BAYAN, Desa Pogungkalangan, Bayan selama dua bulan menjadi pilot project Sanggar Serat Kartini Purworejo. Berbagai pelatihan yang bermanfaat untuk pemberdayaan wanita khususnya pengurus PKK di desa tersebut telah digelontorkan dengan didampingi oleh Dinas PPPAPMD Kabupaten Purworejo.
Sebagai upaya penguatan, para pengurus PKK Desa Pogungkalangan dikukuhkan oleh Ketua Sanggar Serat Kartini Kabupaten Purworejo, Titik Mintarsih pada Kamis (22/10/2026). Pengukuhan dilakukan di Balai Desa Pogungkalangan dengan dihadiri pengurus Serat Kartini.
Titik Mintarsih dalam sambutannya menyampaikan, pelantikan ini merupakan bentuk penguatan terhadap berbagai kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. Adapun tujuannya yakni peningjatan kapasitas perempuan agar semakin cerdas, mandiri, dan berdaya, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga maupun masyarakat.
“Pembentukan sanggar merupakan bagian dari upaya memperluas gerakan pemberdayaan perempuan di desa dan kelurahan. Program ini disiapkan melalui pemetaan wilayah dengan mempertimbangkan komitmen kepala desa atau lurah, kondisi masyarakat, serta lokasi yang dinilai strategis,” ujar Titik.
Menurutnya, keberhasilan Sanggar Serat Kartini tidak cukup diukur dari terbentuknya kepengurusan atau terlaksananya kegiatan. Dampak nyata terhadap kehidupan perempuan dan lingkungan sekitarnya menjadi ukuran utama keberhasilan program.
Ditambahkannya, ada tiga dimensi yang menjadi perhatian kegiatan, yaitu kualitas pribadi, keluarga, dan sosial kemasyarakatan.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pribadi diharapkan membentuk perempuan yang lebih percaya diri, cerdas, dan berwawasan luas. Peningkatan kualitas keluarga diharapkan berdampak positif terhadap keharmonisan rumah tangga serta tumbuh kembang anak. Sementara itu, dimensi sosial diarahkan untuk mendorong perempuan lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Titik menegaskan agar Sanggar Serat Kartini harus menjadi ruang belajar berkelanjutan bagi perempuan, bukan sekadar perkumpulan formal. Para pengurus pun diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada perempuan lain di wilayahnya.
Meski para pengurus Serat Kartini telah dikukuhkan, namun kegiatan peningkatan kapasitas masih akan berlanjut hingga Desember mendatang. “Evaluasi akan dilakukan untuk melihat perubahan yang dirasakan peserta, keluarga, dan lingkungan sosial mereka,” ujar Titik.

Ia menambahkan, kecerdasan yang dikembangkan melalui Serat Kartini tidak hanya menyangkut kemampuan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual, emosional, sosial, dan fisik. Dengan pendekatan tersebut, perempuan diharapkan mampu menghadapi persoalan sehari-hari secara lebih bijaksana dan solutif.
Titik juga menekankan bahwa gerakan ini bertumpu pada semangat pengabdian. Para pengurus diharapkan tetap berkomitmen mengembangkan kegiatan tanpa menjadikan imbalan materi sebagai tujuan utama.
“Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Raden Ajeng Kartini, yakni membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh pengetahuan, kesempatan berkembang, dan peran yang lebih besar dalam kehidupan masyarakat,” tandas Titik.
Sekretaris Camat Bayan, Ngalino yang ikut dalam pelantikan tersebut menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang telah dikukuhkan. Ia berharap kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh melalui kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan perempuan di tingkat desa.
Ia juga mengingatkan para pengurus agar mengikuti setiap materi dan kegiatan yang diberikan dengan baik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan sekaligus dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Ngalino menilai, keberadaan Sanggar Serat Kartini dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Dengan demikian, perempuan tidak hanya berperan dalam urusan domestik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi lebih luas di bidang sosial dan kemasyarakatan.
Adapun Kepala Desa Pogungkalangan, Sukarmi, menyambut baik pembentukan Sanggar Serat Kartini di wilayahnya. Ia berharap para pengurus yang telah dikukuhkan dapat menjadi penggerak pemberdayaan perempuan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada warga desa.
“Keberadaan sanggar harus diikuti kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Para pengurus didorong untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta menjalankan program secara konsisten agar sanggar tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial,” kata Sukarmi.
Ia berharap para pengurus mendapatkan dukungan dan pendampingan sehingga mampu mengelola kegiatan secara berkelanjutan dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan masing-masing.
“Pengukuhan Sanggar Serat Kartini Pogungkalangan diharapkan menjadi awal tumbuhnya ruang belajar perempuan di tingkat desa. Melalui kegiatan yang terarah dan evaluasi berkelanjutan, gerakan ini diharapkan mampu melahirkan perempuan yang berdaya, keluarga yang lebih berkualitas, serta masyarakat yang semakin aktif dalam pembangunan,” pungkasnya. (Dia)
















































Comment