggung jawab nyata.

Kepemimpinan di sana tidak dibentuk oleh kata-kata, tetapi oleh tindakan dan akibatnya. Kesalahan tidak bersifat abstrak; ia langsung terasa. Dalam lingkungan seperti ini, keberanian mengambil keputusan menjadi kebutuhan, bukan pilihan.

Namun kepemimpinan tidak berhenti pada ketegasan. Saat bergerak ke ruang sipil, tantangannya berubah. Perintah tidak lagi cukup. Kepemimpinan harus dibangun lewat kepercayaan, dialog, dan kesediaan mendengar. Ketegasan tetap diperlukan, tetapi harus berjalan bersama kesabaran. Disiplin bertemu keberagaman, dan keputusan menuntut legitimasi, bukan sekadar kepatuhan.

Negara, pada akhirnya, berdiri di antara dua kebutuhan: ketertiban dan kebebasan. Tanpa ketertiban, ia rapuh. Tanpa kebebasan, ia kehilangan jiwa. Kepemimpinan negara menuntut keseimbangan—ketegasan yang tidak membungkam dan kebijaksanaan yang tidak ragu mengambil sikap. Keseimbangan ini tidak lahir tiba-tiba, ia tumbuh dari perjalanan panjang menghadapi tekanan dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Ketika kekuasaan akhirnya datang, ia tidak mengubah manusia. Ia hanya memperjelas watak yang sudah ada. Kekuasaan bukan alat pembentuk karakter, melainkan cermin pembesar. Ia menunjukkan apakah seseorang terbiasa hidup dalam tekanan, sanggup menanggung akibat dari pilihannya, dan memahami tanggung jawab sebagai beban, bukan keistimewaan.

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Danau Menjer

Pelajarannya sederhana dan dekat dengan pengalaman banyak orang: kepemimpinan tidak lahir dari jabatan, melainkan dari proses panjang menghadapi perubahan, risiko, dan keputusan sulit.

Mereka yang terbiasa hidup nyaman sering terkejut saat tekanan datang. Sebaliknya, mereka yang sejak awal ditempa oleh perjalanan lebih siap memikul beban bersama.

Dan di sanalah, jauh sebelum kekuasaan mengetuk pintu, watak Prabowo Subianto sebagai seorang pemimpin sesungguhnya telah dibentuk—perlahan, lewat hidup itu sendiri.

*) Anggota DPR RI Fraksi Gerindra

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPRD
previous arrow
next arrow
NEW CAKTI
previous arrow
next arrow
ESDM
previous arrow
next arrow
MTSN 1
previous arrow
next arrow
GAPENSI
previous arrow
next arrow
SINAR HARAPAN
previous arrow
next arrow

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Jateng: Tidak Ada Superman, Adanya Superteam

SEMARANG, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Hal itu ...

SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

Pilkades Sangubanyu, Utet Barli Manuhana Bertekad Kembalikan Kejayaan Desa

GRABAG, Desa Sangubanyu Kecamatan Grabag merupakan salah satu wilayah yang paling banyak jumlah calon kepala desa (calkades) pada ajang Pilkades ...
/ SOSOK

12 Hari Ikut Jambore Dunia, Zayana Fathania Ceritakan Pengalamannya

PURWOREJO, Satu-satunya wakil Purworejo yang mengikuti Jambore Dunia di Korea Selatan yakni Zayana Fathania, siswa kelas 9F SMPN 2, telah ...
/ BERITA, SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Danau Menjer

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI Ada lanskap yang tak pernah meminta apa-apa selain ...