NGOMBOL, Kemudahan mengakses informasi melalui media digital belum sepenuhnya diimbangi kemampuan masyarakat dalam memilah kebenaran informasi. Foto dan video yang beredar di media sosial kerap langsung dipercaya tanpa terlebih dahulu dipastikan sumber dan faktanya.
Keresahan tersebut mendorong Yayasan Cakrawala Saka Internasional menggelar workshop bertema Peranan Media dalam Partisipasi Politik. Kegiatan yang menggandeng Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sumberrejo itu berlangsung di gudang KDMP Sumberrejo, Minggu (1/11/2026), dengan sasaran warga setempat.
Ketua Yayasan Cakrawala Saka Internasional sekaligus Ketua KDMP Sumberrejo, Muhammad Fahrur Ngizza, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap kebiasaan masyarakat yang mudah mempercayai informasi tanpa melakukan verifikasi.
“Masyarakat kalau melihat foto atau video, langsung meyakini bahwa berita itu benar. Dengan workshop ini harapannya masyarakat lebih tergugah lagi. Tidak menganggap yang ada di media sosial semua benar.
Masyarakat lebih selektif dalam menerima berita,” ungkapnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap media menjadi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu bersikap kritis dan bijak dalam memanfaatkannya.
Yayasan Cakrawala juga menyediakan voucher belanja senilai Rp15 juta, dibagikan kepada 300 warga yang hadir. Voucher tersebut dapat digunakan untuk berbelanja di minimarket KDMP Sumberrejo.
Hadir mewakili Bupati Purworejo, Kepala Dinkominfostasandi, Ganis Pramudito. Ia pun mengajak masyarakat lebih berhati-hati menggunakan media digital.
Menurutnya, kemudahan dan kecepatan penyebaran informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab. Media sosial, termasuk status WhatsApp, semestinya dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi positif dan menghibur, bukan untuk menyerang orang lain.

“Status WA misalnya, dipakai untuk menginfokan sesuatu yang positif, menghibur. Jangan digunakan untuk menyerang orang lain, mencaci maki, karena bisa menimbulkan perpecahan dan terkena Undang-Undang ITE,” imbau Ganis.
Ia juga menyampaikan pesan Bupati Purworejo agar masyarakat senantiasa menjaga kerukunan dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sumberrejo, Sugito, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Menurutnya, literasi digital dan pemahaman teknologi merupakan kunci utama agar masyarakat desa tidak tertinggal di era modern.
“Sangat bagus karena memang ini salah satu edukasi untuk masyarakat ya. Biar bagaimana pun juga, suatu desa itu bisa maju apabila semua masyarakatnya paham tentang era digitalisasi. Seperti acara di hari ini, komunikasi dan kemajuan zaman harus kita ikuti supaya masyarakat juga melek komputerisasi,” ujar Sugito.
Ia juga menambahkan bahwa kemajuan teknologi saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi semata, melainkan dapat dioptimalkan untuk mendorong sektor-sektor produktif di desanya.
“Banyak alat komunikasi dan platform digital yang bisa membantu untuk kemajuan, baik itu dari sektor pertanian, perdagangan ritel, dan bidang-bidang lainnya,” imbuh Sugito.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni anggota KPU Purworejo Imam Turmudzi dan pegiat media sosial Ade Nugroho.
Acara juga dihadiri oleh Anggota DPRD Awan Yoga dan Akhmad Afif, perwakilan Bakesbangpol, Dinas Koperasi, serta PIC Agrinas.(Ita)

















































Comment