PURWOREJO, Rombongan guru beserta Kepala SMPN 39, Sugeng Subagyo, mengantar Prastowo Widagdo dalam acara Lepas Sambut Kepala SMPN 2 Purworejo. Ketua Komite SMPN 39, Suhartono pun turut serta dalam acara yang dihelat di Ruang Multimedia SMPN 2 pada Kamis (30/3/2026).
Kadisdikbud Yudhie Agung Prihatno beserta jajaran komite serta Ketua Alumni Hermawan Wahyu Utomo, juga turut hadir bersama Plt SMPN 2 sebelumnya, Wahyu Kurnia Lestari. Kepala SMPN 1 Warno Dwi Antoro dan Kepala SMPN 4 Teguh Prayitno turut menghadiri acara lepas sambut tersebut.
Sebagai Plt Kepala SMPN 2 sebelumnya,
Wahyu Kurnia Lestari pun berrpamitan.
Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama guru dan komite, sehingga bisa bertugas di SMPN 2 yang sudah berprestasi sebelumnya.
“Saya yakin Pak Prastowo bisa membawa SMPN 2 lebih baik lagi. Terima kasih kepada Kadisdikbud, saya sudah diberi kesempatan belajar di SMPN 2. Nantinya hal-hal yang baik bisa saya bawa di SMPN 6, tempat saya menjadi kepala sekolah secara definitif,” ucap Wahyu.
Dirinya mengakui, menjadi Plt kepala SMPN 2 tidaklah mudah. Karena adanya tantangan untuk tetap mempertahankan prestasi sekolah yang telah diperoleh di waktu sebelumnya.
Adapun Prastowo, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak termasuk ketua komite. Sebagai guru yang sebelumnya pernah mengajar di SMPN 2, Prastowo merasa kembali ke “rumahnya”.

Guru Seni itu pun membawakan sebuah puisi ciptaannya sendiri berjudul “Aku Kembali” yang dibacakan di sela sambutannya.
Adapun Ketua Komite SMPN 39 menuturkan, Prastowo telah bertugas sebagai kepala sekolah di sana selama tiga tahun delapan bulan. Menurutnya, banyak sekali jasa Prastowo di SMPN 39 selama ini. Ia pun berpesan agar silaturahmi tetap terjalin.
Di sisi lain, Ketua Komite SMPN 2 yang diwakili Masrukin berharap agar Prastowo mampu menjadi pemimpin yang ngayomi dan membawa kebaikan. Pihaknya akan mendukung penuh setiap kebijakan yang konstruktif dan melibatkan peran semua pihak.
Terkait proses serah terima jabatan, Kadisdikbud Yudhie menyatakan, harus ada mekanisme sertijab yang berkaitan dengan memori jabatan. Hal itu mengingat ada serah terima terkait keuangan dan aset. “Jangan sampai ada aset yang sudah diterimakan tapi ternyata belum ada,” jelas Yudhie saat menyampaikan sambutan.
Kepada Prastowo dirinya berharap agar dapat menjadi agen perubahan yang positif. Serta bisa berkolaborasi dengan segenap sivitas akademika. Termasuk dengan komite, guru, orangtua siswa, dan masyarakat.
Ia menandaskan, sebagai kepala sekolah yang paling penting adalah peran manajerialnya. Ia berharap SMPN 2 dapat lebih baik dari sebelumnya dan mendukung program pemerintah baik pusat maupun daerah.
Dalam acara lepas sambut tersebut Wahyu Kurnia mendapatkan kenang-kenangan dari warga SMPN 2 yang diserahkan oleh Masrukin. (Dia)



































Comment