KEMIRI, Kadisdikbud Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno menghadiri acara jalan sehat memperingati HUT ke-31 SMPN 32 pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Sebelum jalan sehat, terlebih dahulu dilakukan apel diikuti seluruh siswa, guru, karyawan, komite, dan alumni. Forkopincam dan korwilcam Kemiri juga turut menghadiri kegiatan tersebut.
Saat menyampaikan sambutannya sebagai pembina upacara, Yudhie mengapresiasi kehadiran para pengurus parenting serta alumni yang turut berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat.
“Parenting tetap penting karena tanggung jawab orang tua sangat membawa manfaat untuk pendidikan putra putrinya,” kata Yudhie.
Selain itu, kepada alumni ia menyampaikan, HUT ke-31 SMPN 32 Purworejo mempunyai banyak
makna sebagai bagian dari rasa cinta kepada almamater. Ia mengajak para alumni untuk mempunyai kebanggaan kepada almamater.
Kadisdikbud pun memuji SMPN 32. Walaupun jauh dari kota tapi dari segi akademis dan peminatnya mampu bersaing, tidak hanya di kecamatan Kemiri tapi juga di Kabupaten Purworejo. Hal itu terlihat dari jumlah rombelnya selalu penuh. Ini merupakan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan Purworejo Berseri dan Indonesia Emas.
“Selain itu, anak-anak juga diberi bekal untuk mampu bersaing secara global karena dunia sudah tidak ada batas dan kemajuan makin cepat,” kata Yudhie. Ia pun berpesan agar SMPN 32 menonjolkan Pendidikan karakter dengan melakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Yakni dengan bangun pagi, beribadah, makan bergizi, olahraga, belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
“Tidur cepat itu gunanya untuk mengoptimalkan hormon melatonin pada pukul 22.00 sampai 24.00. Anak-anak juga harus bijak saat bermain HP, agar tidak menjadi catatan atau rekan jejak yang buruk. Jangan judol, juga jauhkan hal2 negatif lainnya,” pesan Yudhie.
Tak hanya itu, kepada seluruh siswa SMPN 32 ia juga menyampaikan pesan yang menyentuh. Yakni agar anak-anak tidak melakukan pembullyan atau perundungan. “Jangan melakukan pembullyan ya anak-anak. Semua harus saling menyayangi dan menghargai,” kata Kadisdikbud.
Kepada para guru dan karyawan, ia menyatakan bahwa HUT sekolah sebagai sarana evaluasi dan branding ulang melalui aktivitas yang mampu menarik masyarakat. Yakni bahwa SMPN 32 layak menjadi pilihan dan punya program unggulan agar disampaikan kepada masyarakat.
“Semangat inovasi harus terus ditingkatkan. Anak-anak harus punya mimpi setinggi-tingginya. Salah satunya dapat diwujudkan melalui pendidikan di SMPN 32,” tandasnya.

Acara jalan sehat ditandai dengan pelepasan balon. Semua siswa, guru, karyawan, dan parenting pun mengikuti jalan sehat berhadiah utama mesin cuci serta ratusan doorprize.
Terkait rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-31 SMPN 32, Kepala Sekolah Budi Haryono menjelaskan, selain jalan sehat, rangkaian kegiatan memperingati HUT dimulai hari Kamis (22/10/2026) dengan beberapa macam lomba. Berupa lomba geguritan, nyanyi solo, pidato Bahasa Inggris, dan juga lomba poster.
“Kegiatan ini juga dirangkai dengan peringatan Bulan Bahasa Tahun 2026. dengan tema ‘bahasa menyatukan rasa, 31 tahun Spenagada berkarya’.
Tujuan dari kegiatan ini, pertama kita menunjukkan rasa syukur, kita masih diberikan kekuatan untuk melanjutkan berjuang di bidang pendidikan melalui sekolah ini,” kata Budi Haryono.
Selain itu, peringatan HUT juga untuk memotivasi seluruh warga sekolah, guru, dan siswa untuk selalu bisa memberikan prestasinya. “Karena usia 31 tahun adalah usia yang matang, dewasa, sedang kuat-kuatnya untuk memacu prestasi, agar SMPN 32 semakin maju dan berjaya untuk ke depannya,” kata Budi.
Adapun rangkaian kegiatan berikutnya pada Senin (26/10/2026) bertepatan dengan HUT ke-31, berupa kegiatan selawat untuk bersama memohon keselamatan dan keberkahan.
Budi menyebutkan, seluruh kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh paguyuban parenting dan alumni. Mereka banyak memberikan kontribusi dalam kegiatan ini.
“Harapannya dengan usia yang ke-31, SMPN 32 Purworwjo semakin berprestasi, semakin banyak melahirkan siswa-siswa yang mempunyai kemampuan di berbagai bidang dan bisa berkarya di berbagai tempat sesuai dengan kemampua masing-masing,” tandas Budi Haryono.
Sampai saat ini SMPN 32 yang semula bernama SMPN 2 Kemiri memiliki 665 dengan 27 rombel. Adapun jumlah guru sebanyak 36 guru, karyawan enam orang dan semuanya sudah berstatus ASN. (Dia)
















































Comment