PURWOREJO, Saat ini, sektor bisnis di bidang pertanian dan pariwisata merupakan dua elemen yang paling potensial dikembangkan di Kabupaten Purworejo. Hal tersebut berdasarkan paparan akhir kajian pemetaan potensi investasi Kabupaten Purworejo tahun 2026 yang diadakan oleh Dinas PMPTSP di Exotic Cafe pada Kamis (3/9/2026).
Paparan disampaikan oleh Muhammad Adhin Nugroho dari PT Aura Bhumi Sakti selaku pihak yang melakukan kajian investasi untuk Kabupaten Purworejo.
Dalam paparannya, Adhin menyebutkan bahwa sektor prioritas Kabupaten Purworejo berdasarkan RPJPD 2025-2045 yakni pertanian, perikanan, dan pariwisata. Kajian tersebut juga berdasarkan tinjauan geografis, demografis, ketenagakerjaan, dan perekonomian.
“Sektor yang paling menonjol di Purworejo yakni pertanian, dalam hal ini pengolahan padi dan juga pergudangan. Adapun sektor pariwisata dikembangkan di pesisir pantai termasuk
Kertojayan.
Usai kajian, Kadin PMPTSP Gathot Suprapto menyampaikan bahwa penyusunan potensi investasi yang disebut dengan Investment Potential Purworejo (IPRO) adalah dokumen yang akan digunakan untuk promosi investasi.
“Karena di setiap kegiatan-kegiatan investasi itu kita diminta untuk menyampaikan informasi tentang potensi investasi yang komprehensif. Ini temanya kita ambil dua, yaitu di sektor investasi kebijakan pusat dan juga daerah,” ujar Gathot.
Ia mengungkapkan, terkait dengan peningkatan PDB, maka investasi yang dipilih di bidang pertanian dengan industri pengolahan padi atau rice mill. Gathot menambahkan, Purworejo
punya potensi besar di sektor padi, terutama saat musim panen sehingga padi dijual dan dikemas dengan baik.
“Kedua, bidang pariwisata. Kita punya potensi pantai yang 21 km panjangnya. Ini kemarin kita petakan, kita kaji dengan teman-teman di dinas
(Porapar). Mereka sudah punya master plan.
Nah, kita ambil Pantai Kertojayan yang potensial karena juga sudah dikembangkan Koperasi Nelayan Merah Putih atau KNMP,” jelas Gathot.

Menurutnya, ini menjadi PR bersama untuk terus menanjuti IPRO. Meski sudah berlalu, pada kesempatan berikutnya Purworejo dapat kembali memetakan program unggulan karena tidak terbatas di Jawa Tengah saja. Gathot menyatakan akan memasukkan antrean untuk berdiskusi terkait dengan potensi seperti investasi, minimal dua sektor tersebut.
“Kemudian ke depan kita coba yang lain, mungkin potensi industri yang padat karya bisa ke depan kita kembali kembangkan lainnya,” imbuh Gathot.
Saat ini pihaknya memberikan gambaran dan menyusun standar yang akan dijual kepada calon investor. Untuk sektor pariwisata pilot projectnya Pantai Kertojayan yang sudah ada KNMP-nya.
Dalam paparan kajian ini, peserta berasal dari BUMD, pelaku usaha dan juga investor, akademisi, serta dinas terkait. Melalui kajian seperti ini, menurut Gathot, dapat dijadikan sebagai dasar modal untuk bisa memasarkan perda terkait dengan potensi investasi. Dikatakannya tanpa kajian komprehensif, para investor akan ragu-ragu masuk ke Purworejo.
“Maka ini salah satu bagian dari upaya supaya nanti kita punya dokumen atau semacam bahan materi yang digunakan untuk berdiskusi dengan investor,” tegas Gathot.
Tak hanya itu, nantinya hasil kajian ini akan dibawa ke forum investasi bisnis di Jawa Tengah serta di ranah Pemda Purworejo sebagai bahan kajian melalui media produk industri center atau PIC. Berikutnya akan disaring untuk dipaparkan atau ditayangkan di Kementerian Investasi.
Gathot pun optimistis dua unggulan potensi investasi di Purworejo ini dapat berjalan.
“Kami optimistis karena persiapan-persiapan kecil sudah matang, kemudian awalnya memang banyak yang ragu terkait dengan hitung-hitungan seperti itu. Maka dengan modal penjelasan seperti ini, mereka bisa memahami harus bagaimana, kemudian berapa yang ingin kita akses, juga berapa yang harus kita siapkan. Semacam itu,” jelasnya.
Dalam forum tersebut beberapa masukan diperoleh dari peserta. Termasuk Kades Kertojayan, Tri Rapi Pangestuti. Ia menuturkan bahwa di wilayahnya tidak ada premanisasi. Sebagai wilayah pesisir pantai, ia minta dibuatkan mitigasi bencana.
Dirinya juga menegaskan di sepanjang lokasi wisata pantai tidak ada penginapan yang “aneh-aneh”. “Kalau ada, penginapan berbasis keluarga,” tegasnya.
Usulan lain juga datang dari pengamat wisata yang mengusulkan adanya tempat hiburan malam yang diakomodir. (Dia)


































Comment