BAYAN, Kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak PKK Kecamatan Bayan 2026 dikemas berbeda dengan memadukan pameran UP2K, panggung literasi, serta layanan publik dalam satu rangkaian acara.
Acara digelar di Pendopo Kecamatan Bayan, Selasa (28/4/2026), dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Rakerda kali ini tidak hanya menjadi forum penyampaian program kerja PKK, tetapi juga menghadirkan pameran produk unggulan UP2K dan UMKM dari 26 desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Bayan. Selain itu, turut ditampilkan UMKM binaan tingkat kecamatan serta dari PDAU.
Camat Bayan, Yeni Astuti, yang baru memasuki tahun pertama masa jabatannya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam setiap kegiatan.

“Kita harus pandai mengambil peluang. Oleh karena itu, kita berkolaborasi dengan beberapa instansi untuk mendukung satu tujuan yang sama. Satu kali kegiatan, beberapa tujuan bisa terlampaui,” ungkapnya.
Menurut Yeni, sinergi ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan dalam satu momen. Mulai dari Rakerda PKK untuk menyampaikan program kerja, pameran UMKM untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga panggung literasi yang bertujuan menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Panggung literasi menjadi salah satu daya tarik utama dengan menampilkan anak-anak berprestasi dari jenjang PAUD hingga SD. Mereka menampilkan berbagai kemampuan seperti macapat hingga mendongeng. Kegiatan ini juga melibatkan Komunitas Read Aloud Purworejo yang membacakan cerita secara nyaring kepada anak-anak.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya literasi sejak dini.
Terlebih sebelumnya Kecamatan Bayan telah menggelar pelatihan bunda literasi, sehingga kegiatan ini menjadi bentuk implementasi nyata di lapangan. Masyarakat pun dapat memahami bahwa membaca nyaring dan mendongeng memiliki pendekatan yang berbeda namun sama-sama penting dalam tumbuh kembang anak.

Selain itu, panitia juga membuka layanan publik berupa loket pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) guna mendukung target pelunasan pajak daerah, serta layanan perizinan berusaha bagi pelaku UMKM yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Yeni menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang akan terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang.
“Kita punya satu tujuan yang tidak bisa diselesaikan dalam sekali pertemuan. Tahun depan tentu ada lagi, tetapi dengankemasan yang berbeda. Kita harus selalu upgrade,” jelasnya.
Konsep kolabiratif yang menyatukan berbagai sektor ini, diharapkan mampu memberikan manfaat luas, baik dalam peningkatan ekonomi, literasi, maupun pelayanan publik bagi masyarakat.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Raja Tifal Mazaya Izzati, yang memberikan motivasi kepada peserta untuk terus belajar dan berinovasi.
Ia juga memberikan saran kepada pelaku UMKM agar mulai mengurangi penggunaan kemasan plastik dan styrofoam. Serta mendorong kebiasaan ramah lingkungan seperti membawa tas belanja sendiri. (Ita)



































Comment