BANYUURIP, Kejuaraan Pencak Silat Spentwosix Series 2 yang digelar SMPN 26 Purworejo menjadi momen sekolah tersebut untuk ‘reborn’ atau terlahir kembali meraih kejayaan yang pernah dicapai sebelumnya. Prestasi tersebut baik akademik maupun non akademik, salah satunya melalui ajang kejuaraan Pencak Silat Spentwosix Series 2.
“Kegiatan ini telah dua kali dilakukan sebagai wujud komitmen SMPN 26 mengembangkan cabor silat di Purworejo. Harapannya kami bisa mempromosikan SMPN 26 Purworejo yang berkeinginan untuk reborn, karena dulu pernah berjaya baik akademik maupun non akademik. Sekarang kita raih kembali kejayaan tersebut,” ujar Kepala SMPN 26, Cahyo Seto Prabowo di sela kegiatan yang diadakan Sabtu (24/10/2026) di indoor sekolah.
Selain itu, lanjut Cahyo, turnamen pencak silat ini juga sebagai ajang bagi atlet yang ada di Purworejo untuk meningkatkan prestasi serta menyalurkan bakat minat. Tak hanya bagi sekolah, event ini juga ditujukan bagi level di Kabupaten Purworejo. “Event ini bisa mendukung program Dinporapar dan Disdikbud dalam menyelenggarakan event tahunan,” lanjutnya.
Pembukaan turnamen yang berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu ini dihadiri Kadisdikbud Yudhie Agung Prihatno, Kadin Porapar Bangun Erlangga Ibrahim, Ketua KONI Muhamad Abdullah, Koordinator Pengawas SMP Sunaryo, pengurus IPSI, serta Korwilcambidik Banyuurip Ika Mery Widarningsih.
Ketua panitia Jatmiko Rahadi dalam laporannya menyebutkan, tahun kedua penyelenggaraan ini merupakan bukti semangat untuk memberi ruang lebih luas untuk mengembangkan potensi dan prestasi.
Spentwosix kali ini diikuti 341 peserta dari 18 kontingen yang ada di Purworejo, Sleman, dan Kebumen. Mereka terdiri atas 161 peserta SD dan 180 SMP dengan mempertandingkan dua kategori, yakni laga dan seni.
Jumlah ini, menurutnya, lebih banyak dari tahun lalu sejumlah 235 peserta. Sehingga turnamen digelar dua hari, Sabtu untuk kategori laga dan seni SD, sedangkan Minggu SMP. “Masing-masing juara mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan medali yang akan diserahkan Minggu,” jelas Jatmiko.

Saatnya ini, lanjutnya, pencak silat menjadi ekskul unggulan SMPN 26 Purworejo dengan latihan setiap hari dan banyak peminatnya.
Kadin Porapar Bangun Erlangga Ibrahim pun menyebutkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan agar Purworejo dapat lebih maju.
Adapun menurut Kadisdikbud Yudhie Agung, ajang ini menjadi media promosi bagi orangtua untuk melihat keunggulan SMPN 26 yang termasuk lengkap fasilitasnya dan sekolah yang luas.
Ia mengaku diutus Wakil Bupati Dion Agasi menghadiri acara yang menjadi ajang pembinaan dan peningkatan prestasi anak-anak.
Dirinya pun mengapresiasi pihak penyelenggara Spentwosix yang banyak diminati peserta dan bahkan menolak pendaftar. Menurutnya pencak silat merupakan salah satu tradisi budaya yang sinkron dengan tujuan untuk mewujudkan Indonesia Emas.
Di akhir sambutannya Kadisdikbud berpesan agar juri melakukan penilaian sesuai juknis. Ortu peserta Spentwosix juga diharapkan memberikan support. Tak kalah penting, Yudhie Agung menyampaikan agar sertifikat juara didaftarkan ke Puspresnas sehingga bisa menjadikan nilai tambah bagi siswa saat akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. (Dia)
















































Comment