PURWOREJO, Menyambut Hari Santri 2026, siswa MTsN 1 Purworejo menggelar hasil karya Kokurikuler semester gasal. Ratusan hasil karya siswa berupa produk kuliner baik makanan dan minuman, serta aneka produk kreatif dijual dan dipamerkan. Termasuk karya tulis siswa yang berisi laporan penelitian.
Digelar di halaman madrasah pada Selasa (20/10/2026), Kepala MTsN q Purworejo, H. Wahyu Tri Wijayanto membuka acara Puncak Kokurikuler sekaligus membeli aneka produk. Demikian juga dengan guru dan karyawan yang antusias belanja berbagai kuliner hasil karya siswa.
Ditemui di sela acara, kepala MTsN 1 Purworejo menjelaskan, kegiatan Puncak Kokurikuler yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2026 ini dilakukan melalui berbagai tahapan. “Jadi kurang lebih sejak tanggal 12 sampai 17 Oktober kita mengadakan persiapan kokurikuler yang diikuti oleh semua siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan masing-masing mempunyai tema yang berbeda,” kata H. Wahyu.
Dijelaskannya, masing-masing angkatan mempunyai tema berbeda dengan adanya tim. Setiap hari mereka mengikuti kegiatan sesuai dengan modul yang telah dibuat. Mereka secara bertahap melakukan kegiatan, mulai dari pengenalan tema, rencana proyek, praktek pembuatan, sampai gelar karya dan market day.
“Jadi anak-anak selama seminggu ini melakukan kegiatan sesuai tema yang bermacam-macam. Ada yang membuat poster. Ada yang membuat laporan sebuah seperti penelitian, dan sebagainya. Anak-anak membuat sendiri laporannya. Jadi memang mereka dilatih menulis karya ilmiah sederhana seperti itu,” jelas H. Wahyu.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata siswa membuat karya kemudian dijual. Lebih dari itu, melalui kokurikuler ini anak paham cara merencanakan sebuah proyek.
“Setelah proyek jadi, anak diberi bimbingan bagaimana cara pemasarannya melalui iklan online, melalui flyer, dan mereka membuat sendiri. Mereka membuat sendiri karena mereka paham IT, dan membuat Google Form. Bahkan anak-anak juga ada yang bayarnya pakai QRIS,” jelasnya.

Jadi bukan hanya sekadar market day. “Mungkin banyak sekolah yang hanya market day, yang penting hari itu ada jual beli. Kita tidak, karena diawali dengan pembuatan modul serta perencanaan yang matang oleh tim,” tegasnya.
Dengan demikian, para siswa tidak sekadar hanya menjual. Tapi mereka sudah merencanakan dan prosesnya dilakukan melalui media promosi berupa poster maupun karya tulis ilmiah. Selain itu para siswa juga membuat karya kreatif dengan melukis bak sampah dengan tema cinta lingkungan dan alam. Hasilnya dipakai di kelas masing-masing.
Selain gelar karya kokurikuler, acara juga diisi dengan pentas seni berupa Tari Saman dan band. “Alhamdulillah kita punya grup musik murni dari murid dan dua kali ikut festival. Alhamdulillah mendapatkan juara semua,” lanjut H. Wahyu.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan implementasi dari tanggung jawab sejak belum punya studio musik. “Sampai sekarang punya studio musik yang sederhana, tapi bisa buat latihan dan kita tampilkan pada saat-saat lomba atau pada acara seperti ini,” katanya.
Tak hanya itu, kegiatan peringatan Hari Santri di MTsN 1 juga dirangkai dengan berbagai lomba-lomba. Yakni ada lomba pidato bertema keagamaan, tilawah, dan tahfid. Selain itu, untuk memeriahkan acara Puncak Kokurikuler pihak madrasah juga mengundang siswa SD sekitar.
Puncak peringatan Hari Santri MTsN 1 yakni dengan mengikuti upacara di Alun-Alun Purworejo. “Kita mendapatkan undangan istimewa dari Kabupaten, karena seluruh siswa diundang semua. Ada 940 siswa dan semua guru serta karyawan yang akan ikut upacara,” imbuh H. Wahyu.
Melalui kegiatan ini pihaknya berharap dapat memberikan nilai tambah bagi siswa berupa penanaman karakter yang positif, terutama untuk berwirausaha. H. Wahyu menyatakan bahwa di zaman sekarang ini anak-anak kalau sudah pegang gadget atau HP akan lupa semuanya.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, HP bisa anak-anak pakai untuk berwirausaha. Anak-anak bisa menjual produknya lewat online. Ini kita latih mulai dari tingkat madrasah, meskipun kami bukan sekolah kejuruan tata boga, bukan sekolah kejuruan akuntansi atau penjualan, tapi kita menanamkan karakter anak untuk berwirausaha. Termasuk punya tanggung jawab dan perencanaan yang matang dalam semua hal,” tandasnya. (Dia)


































Comment