PURWOREJO, Masih dalam rangkaian ulang ke-71 SMAN 1 Purworejo, Pengurus Induk paguyuban alumni yang dikenal dengan nama Muda Ganesha (MG) melalui Bidang Pendidikan menggelar Seminar Motivasi. Seminar mendatangkan dua alumni yang sukses di bidangnya. Yakni Prof. Dr. Ir. Eko Setyobudi (MG 1991) dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Ir. H. Bernat Luhur P., S.T., IPP, CMRP (MG 1989), seorang praktisi pertambangan nikel sekaligus Wakil Ketua Umum Paguyuban Muda Ganesha Induk.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Purworejo pada Selasa (11/8/2026) ini diikuti oleh siswa kelas 12. Menurut Ketua Bidang Pendidikan MG, Dr.Nikmah Nurbaity, kegiatan dirancang tidak sekadar sebagai seminar motivasi. Melainkan juga menjadi ruang bagi siswa untuk mendapatkan wawasan mengenai pengenalan potensi diri, pilihan profesi, dunia kerja, serta pentingnya membangun prestasi yang berjalan beriringan dengan integritas.
Dr. Nikmah yang tercatat sebagai MG 1986 ini menyebutkan, kegiatan seminar merupakan salah satu bentuk bakti alumni kepada almamater. “Keberadaan Paguyuban Muda Ganesha tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antarlulusan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan almamater dan generasi siswa yang sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Purworejo,” ucapnya.
Ke depan, Paguyuban MG Induk Bidang Pendidikan akan terus menghadirkan alumni-alumni dengan berbagai latar belakang untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi kepada adik-adik siswa.
Dalam penyampaian motivasinya, Prof. Eko Setyobudi menekankan pentingnya para siswa mengenali potensi dan kekuatan diri sejak dini. Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi yang berbeda sehingga proses menentukan masa depan tidak semestinya hanya didasarkan pada tren, tekanan lingkungan, ataupun pilihan orang lain.
“Pengenalan terhadap diri sendiri menjadi bagian penting dalam menentukan arah pendidikan dan karier kalian,” ucapnya. Siswa didorong untuk memahami apa yang menjadi minat, kemampuan, kekuatan, sekaligus hal-hal yang masih perlu dikembangkan.

Adapun Bernat Luhur yang memiliki latar belakang teknik mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB) membagikan pengantar mengenai dunia profesi dan industri pertambangan. Khususnya gambaran mengenai lingkungan kerja, bidang keahlian, serta peluang profesi yang dapat menjadi salah satu pilihan karier bagi generasi muda.
Pengalaman Bernat sebagai profesional di bidang teknik dan pemeliharaan mekanik menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh gambaran mengenai dunia kerja secara lebih nyata.
Tidak hanya menyampaikan gambaran mengenai profesi, kehadiran dua alumni dengan latar belakang berbeda juga menunjukkan kepada siswa bahwa perjalanan karier dapat ditempuh melalui beragam bidang keilmuan dan profesi.
Pesan yang disampaikan oleh kedua alumni tersebut sangat relevan bagi siswa kelas 12 yang dalam waktu dekat akan menghadapi berbagai pilihan penting. Mereka akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja, maupun menempuh jalur pengembangan diri lainnya.
Para siswa tidak hanya mendengarkan pemaparan dari narasumber, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab.
Sejumlah siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih jauh mengenai pengembangan potensi diri, pendidikan, profesi, hingga pengalaman para pembicara dalam menjalani perjalanan akademik dan karier.

Untuk membuat suasana semakin menarik, panitia juga menghadirkan sesi kuis dan doorprize. Sesi tersebut menjadi bagian yang membuat interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung lebih cair sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa.
Acara yang dipandu oleh Mastri Imammusadin (MG 2020) sekaligus pengurus Paguyuban MG Induk Bidang Organisasi itu tidak hanya menempatkan siswa sebagai pendengar, tetapi juga sebagai peserta yang aktif terlibat dalam proses diskusi.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban MG berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara alumni, sekolah, dan siswa. Alumni diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus jembatan pengetahuan bagi siswa dalam mempersiapkan masa depan.
Kepala SMAN 1 Purworejo, Cahyo Winarno mengapresiasi kontribusi alumni kepada sekolah yang tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan. Pengalaman, pengetahuan, jaringan, dan perjalanan karier yang dimiliki alumni dapat terus dibagikan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, Paguyuban MG tidak hanya menjaga ikatan kekeluargaan antarlulusan, tetapi juga terus mengambil bagian dalam menyiapkan generasi penerus SMA Negeri 1 Purworejo yang berprestasi, berwawasan luas, dan berintegritas. (Dia)







































































Comment