OPINI SOSOK
Home / SOSOK / Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFM
Dosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

El Niño sering kali hanya dianggap sebagai persoalan alam: kemarau lebih panjang, sawah kekurangan air, hasil panen menurun, lalu harga pangan meningkat. Tidak mengherankan jika pertanian selalu menjadi sektor yang paling cepat terlihat terdampak ketika El Niño datang. Dampak ekonominya juga bukan hal baru. Pada 2023, ketika El Niño kembali terjadi, produksi padi nasional turun sekitar 2,05% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara luas panennya menyusut 2,45%.

Angkanya mungkin terlihat kecil, tetapi pada komoditas pangan utama, penurunan sekitar dua persen berarti lebih dari satu juta ton gabah yang tidak diproduksi dibandingkan tahun sebelumnya.

BMKG memperkirakan El Niño akan bertahan setidaknya hingga awal 2027 dan masih berpotensi menguat. Namun, periode yang paling perlu diwaspadai justru saat El Niño kuat bertepatan dengan puncak musim kemarau 2026. Tanda-tandanya pun mulai terlihat di berbagai wilayah.

BMKG mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang semakin panjang di sejumlah daerah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Di Jawa Tengah sendiri, kondisi kering juga mulai menonjol; salah satu titik pengamatan di RPH Katerban, Kaligesing, Purworejo, bahkan sempat mencatat HTH hingga 80 hari. Artinya, apa yang sebelumnya terdengar sebagai prakiraan iklim mulai hadir sebagai kondisi yang nyata di lapangan.

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

El Niño memang tidak datang setiap tahun. Siklusnya tidak teratur, tetapi kemunculannya dapat dipantau dan diprediksi berbulan-bulan sebelumnya. Berbeda dengan berbagai guncangan ekonomi yang banyak dipengaruhi oleh keputusan manusia, sumber guncangan El Niño tidak dapat kita ubah.

Perang dagang dapat berubah setelah negosiasi. Suku bunga berubah melalui keputusan bank sentral. Perusahaan dapat menyesuaikan kontrak, harga, produksi, atau investasi setelah melihat perubahan pasar. Sayangnya, alam tidak bisa diajak negosiasi. Yang dapat dilakukan hanyalah merespons dampaknya.

Di sinilah letak persoalannya. Kedatangan dan penguatan El Niño dapat diprediksi, tetapi kapan dampaknya akan mencapai titik paling berat di suatu wilayah dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi tetap sulit diketahui secara pasti.

Pemerintah dan lembaga kebencanaan tentu sudah melakukan berbagai langkah mitigasi. Pertanian, ketersediaan air, kebakaran hutan, dan kelompok masyarakat rentan menjadi prioritas yang memang harus dilindungi. Lalu, bagaimana dengan pelaku usaha?

Pada akhirnya, kesiapan tidak bisa sepenuhnya menunggu bantuan dari luar. Ketika dampaknya sudah terlihat jelas dalam biaya dan operasional, bisa jadi waktu terbaik untuk mengantisipasinya telah lewat.

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Di titik inilah prakiraan iklim seharusnya tidak berhenti menjadi sekadar berita. Peringatan El Niño tidak harus langsung dijawab dengan investasi besar, tetapi dapat digunakan untuk menentukan apa yang perlu mulai diperhatikan lebih serius.

Bagi pelaku usaha, El Niño tidak selalu datang dalam bentuk sawah yang mengering. Ia bisa muncul sebagai tagihan listrik yang meningkat karena kebutuhan pendinginan, bahan baku yang lebih cepat rusak, sumber air yang mulai tidak stabil, atau jam produktif yang menurun karena panas.

Dampaknya mungkin belum terasa besar pada awalnya dan mudah dianggap sebagai fluktuasi biasa. Justru karena itu, perubahan tersebut bisa diabaikan sampai akhirnya benar-benar masuk ke biaya usaha.
Persoalannya, keputusan harus dibuat sebelum dampaknya benar-benar pasti. Jika bertindak terlalu dini, biaya bisa keluar untuk sesuatu yang ternyata belum diperlukan. Jika menunggu terlalu lama, kerugian sudah lebih dulu terjadi. Sebuah usaha makanan, misalnya, tidak perlu membeli alat pendingin baru hanya karena BMKG mengumumkan El Niño.

Namun, ketika biaya pendinginan terus meningkat bersamaan dengan bahan yang lebih cepat rusak, dua informasi tersebut mulai membentuk alasan bisnis untuk bertindak. Bagi laundry atau usaha yang mengandalkan ketersediaan air, tandanya bisa berupa waktu pengisian air yang makin lama atau pasokan yang mulai tidak stabil. Bagi konstruksi dan pekerjaan outdoor, tandanya bisa berupa jam kerja produktif yang terus berkurang akibat panas.
Dengan demikian, yang dibutuhkan bukan kemampuan meramal cuaca lebih baik daripada BMKG, melainkan kemampuan menentukan kapan perubahan kecil dalam operasional sudah cukup konsisten untuk dianggap sebagai sinyal perubahan, bukan lagi fluktuasi biasa.

Ini penting karena dalam bisnis, kepastian sering datang terlambat. Ketika biaya sudah melonjak, pelayanan kepada pelanggan mulai terganggu, atau produktivitas benar-benar turun, pelaku usaha memang akhirnya mempunyai bukti bahwa El Niño berdampak. Tetapi pada titik itu, yang dilakukan bukan lagi antisipasi, melainkan mulai menanggung kerugian.

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Sebab manfaat terbesar sebuah peringatan dini bukan terletak pada kemampuannya memberi kepastian tentang masa depan, tetapi pada kesempatan untuk bertindak sebelum kepastian itu datang bersama kerugian.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Image 2026-07-31 at 10.42.07 (1)
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 18.03.05
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 11.37.58
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 10.42.09 (2)
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 18.09.32
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 18.06.20
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 18.17.45
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 18.08.15
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 18.02.02
previous arrow
next arrow
WhatsApp Image 2026-07-31 at 10.45.43
previous arrow
next arrow

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Jateng: Tidak Ada Superman, Adanya Superteam

SEMARANG, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Hal itu ...

SOSOK

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFMDosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta El Niño sering ...
/ OPINI, SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

Pilkades Sangubanyu, Utet Barli Manuhana Bertekad Kembalikan Kejayaan Desa

GRABAG, Desa Sangubanyu Kecamatan Grabag merupakan salah satu wilayah yang paling banyak jumlah calon kepala desa (calkades) pada ajang Pilkades ...
/ SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFMDosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta El Niño sering ...

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Danau Menjer

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI Ada lanskap yang tak pernah meminta apa-apa selain ...