PURWOREJO, Ribuan orang memadati lapangan SMAN 7 Purworejo untuk Ngaji Bareng bersama K.H Dawud Masykuri diiringi lantunan salawat dari Grup Hadroh Santri Kendil. Acara yang digelar pada Kamis (3/9/2026) malam ini adalah dalam rangka peringatan ulang tahun ke-35 SMAN 7 Purworejo.
Kepala SMAN 7 Purworejo, Hari Peni Sri Pamedar, mengatakan kegiatan Ngaji Bareng digelar dengan melibatkan seluruh elemen sekolah dan masyarakat umum. Ini merupakan bagian dari momentum bersejarah perjalanan SMAN 7 Purworejo.
“Di momentum bersejarah ini, kami sengaja mengajak seluruh elemen sekolah dan masyarakat umum untuk bersama dalam acara Ngaji Bareng,” ujar Peni.
Menurutnya, sebagai insan pendidikan, sekolah menyadari bahwa prestasi akademik dan kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membekali siswa menghadapi kehidupan yang semakin kompleks.

“Sebagai insan pendidikan kami sadar bahwa prestasi akademik dan kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Dunia luar berputar sangat cepat dan penuh tantangan moral,” katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya membekali para siswa dengan nilai-nilai agama. Ngaji, menurutnya, bukan sekadar aktivitas membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan akhlak siswa.
“Oleh karena itu, anak-anakku siswa SMAN 7, ngaji adalah bekal utama. Ngaji bukan sekadar membaca ayat, melainkan benteng batin, jangkar akhlak, dan penuntun agar
kecerdasan kalian kelak membawa manfaat bagi sesama,” tuturnya.
Peni berharap kegiatan Ngaji Bareng bersama masyarakat serta tausiyah yang disampaikan K.H.R. Dawud Masykuri ini, dapat memberikan penguatan spiritual.
“Melalui ngaji bersama masyarakat dan petuah dari Mbah Kiai Dawud Masykuri malam ini, kita mengetuk pintu langit. Kita memohon di usia yang ke-35 ini, SMAN 7 Purworejo terus dilimpahi keberkahan, melahirkan pemimpin amanah masa depan dan makin selalu di hati,” ungkapnya. (Ita)


































Comment