PURWOREJO, Ulang tahun ke-71 tahun SMAN 1 Purworejo dijadikan sebagai momentum untuk memantapkan kualitas diri dan integritas. Salah satunya diwujudkan dengan meluncurkan batik Dantapurwa yang akan dijadikan seragam identitas sekolah. Diluncurkan saat upacara peringatan 71 tahun SMAN 1 pada Senin (3/8/2026), batik ini memiliki filosofi mendalam pada setiap ‘coretan’ yang ditorehkan.
Dari rilis yang disampaikan Humas SMAN 1, Ainun Hamidah kepada media disebutkan, Batik Dantapurwa ini merupakan hasil karya lima siswa. Yakni Adila Safira (10-G), Garneta Widya Rasendriya (11-H), Khaira Apta Azarine (11-K), Maida Sela Rahmah (11-A), dan Deviana Annisabella (11-G).
Melalui seleksi oleh tim kurator yang dinilai berkompeten dan independen, Batik Dantapurwa berhasil dipilih menjadi yang paling merepresentasikan filosofi identitas SMAN 1 Purworejo.
Ainun menyebutkan, kata Danta, yang berasal dari bahasa Jawa Kuno maupun Sanskerta, berarti gading. Nama ini terinspirasi dari Ganesha Gading merupakan bagian yang paling berharga sekaligus paling kuat pada seekor gajah, sehingga menjadi lambang kekuatan, ketabahan, dan kebijaksanaan.
Sedangkan Purwa berarti awal, mula-mula, atau pertama yang menjadi harapan bahwa dari sekolah inilah bermula berbagai kebaikan, lahirnya ilmu pengetahuan, karakter yang luhur, dan generasi yang siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sebagai pusat dari keseluruhan desain, dihadirkan sosok Ganesha sebagai lambang ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Gading Ganesha yang sengaja dipatahkan untuk dijadikan alat tulis melambangkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan kekuatan terbesar yang dimiliki manusia. Sedangkan cawan modaka yang berada di tangan Ganesha dimaknai sebagai wadah ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah habis untuk digali,” jelas Ainun di sela acara Jalan sehat HUT SMAN 1, Rabu (5/7/2026).
Adapun rantai atau tasbih yang melingkar pada tangan Ganesha melambangkan bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual. Kapak yang dipegang Ganesha menjadi simbol keberanian untuk memotong segala bentuk kemalasan, keraguan, serta hambatan dalam menuntut ilmu Ular yang melingkar pada tubuh Ganesha melambangkan pengendalian diri.
“Motif bunga manggis dan durian yang distilisasi menjadi bentuk bunga dipilih sebagai simbol kekayaan alam daerah yang menjadi tempat SMA Negeri 1 Purworejo bertumbuh,” imbuh Ainun.
Pada bagian atas terdapat ornamen yang terinspirasi dari gong di Alun-Alun Purworejo, dipadukan dengan motif ukiran gunungan. Ini sebagai representasi ilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Didalamnya juga terlukis clorot, salah satu makanan khas Purworejo. Secara filosofi, clorot dibuat melalui tahapan demi tahapan dengan penuh ketelitian, pendidikan pun merupakan proses yang memerlukan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi.
Makna tersebut diperkuat oleh garis-garis melengkung yang terinspirasi dari untaian janur pembungkus clorot yang berliku, menggambarkan perjalanan setiap manusia dalam menempuh pendidikan dan kehidupan.
Adapun biru tua dipilih sebagai warna utama karena merepresentasikan kecerdasan, kepercayaan, stabilitas, dan profesionalisme yang selaras dengan dunia pendidikan. Sedangkan aksen krem, krem pasir, dan putih menghadirkan kesan hangat, elegan, dan timeless.
“Perpaduan keempatnya mencerminkan keseimbangan antara kecerdasan dan kerendahan hati, antara ketegasan dan kehangatan, yang diharapkan senantiasa melekat pada setiap insan SMA Negeri 1 Purworejo,” ungkap Ainun.
Kepala SMAN 1 Purworejo, Cahyo Winarno mengatakan, melalui Batik Danta Purwa, diharapkan setiap helai kain tidak hanya menjadi simbol identitas sekolah, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh SMAN 1.
“Ini merupakan sebuah harapan agar setiap langkah yang berawal dari sekolah ini senantiasa melahirkan insan yang berilmu. berkarakter, mencintai budayanya, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Cahyo. (Dia)








































































Comment