PURWOREJO, Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Purworejo dilakukan melalui sarasehan bersama jajaran pemda. Ketua SPSI kabupaten Purworejo pun menyampaikan harapannya.
“Kami ingin UMK di Kabupaten Purworejo bisa naik labih tinggi sesuai dengan standar hidup layak. Selain itu juga adanya investor yang segera masuk ke Purworejo agar bisa menyerap banyak tenaga kerja. Karena tenaga kerja di sini banyak,” kata Maliki kepada media sesaat sebelum acara sarasehan dimulai.
Sarasehan yang digelar di Rumah Makan Satu-Satu tepat pada Peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) ini dihadiri Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi, Sekda Suranto beserta jajaran forkopimda dan OPD terkait.
Maliki menyebutkan, saat ini UMK Purworejo berkisar Rp2,4 juta. Sedangkan menurutnya, untuk hidup layak di Purworejo minimal Rp2,5 juta. “Ini hitungan saat ini. Tapi kan nanti di akhir tahun akan naik lagi,” imbuhnya.
Terkait investor, ia mengeluhkan, dari tahun ke tahun tak juga masuk ke Purworejo. Sejak tahun 2007 sampai sekarang, menurut pandangan Maliki, belum ada investor yang masuk. Dirinya pun menilai pertumbuhan ekonomi di Purworejo lambat.
Menanggapi keluhan tersebut, Dion menyebutkan bahwa saat ini sudah ada dua investor serius yang masuk ke Purworejo, berencana membangun pabrik cat dan industri kosmetik.
“Hari ini sudah ada dua perusahaan yang mengurus izin usaha. Satu pabrik cat di selatan, tepatnya di Desa Depokrejo Kecamatan Ngombol. Sedangkan pabrik kosmetik di utara, di Loano sedang berproses. Tanah sudah dibebaskan bahkan sudah mulai dibangun,” jelas Dion saat ditemui media usai acara sarasehan.

Ia menegaskan bahwa meski kondisi makro sedang sulit namun Pemda Purworejo terus berbenah agar investor bisa masuk, khususnya investasi untuk padat karya.
Hal ini, lanjutnya, merupakan langkah progresif dari waktu sebelumnya. Dion berharap agar jumlah investor yang masuk akan meningkat. Terkait dengan hal tersebut dirinya meminta agar semua pihak dapat menjaga iklim investasi di Purworejo.
Saat sarasehan berlangsung, Dion menekankan pentingnya harmonisasi antara pengusaha dan pekerja. Pemda sebagai katalisator harus menjaga iklim agar regulasi tidak berat sebelah.
“Harmonisasi penting karena hari ini kita dihadapkan pada tantangan berat, sehingga semua pihak harus berkolaborasi dan tidak terpisah satu sama lain. Saya mohon pekerja dan pengusaha guyup rukun menghadapi permasalahan bersama,” tegas Dion.
Dirinya bersyukur Peringatan Hari Buruh di Purworejo berjalan kondusif dan diisi dengan kegiatan positif. Termasuk baksos berupa cek kesehatan gratis. Ia pun mengajak pengusaha mengedepankan hak-hak pekerja, tetapi mereka juga bisa tetap berproduksi dengan semestinya.
Dalam forum itu dirinya juga meminta agar pekerja di Purworejo dapat meningkatkan SDM. Dengan meningkatnya kualitas pekerja dirinya yakin akan dapat menaikkan pendapatan.
Saat ini jumlah anggota SPSI di Purworejo ada sekitar 4.000-an orang. Mereka berasal dari pabrik ban, tekstil, rokok, dan juga kuli panggul. Acara diakhiri dengan bagi-bagi door prize bagi ratusan perwakilan pekerja yang mengikuti sarasehan.
Dalam kesempatan itu juga diserahkan santunan kematian bagi pekerja yang meninggal dunia, diterima oleh ahli waris. (Dia)



































Comment