PURWOREJO, Meski di waktu yang sama Alun-alun Purworejo dijejali tiga kegiatan sekaligus pada Minggu (8/11/2026) pagi, namun tetap saja pesona drum band Gita Dirgantara Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) mampu menghipnotis ribuan masyarakat Purworejo yang menyaksikan atraksi berkelas. Drumband Gita Dirgantara dihadirkan untuk memeriahkan kegiatan Napak Tilas Brigade 17 Tentara Pelajar (NTTP) yang diadakan oleh Paguyuban Alumni SMAN 1 Purworejo atau Muda Ganesha (MG).
Sepanjang kurang lebih empat km yang dilalui mulai SMAN 1 hingga Alun-Alun Purworejo dipadati oleh warga masyarakat yang ingin menyaksikan penampilan memukau dari para taruna AAU tersebut.
Tak hanya itu, dari rute SMAN 1 hingga Alun-Alun Purworejo sebanyak 175 personel taruna AAU termasuk mayoret dan lima tim garuda membawakan lima kali atraksi. Masing-masing di Bundaran SMPN 1, Siapa Kira, depan kantor Dinporapar, sisi timur Alun-Alun, dan depan gerbang pendopo Kabupaten Purworejo.
Penampilan memukau tersebut benar-benar menghipnotis warga yang memadati sepanjang jalan. Formasi susun drum sekaligus tampilan mayoret yang berdiri di pucuk tumpukan bass membuat kagum masyarakat yang menyaksikan atraksi tersebut.
Wakil Gubernur AAU Marsma Marsma TNI Bonang Bayuaji Gautama sesaat sebelum pelepasan drum band dari SMAN 1 menyatakan rasa bangga bisa hadir mengisi acara yang diadakan Paguyuban MG SMAN 1 dalam rangka NTTP. “Ternyata banyak sejarah besar di Purworejo ini. Kami bersedia bila diundang di tahun depan,” katanya.
Adapun Ketua Umum Paguyuban MG, Purwoko Aji Prabowo menyebutkan, kegiatan NTTP ini merupakan kali kedua yang digelar. Pada kepengurusan sebelumnya yang dipimpin oleh Wahyu Dwi Atmaji, kegiatan serupa diadakan. NTTP menempuh perjalanan long march sejauh 20 km dari Desa Wareng di Kecamatan Butuh hingga SMAN 1, dilanjutkan hingga pendopo Kabupaten Purworejo.
“Napak tilas ini adalah untuk mengenang kembali jasa para pahlawan Tentara Pelajar yang tergabung dalam Brigade 17 di bawah komando Panglima Kolonel Nasution waktu itu. Adapun wilayah 17 itu meliputi dari Banyumas, Kedu dan Jogja, yang sekarang pun menjadi wilayah Kodam Mataram,” jelas Purwoko yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Koops Udara Nasional (Kaskoopsudnas).

Dari tujuh tentara pelajar yang enam diantaranya ditembak mati oleh Belanda dan dimakamkan di Desa Wareng, adalah seorang pendiri sekaligus kepala sekolah SMAN 1 yakni Imam Pratigyo yang dimakamkan di TMP Kalibata.
Adapun tujuan NTTP adalah untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda anak-anak SMA saat ini. “Tidak hanya anak SMA, generasi muda Purworejo bahwa untuk berjuang tidak perlu menunggu dewasa, sudah bisa mengetahui untuk membela NKRI,” tegasnya.
Didampingi ketua panitia NTTP, Bernat Luhur Panuwun, Mantan Gubernur AAU ini menambahkan, peserta tidak hanya dari SMAN 1, tapi juga dari beberapa sekolah yang lain.
Tercatat sebanyak 850 orang yang dibagi menjadi 85 kelompok berjalan kaki dengan disediakan empat pos, masing-masing lima km.
“Ini supaya para peserta aman, sehat, karena ini juga cuacanya panas. Sehingga minum dan makanan kecil kita siapkan di jalan perjalanan,” ujar Purwoko.
Tak hanya itu, dalam NTTP ini panitia juga melakukan lomba karnaval yang diikuti 51 peserta. Berasal dari alumni (MG) sebanyak 18 orang dan siswa SMAN 1 (GM) 33 peserta.
Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dan mendapatkan dukungan baik dari pemda maupun pihak lain seperti drumband Gita Dirgantara dari AAU.
“Mudah-mudahan bisa agenda tahunan atas izin Bupati,” tandasnya.
Adapun Bupati Yuli Hastuti menyatakan pemda sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh MG dengan membawa dampak positif bagi mereka. “Ini menjadi semangat untuk anak-anak muda, terutama. Selain itu juga adanya drumband dari AAU bisa untuk liburan masyarakat,” ujarnya. (Dia)

















































Comment