KUTOARJO, Semakin mudahnya akses informasi karena kemajuan teknologi melalui media membuat tidak ada lagi batas. Termasuk kebebasan mengakses berbagai kanal dalam bentuk audio visual sehingga tak jarang menimbulkan persoalan sosial. Diantaranya maraknya pergaulan bebas dan pernikahan dini.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan akibat pergaulan bebas dan pernikahan dini tersebut, SMK Institut Indonesia (ii) Kutoarjo menggelar kegiatan Jumat Berkah berupa sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas dan Pencegahan Perkawinan Usia Dini.
Kegiatan yang diadakan pada Jumat (16/10/2026) di indoor sekolah tersebut menghadirkan pemateri Kepala KUA Kecamatan Kutoarjo, Muhammad Makhrus. Siswa pun mengikuti sosialisasi dan berinteraksi dengan pemateri.

Kepala SMK ii Kutoarjo, Shinta Kusumastuti menjelaskan, sosialisasi dilakukan agar anak-anak lebih cerdas, bergaul sehat sehingga masa depan hebat. “Karena bahaya pernikahan dini tidak hanya dari segi mental tetapi juga dari kesehatan,” kata Shinta.
Ia pun memaparkan tujuan diadakannya sosialisasi. Diantaranya terbentuknya remaja yang cerdas dan berakhlak, menekan angka pernikahan dini dan putus sekolah hingga nol.
“Selain itu juga agar siswa berani menjadi agen perubahan (peer educator). Juga sebagai bentuk
sinergi sekolah, orang tua, dan KUA. Serta menjaga nama baik dan masa depan SMK ii,” imbuh Shinta.
Ia berharap, ke depan tidak ada lagi siswa SMK ii Kutoarjo yang salah melangkah. “Kami ingin anak-anak pulang membawa ilmu, bukan hanya sertifikat. Pulang dengan tekad untuk menjaga kehormatan diri, meraih bintang setinggi-tingginya, dan membuktikan bahwa siswa SMK adalah remaja yang cerdas, bergaul sehat, dan masa depannya hebat,” pungkasnya. (Dia)


































Comment