PURWOREJO, Bidang Kesiswaan SMK YPP Purworejo kembali menggelar kegiatan Ketarunaan bagi siswa kelas 10 dan 11. Namun yang berbeda dari tahun sebelumnya, materi Ketarunaan tahun ini ditambah berupa mitigasi bencana yang disampaikan oleh Tim Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo.
Digelar di lapangan dan Gedung Indoor SMK YPP, ratusan siswa mendapatkan materi tentang penanganan bencana khususnya kebakaran yang sering terjadi di musim kemarau. Tak hanya itu, mitigasi bencana lainnya berupa penanganan bencana gempa di sekolah yang memiliki gedung dua lantai tersebut.
Dalam materi mitigasi bencana yang dilakukan di lapangan pada Kamis (3/9/2026), ratusan siswa mendengarkan dengan seksama penjelasan yang disampaikan oleh tim dari damkar yang dipimpin oleh Plt Kasi PPI, Priyo Setiyono.
Para siswa juga diajari cara memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta karung goni yang merupakan cara manual. Selain itu juga agar mereka dapat menangani kebocoran gas yang sering terjadi di rumah tangga.
Priyo menyebutkan, di sekolah seperti SMK YPP juga harus ada jalur evakuasi. Serta ada guru yang dapat segera menghubungi pihak damkar apabila terjadi kebakaran. Hal yang tak kalah pentingnya yakni menyediakan APAR di sekolah dan diperiksa masa kadaluarsanya.
“Sosialisasi ini penting agar mereka bisa mengatasi cara mengatasi kebakaran dan mengoperasionalkan APAR,” kata Priyo.
Terpisah, Waka Kesiswaan SMK YPP,
Abdul Karim menjelaskan, materi Mitigasi Bencana ini memang baru pertama kali dimasukan dalam kurikulum Ketarunaan yang sudah dilakukan setiap tahun.
“Ketarunaan ini sebenarnya kegiatan sudah rutin kita laksanakan dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini kita mengambil tema, bangunlah jiwa dan raga, jiwaku sehat, ragaku kuat. Hanya yang berbeda di kegiatan ini adalah narasumber eksternalnya, ini tidak hanya dari Kodim 0708 dan dari Kemenag dan Diskesda saja, tapi juga dari beberapa narasumber yang lain. Termasuk dari Satpol PP Damkar untuk menyampaikan materi mitigasi bencana,” kata Abdul Karim.

Selain itu, pamateri lain dalam Ketarunaan ini yakni dari Dinkominfostasandi, Polres, dan FKUB.
Kegiatan ini dilakukan, ucapnya, yakni untuk pembentukan karakter siswa serta tambahan ilmu yang tidak diperoleh di dalam materi pelajaran di sekolah yang berasal dari berbagai nara sumber.
Termasuk juga agar anak-anak paham tentang Undang-Undang IT sehingga akan lebih bijak dalam penggunaan media sosial.
Abdul Karim menambahkan, kegiatan Ketarunaan diadakan dua tahap masing-masing satu pekan yakni untuk kelas 10 dan kelas 11. Pekan ini untuk siswa kelas 10 dan berikutnya kelas 11. Sehingga selama pekan siswa hanya mendapatkan materi Ketarunaan.
Adapun Kepala SMK YPP, Mugi Widodo menegaskan bahwa kegiatan ini memang sengaja diambil di awal semester.
Disebut Ketarunaan menurut Mugi, yakni karena para peserta ini merupakan bagian dari pelajar yang nantinya akan menjadi calon-calon pemimpin penerus bangsa. “Sehingga komitmen kami dari sekolah memang melihat perkembangan di era sekarang, kita harus mempersiapkan. Di sisi lain, yaitu menguatkan karakter sebagai tujuan utama,” jelas Mugi.
Selain itu, terkait mitigasi bencana, menurut Mugi penting dilakukan denga kondisi sekolah.
“Karena kita ruangannya itu lantai 2, itu juga perlu nanti kita mitigasi terkait dengan anak-anak kami ketika evakuasi apabila terjadi kebakaran atau gempa, termasuk menyiapkan titik kumpulnya,” ungkap Mugi.
Program mitigasi bencana ini, lanjutnya, akan menjadi poin plus dari akreditasi sekolah. Sehingga diharapkan nantinya siswa tidak hanya sehat fisiknya tetapi juga raganya. (Dia)


































Comment