PURWOREJO, Minat lulusan SMK Kesehatan Purworejo untuk bekerja di Jepang semakin meningkat. Setelah sebelumnya belasan siswanya mengikuti program siap kerja ke Jepang, kali ini dua siswanya kembali menyusul teman-temannya mengikuti program serupa.
Keduanya yakni Bilvis Indah Febriantika dan Puspa Rina yang akan mengikuti pelatihan atau training selama empat bulan di Magelang serta seleksi bekerja di Jepang. Keduanya dilepas oleh Kepala SMK Kesehatan, Purworejo, Nuryadin pada Sabtu (10/10/2026).
Usai menghantarkan dua siswanya tersebut, Nuryadin menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan jaminan kepada anak-anak.
“Bagi yang memang ingin kerja, karena memang komitmen kita itu kan lulus SMK Kesehatan siap kerja, siap kuliah, siap kerja sambil kuliah. Jadi kita beri jaminan buat anak-anak yang memang ingin kerja, kita sediakan, baik dalam atau luar negeri,” kata Nuryadin.
Disebutkannnya, selain bekerja, lulusan SMK Kesehatan juga banyak yang kuliah baik di PTN maupun PTS. Jumlah per angkatann ini sekitar 50 anak. Sedangkan dua orang yang diberangkatkan ke Jepang ini karena mereka cita-citanya memang ingin kerja di sana. Adapun rata-rata setiap tahun ada sekitar 20 alumni SMK Kesehatan Purworejo yang kuliah di Jepang.
Nuryadin menambahkan, di Jepang mereka tak hanya bekerja sebagai care giver maupun di bidang farmasi saja. “Kan Jepang itu peluang pekerjaannya banyak. Sampai hari ini Indonesia belum bisa memenuhi mencukupi kebutuhan yang diminta oleh Jepang. Karena ada beberapa bidang, ada yang di perkebunan, industri, peternakan, bahkan ada pertanian juga. Karena memang anak-anak kita ini kompetensinya di bidang keperawatan dan farmasi. Maka mereka nanti akan bekerja di bidang care giver. Kalau yang farmasi di bidang obat-obatan, bisa di perusahaan obat dan farmasi atau di apotek,” imbuhnya.
Melalui program jaminan ini, pihaknya berharap masyarakat akan lebih mengetahui bahwa SMK Kesehatan Purworejo itu menjamin dan memberi sarana untuk bisa berangkat ke Jepang.
Tak hanya itu, tahun depan nanti Bahasa Jepang akan dimasukkan ke dalam kurikulum wajib, tetutama bagi anak-anak yang memang ingin ke Jepang. “Anak-anak yang ingin kerja, kuliah, atau kerja sambil kuliah sudah mulai dipetakan. Bagian anak yang ingin ke Jepang itu sudah dari kelas 11 mengikuti Program Bahasa Jepang,” tegas Nuryadin.
Selain itu, sebagai SMK PK, sekolah ini juga dapat program revitalisasi. “Nah, harapan kami nanti dengan program-program seperti ini akan menambah animo masyarakat untuk bisa sekolah di SMK Kesehatan Purworejo,” lanjutnya.
Adapun untuk proses keberangkatan ke Jepang pihak sekolah bekerjasama dengan LPK yang ada di Magelang dan ada di Jogja. Hal itu karena untuk pemberangkatan dibutuhkan satu izin khusus. Salah satunya melalui LPK yang punya izin resmi dari Depnaker.
Setelah tes kesehatan, mereka akan mengikuti pelatihan selama empat sampai enam bulan sebelum akhirnya berangkat ke Jepang. Mereka akan diberi pelatihan tentang tentang budaya, karakter, dan tradisi di Jepang.
Dengan bekal uji kompetensi yang memadai, Nuryadin optimistis alumni SMK Kesehatan Purworejo dapat bersaing di tingkat global dan akan membawa nama baik sekolah. (Dia)


































Comment