BAYAN, Di balik deretan kandang unggas yang menjadi denyut nadi perekonomian Desa Tangkisan, Bayan, tersimpan tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan. Ketika sanitasi kandang dan biosekuriti belum diterapkan secara optimal, risiko penyakit zoonosis dapat mengancam kesehatan pekerja maupun masyarakat sekitar.
Terkait hal tersebut mahasiswa KKN Tematik IPTEK bagi Desa Binaan Universitas Diponegoro (KKN-T IDBU) 59 dari Program Studi Kesehatan Masyarakat menghadirkan program penguatan biosekuriti dan edukasi sanitasi kandang di UD Bina Lestari, Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Hal ini dilakukan sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya tujuan ketiga yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Program ini digagas oleh Syawalfa Rezkazia Is Khawarindu, Allya Larasati, dan Delia Bunga Lestari sebagai implementasi keilmuan kesehatan masyarakat melalui pendekatan epidemiologi dan kesehatan lingkungan.
Kepada media, Syawalfa menjelaskan, kegiatan diawali dengan observasi lapangan menggunakan lembar observasi biosekuriti untuk mengidentifikasi faktor risiko zoonosis di lingkungan kandang.
“Hasil observasi menunjukkan bahwa beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, seperti kebersihan kandang, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengaturan lalu lintas orang dan peralatan, pengendalian hama, serta pelaksanaan desinfeksi secara rutin,” ujar Syawalfa, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan temuan tersebut, timnya menyusun rekomendasi perbaikan sebagai acuan bagi peternak dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan penyakit zoonosis secara efektif dan berkelanjutan.
Tak hanya itu. Sebagai media edukasi, tim juga menyusun leaflet bertajuk Praktik Sanitasi yang Baik (Good Sanitation Practices/GSP). Yakni memuat panduan mengenai sanitasi kandang, prosedur pembersihan dan desinfeksi, pengelolaan limbah, pengendalian vektor dan hama, penggunaan APD, serta pencegahan penyakit zoonosis.

Selain itu, tim juga memasang poster edukasi yang mengingatkan peternak untuk menjaga kebersihan kandang, mencuci tangan setelah kontak dengan ternak, menggunakan APD, serta memantau kondisi lingkungan kandang secara rutin. Meliputi suhu dan sirkulasi udara, tingkat kelembapan, ketersediaan air minum (water level), dan kadar gas amonia.
“Poster tersebut juga mengimbau peternak agar segera melaporkan apabila ditemukan unggas yang sakit atau mati mendadak sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyakit zoonosis,” imbuhnya.
Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan tersebut, pihaknya berharap kesadaran peternak terhadap pentingnya biosekuriti semakin meningkat. Penerapan biosekuriti tidak hanya mendukung kesehatan dan produktivitas ternak, tetapi juga melindungi pekerja peternakan, keluarga peternak, serta masyarakat sekitar dari risiko penyakit zoonosis.
Syawalfa pun menegaskan bahwa identifikasi faktor risiko merupakan langkah awal agar upaya pencegahan penyakit zoonosis dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Dengan mengetahui faktor risiko di lapangan, kami dapat memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi peternakan,” ujarnya.
Adapun Allya Larasati menambahkan bahwa leaflet dan poster diharapkan menjadi media edukasi yang dapat terus dimanfaatkan oleh peternak. “Harapannya, penerapan biosekuriti dan sanitasi kandang dapat menjadi kebiasaan sehari-hari,” tuturnya.
Di sisi lain, Delia Bunga Lestari mengatakan bahwa keberhasilan pencegahan zoonosis memerlukan komitmen bersama agar kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan tetap terjaga.
Program ini juga mendukung konsep One Health yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Pada akhirnya, kandang yang sehat bukan sekadar tempat tumbuhnya ternak yang produktif, melainkan benteng pertama dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T IDBU 59 Universitas Diponegoro berharap penerapan biosekuriti dapat menjadi budaya yang mengakar di lingkungan peternakan, sehingga tercipta peternakan yang lebih sehat, aman, produktif, dan berkelanjutan sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. (Dia)



































Comment