KUTOARJO, SMP Negeri 5 Purworejo melaunching buku antologi cerpen karya siswa yang berjudul “Riak-Riak Kecil Anak Negeri”. Launching buku dilakukan oleh Kepala SMPN 5 Purworejo Dwi Retno Untari, serta ditandai penyerahan buku kepada Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo, di aula sekolah, Rabu (28/10/2026).
Buku berisi 24 karya siswa tersebut, juga merupakan output pelatihan menulis cerpen, yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Kegiatan merupakan hasil kolaborasi SMP Negeri 5 dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Dwi Retno Untari menyebut, proses terwujudnya antologi cerpen ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui tahapan kurasi serta seleksi ketat terhadap karya-karya terbaik para siswa. “Semangat anak-anak dalam menuangkan ide cerita diasah hingga menghasilkan karya yang layak diterbitkan,” ujar Dwi Retno Untari.
Menurutnya, peluncuran karya ini merupakan langkah strategis sekolah untuk meningkatkan literasi di lingkungan pendidikan. “Melalui proses kreatif ini, kami berharap terbentuk karakter peserta didik yang semakin baik,” katanya.
Di balik keindahan setiap lembar cerita, ada sentuhan dingin jajaran guru SMPN 5 Purworejo yang bertindak sebagai tim editor. Proses penyuntingan naskah dikomandani langsung oleh Anastasia, guru yang telaten membimbing para siswa hingga naskah siap cetak
Sementara dalam sambutannya Kepala Bidang Perpustakaan Sigit Sudibyo, menyampaikan selamat dan mengapresiasi diterbitkannya buku karya siswa SMPN 5 tersebut. “Tidak semua sekolah mampu dan mau memfasilitasi penerbitan buku karya siswa, sehingga dengan semangat seperti ini diharapkan semakin banyak buku karya siswa atau guru yang diterbitkan di masa-masa mendatang,” kata Sigit.
Ia juga menyampaikan, pihaknya selalu berupaya memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan peningkatan literasi. “Perpustakaan terus bergerak ke berbagai lini, bukan sekedar tempat membaca dan meminjam buku, namun juga berupaya menjelma menjadi pusat kegiatan masyarakat, melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” tandasnya. (Dia)
















































Comment