SEMARANG, Persiapan atlet sejak dini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Kabupaten Purworejo setelah mengikuti Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Evaluasi tidak hanya menyangkut perolehan medali, tetapi juga administrasi atlet, kedisiplinan menjaga konsentrasi, kesiapan fisik dan mental, hingga pemenuhan nutrisi untuk menunjang performa saat bertanding.
Sejumlah catatan tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran pengurus KONI Kabupaten Purworejo di kawasan Semarang Barat, Kamis (29/10/2026),malam, menjelang berakhirnya pelaksanaan Porprov yang berlangsung pada 25–30 Oktober 2026.
Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah, mengatakan secara umum seluruh atlet dapat mengikuti pertandingan dengan baik dan selamat. Meski demikian, terdapat persoalan pada cabang olahraga aeromodelling yang menjadi catatan dalam pelaksanaan kompetisi.
Menurutnya, terjadi perbedaan pemahaman aturan antara atlet dan wasit. Penjelasan mengenai aturan yang dipersoalkan dinilai belum disampaikan secara terperinci sehingga atlet Purworejo memutuskan tidak melanjutkan pertandingan.
“Secara umum pertandingan berjalan lancar. Namun, di aeromodelling ada perbedaan sudut pandang mengenai aturan antara atlet dan wasit. Ini menjadi catatan agar penyelenggaraan pertandingan ke depan lebih profesional dan menggunakan aturan terbaru,” ujarnya.
Dari sisi perolehan medali, Abdullah menyebut kontingen Purworejo telah melampaui target total medali yang ditetapkan. Namun, hingga Kamis malam, target enam medali emas belum tercapai. Ia masih berharap sejumlah cabang olahraga yang bertanding pada hari terakhir dapat menambah perolehan emas.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah cabang olahraga biliar. Perolehan dua medali emas pada Porprov kali ini berpeluang mencatat sejarah baru bagi Purworejo. Pada penyelenggaraan sebelumnya, biliar baru mampu menyumbangkan satu medali emas.
Di luar hasil pertandingan, Abdullah menyoroti persoalan administrasi yang dialami sejumlah atlet. Menurutnya, proses penetapan kontingen ke depan harus dilakukan lebih cermat agar kendala administratif tidak menghambat keikutsertaan atlet dalam kompetisi.
Kedisiplinan atlet juga menjadi perhatian. Ia mengamati masih ada atlet yang menggunakan telepon genggam ketika menunggu giliran bertanding. Padahal, atlet seharusnya mulai menjaga fokus dan konsentrasi sebelum memasuki arena.
Selain latihan teknik dan fisik, pembinaan ke depan perlu mencakup kesiapan psikologis, pengaturan stamina, pola makan, serta pemenuhan nutrisi sesuai kebutuhan atlet.
Abdullah menilai berbagai aspek tersebut harus dipersiapkan secara menyeluruh, terlebih Purworejo akan menjadi tuan rumah Porprov mendatang. Pembinaan atlet sejak dini perlu segera dilakukan setelah gelaran tahun ini berakhir.
Dengan persiapan yang lebih matang, atlet diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga disiplin menjaga kondisi tubuh dan mampu mengelola konsentrasi saat bertanding demi membawa nama Kabupaten Purworejo.(Dia)

















































Comment