BUTUH, Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta wilayah berdasarkan Pancasila, UUD Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Penerapan bela negara dalam kehidupan pelajar dapat dilakukan antara lain dengan bangga menggunakan produk Indonesia, menjaga nama baik bangsa, menjaga lingkungan, mematuhi peraturan sekolah, menghormati perbedaan, rajin beribadah, dan membantu teman.
Hal tersebut disampaikan oleh Kadisdikbud Purworejo, Yudhie Agung Prihatno saat menjadi salah satu narasumber dalam Sosialisasi Moderasi Beragama, Wawasan Kebangsaan, dan Bijak dalam Bermedia Sosial di SMPN 28 pada Selasa (27/10/2026). Selain Kadisdikbud, dua pemateri lain dalam sosialisasi untuk siswa kelas 7, 8, dan 9 SMPN 28 yakni Pimpinan BAZNAS Purworejo Nurul Komariah, dan Pengurus FKUB Purworejo Andreas Rudhy.
Lebih lanjut Yudhie menyampaikan bahwa tantangan generasi muda di era digital meliputi penyebaran hoaks dan disinformasi, menurunnya semangat persatuan, pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai bangsa, penyalahgunaan teknologi dan media sosial, serta persaingan global yang semakin ketat.
“Melalui sosialisasi ini, saya berharap agar anak-anak memahami bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya berupa pengetahuan. Tetapi juga perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan melaksanakan tanggung jawab sebagai warga negara,” kata Yudhie.
Adapun pemateri lainnya, Andreas Rudhy menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang mengambil posisi tengah, mengedepankan keadilan dan keseimbangan, serta menghindari sikap ekstrem dalam praktik beragama.
Menurutnya, konflik dapat muncul ketika agama dipolitisasi. Oleh karena itu, nilai-nilai agama perlu dipahami dan diterapkan untuk mendukung kedamaian serta kerukunan. “Pentingnya memahami ilmu agama. Ilmu agama berkembang melalui pemahaman dan penafsiran yang dipengaruhi oleh latar belakang serta tradisi masing-masing. Oleh karena itu, pemahaman agama perlu disertai pengetahuan yang baik,” kata Rudhy.
Melalui sosialisasi ini, peserta diajak memahami pentingnya menempatkan perbedaan keyakinan secara proporsional, mengedepankan nilai kemanusiaan, serta membangun kebersamaan dalam keberagaman.

Adapun Pimpinan BAZNAS yang menyampaikan materi Bijak dalam Bermedia Sosial menjelaskan bahwa media sosial (medsos) merupakan platform komunikasi berbasis internet yang memungkinkan seseorang berinteraksi, berkomunikasi, serta berbagi informasi, foto, video, dan pendapat dengan cepat dan mudah.
Ia pun mengajak para siswa agar bijak menggunakan medsos dengan mengedepankan Prinsip THINK sebelum mengunggah atau membagikan informasi. Yakni True (benar), Helpful (bermanfaat), Inspiring (menginspirasi), Necessary (penting), dan Kind (santun).
“Setiap pengguna perlu mempertimbangkan dampak dari informasi yang dibagikan, menghormati orang lain, menjaga privasi, dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Tak hanya menerima materi, dalam sosialisasi tersebut para siswa juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaan kepada para narasumber. Selain itu seluruh siswa diharapkan berperan dalam menjaga kerukunan, mencegah penyebaran hoaks dan intoleransi, serta membangun lingkungan sekolah yang damai, toleran, dan berkarakter kebangsaan.
Kepala SMPN 28 Purworejo Mursidatul Kasanah dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari penerimaan dan dukungan pihak sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan FKUB di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan FKUB ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya moderasi beragama, wawasan kebangsaan, dan etika bermedia sosial dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mursidatul Kasanah.
Ketua FKUB Purworejo yang diwakil Wakil Ketua KH Muhammad Haekal pun menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. (Dia)
















































Comment