LOANO, Kecamatan Loano menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan potensi pariwisata di kawasan perbukitan Menoreh. Dengan melakukan penguatan komunikasi dan sinergi bersama Badan Otorita Borobudur (BOB), Kecamatan Loano ingin mendukung percepatan pembangunan kawasan strategis pariwisata yang berdampak langsung pada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas upaya pengembangan zona otoritatif BOB, yakni Borobudur Highland, yang terintegrasi dengan desa-desa penyangga di sekitarnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal.
Upaya ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional yang berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif, sebagaimana didorong oleh Kementerian Pariwisata.
Desa wisata menjadi salah satu instrumen strategis dalam implementasi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan berbasis desa untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Adapun fokus pengembangan kawasan ini mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas pariwisata melalui pengembangan destinasi tematik, wellness tourism, dan penguatan promosi di tingkat global.
Camat Loano, Vivin Suryandari Feriyani, menyampaikan bahwa desa-desa di wilayahnya siap untuk berkolaborasi, baik dalam kegiatan maupun pengembangan kawasan pariwisata yang dikelola secara bersama.
“Kami berharap Badan Otorita Borobur dapat melibatkan masyarakat di Purworejo kususnya di Kecamatan Loano dalam kegiatan yang dilakukan, kami siap berkontrubusi dan berkolaborasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan BOB”, ungkapnya Jumat (1/5/2026).
Sementara itu, Plt. Direktur Utama yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik BOB, Yusuf Hartanto, menekankan pentingnya kolaborasi di tengah kondisi efisiensi anggaran negara.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata berbasis desa serta penyelenggaraan event-event produktif menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan bersama untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
“Badan Otorita Borobdur akan terus mengoptimalkan percepatan pengembangan pariwisata di kawasan kami Purworejo khususnya. Maka dari itu penting bagi kita untuk dapat berkolaborasi ditengah kondisi efisiensi. kita memerlukan kerja sama yang hebat antara satu pihak dengan yang lain untuk dapat terus menggenjot pariwisata di Indonesia”, tambahnya.
Yusuf juga berharap adanya sinergi dari para pemangku kepentingan dalam pengembangan destinasi pariwisata di wilayah utara Kabupaten Purworejo. Peran aktif pemerintah dinilai sangat penting mengingat potensi kawasan yang memiliki iklim sejuk dan daya tarik alam yang luar biasa.
Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, percepatan pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan dapat terwujud sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas perekonomian masyarakat. (Ita)



































Comment