Beranda Ā» Istri Nelayan Purworejo Ikuti Bimtek, Olah Ikan Jadi Abon dan Empek-empek Sutra

Istri Nelayan Purworejo Ikuti Bimtek, Olah Ikan Jadi Abon dan Empek-empek Sutra

GRABAG, Sekitar 100 istri nelayan yang berasal dari Kecamatan Grabag dan Butuh tampak sibuk membuat abon dan empek-empek sutra dengan bahan baku ikan. Bertempat di pendopo Balai Desa Nambangan Kecamatan Grabag, mereka dibagi dalam empat kelompok dan dengan antusias membuat abon dan empek-empek sutra dari mulai awal hingga jadi.

Mereka merupakan peserta bimbingan teknik pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan yang diselenggarakan oleh anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP Dapil Jateng VI Vita Ervina dengan mitra Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan yang diadakan pada Selasa (24/10) tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para pelaku perikanan. “Para nelayan biasanya langsung menjual hasil tangkapan ikannya. Padahal kalau diolah bisa untuk dikembangkan di rumah dan menambah perekonomian. Makanya kita dorong ibu-ibu ini untuk ikut bimtek supaya bisa mengolahnya,” jelas Vita saat berada di lokasi bimtek.

Vita menambahkan, para peserta berasal dari 24 desa yang ada di Kecamatan Grabag dan Butuh. Ia menyebutkan, wilayah Purworejo memiliki garis pantai sepanjang 21,5 Km dan memiliki potensi yang sangat besar di sektor Perikanan Tangkap (Laut). Potensi perikanan tangkap dan budidaya air tawar berada di wilayah pesisir selatan, yaitu Kecamatan Grabag, Butuh, dan Kutoarjo

Vita Ervina (tengah) saat berada di lokasi bimtek, Balai Desa Nambangan Grabag

“Bagi masyarakat pelaku perikanan tangkap, jangan hanya terbiasa dengan menjual ikan segar saja, tapi juga menjual olahan ikan yang tentunya secara harga akan lebih baik,” ujar Vita yang didampingi pihak Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Teguh Suprayogi dan Kabid Perikanan Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (LHP) Suyud Jatmiko.

Suyud menjelaskan, pemateri berasal dari kelompok pengolah ikan binaan Dinas LHP dengan tujuan agar peserta dapat mengolah hasil tangkapan ikan yang diperoleh, sehingga ada perputaran ekonomi. Adapun jenis ikan yang bisa diolah menjadi abon maupun empek-empek sutra yakni bawal putih, kakap merah, kerapu, dan jahan. Bisa juga diganti dengan ikan lele.

Anggota DPRD dari Fraksi PDIP yang berasal dari Kecamatan Grabag, Erwin Sulistyaniyang ikut dalam rombongan mengatakan, pihaknya menggandeng ibu-ibu PKK binaan dari 20 desa di Kecamatan Grabag dan empat desa di Butuh.

Vita melihat proses pembuatan cuko untuk empek-empek


Selain melakukan bimtek, Vita menyebutkan, pihaknya juga memberikan bantuan yang langsung menyentuh dan berpihak kepada masyarakat. Seperti penyediaan benih dan indukan ikan, program bioflok, sarpras perikanan, alat pembuat pakan ikan, hingga perumusan kebijakan di sektor hilir.

Dirinya berharap, selain diberikan materi secara teori, kegiatan ini bisa menjadi ajang menjalin komunikasi, koordinasi, dan pengetahuan. “Harapannya masyarakat pelaku perikanan mampu meningkatkan produktivitasnya dan secara ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan,” tegas Vita.

Dewi, salah satu peserta bimtek mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menyatakan akan menularkan ilmu yang diperoleh pada pertemuan PKK di desanya. Selain itu secara pribadi ia akan memasarkannya melalui online.

Pada kesempatan tersebut Vita pun meninjau dan mencicipi hasil karya peserta berupa abon dan empek-empek sutra sambil bercengkerama dengan mereka. (Dia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *