Beranda » Peringati Hari Lahir Pancasila, Ratusan Riders Ikuti Purworidejo #2 Touring Patriot Jelajahi Menoreh

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ratusan Riders Ikuti Purworidejo #2 Touring Patriot Jelajahi Menoreh

PURWOREJO, Ratusan riders atau pengendara sepeda motor mengikuti Purworidejo#2 Touring Patriot Jelajah Menoreh. Event yang diselenggarakan oleh Perumda Aneka Usaha Purworejo (PDAU) pada Minggu (9/6) pagi itu dimulai dari Pendopo dan berakhir di Hotel Ganesha. Bupati Yuli Hastuti mengibarkan bendera start tanda dimulainya touring.

Beberapa kepala OPD tampak hadir bersama  Ketua KPU Jarot Sarwosambodo, serta Direktur PDAM Hermawan Wahyu Utomo bersama tuan rumah Pit Direktur PDAU Purworejo, Anggit Wahyu Nugroho.

Anggit menyampaikan, event ini sudah pernah diselenggarakan sebelumnya. “Ini merupakan yang kedua kalinya. Tahun lalu bertepatan dengan hari jadi Purworejo. Karena pada bulan Februari lalu cuaca tidak mendukung, event diundur bulan Juni ini sekaligus untuk memperingati Hari Lahir Pancasila,” tuturnya.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang, menghormati, sekaligus menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara Indonesia dengan lahirnya lima sila yang dikenal dengan nama Pancasila, tetapi juga dapat menjadi ajang untuk menyatukan seluruh masyarakat dengan segala kemajemukan latar belakang yang ada,” ujar Anggit.

Menurutnya, acara ini bertujuan untuk membentuk pemuda yang sehat, bebas dari narkoba, dan peduli akan safety riding. Melalui perjalanan menjelajahi Menoreh, para peserta juga diajak untuk mengenal lebih dekat obyek wisata di sekitarnya.

Bupati Yuli Hastuti mengibarkan bendera start

‘Selain itu event ini juga untuk menyalurkan hobi pecinta motor, menjalin hubungan dengan masyarakat secara luas, serta mempererat hubungan baik dengan semua komunitas motor di Kabupaten Purworejo,” katanya.

Adapun rute yang ditempuh dalam touring ini adalah dari Pendopo Bupati menuju Cangkrep, Pasar Soko, Semagung, Pasar Plampang, Suaka Margasatwa Sermo, dan Check Point di Rest Area Waduk Sermo. Dari Waduk Sermo, peserta melanjutkan perjalanan menuju Sungapan, Gunung Gajah, Menoreh Dreamland, Pandanrejo, Mliwis Hill, Pucungroto, Plono, Sedayu, Cacaban Lor, dan Check Point di Sikepel.

Di Sikepel, peserta beristirahat sambil mengumpulkan kupon doorprize.  Selanjutnya para riders menuju Kalijambe dan akhirnya kembali ke Purworejo kota, dengan finish di Hotel Ganesha Purworejo.

Anggit menambahkan alasan memilih rute keliling Menoreh adalah karena banyak potensi wisata yang dapat dikenal masyarakat. ‘Menorehjuga merupakan legend di wilayah Purworejo, sehingga menarik untuk diangkat, ujarnya.

Untuk memastikan keselamatan para peserta, sebelum pemberangkatan dilakukan pengarahan oleh Road Captain touring, Didi. Dia mengingatkan peserta untuk memeriksa kendaraan, rem, klakson, riting, dan perlengkapan lainnya.

Kabag Umum Keuangan dan Plt Direktur PDAU

Didi menekankan bahwa ini adalah Fun Touring, sehingga peserta tidak boleh kebut-kebutan di jalan. “Start bareng, finish bareng. Jika ngantuk, istirahat,” katanya. Didi menambahkan Touring tahun ini tidak seperti tahun lalu yang menempuh perjalanan 150 km. Kali ini hanya sekitar 3-4 jam perjalanan.

Di kesempatan yang sama Bupati Yuli Hastuti berharap ajang ini dapat mempererat persaudaraan dan mempromosikan potensi wisata perbukitan. “Selamat touring, jaga kekompakan dan keselamatan di jalan bersama-sama,” pesan Bupati.

Event kali ini menurut Anggit agak berbeda dengan tahun lalu, karena dirangkai dengan kegiatan yang lain. Dengan tujuan untuk pengendalian inflasi, pada hari ini juga diselenggarakan Bazar Pangan dan servis hemat motor yang berkolaborasi dengan vendor PDAU.

Anggit berharap event ini jadi event rutin tahunan karena masyarakat cukup antusias. “Ternyata banyak yang menanyakan, kapan ada touring lagi,” ungkapnya.

Dengan semangat patriotisme yang dikobarkan dalam setiap putaran roda, acara ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengenang dan menghargai nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. (Ita)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *