GEBANG, Dalam rangka kegiatan tambahan lintas mata pelajaran, SMPN 22 Purworejo mengadakan kegiatan kokurikuler untuk siswa kelas 7, 8, dan 9 selama satu minggu. Kegiatan ini mengacu pada pada Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum yang merevisi aturan sebelumnya Permendikbudristek No. 12 tahun 2024, Peraturan Kepala BSKAP Nomor 058/H/KR/2025 tentang pelaksanaan teknis mengenai kriteria pencapaian kompetensi dalam kokurikuler.
Kepala SMPN 22, Sarjono menyebutkan, kegiatan kokukurikuler ini memiliki tujuan untuk menautkan teori dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga untuk menguatkan delapan Dimensi Profil Kelulusan, mengembangkan keterampilan abad ke-21. Serta memperkuat kemampuan literasi dan numerasi, membudayakan pembiasaan positif melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Dalam kegiatan kokurikuler yang berlangsung tanggal 19 sampai 24 Oktober 2026, bertempat di kelas, aula, dan lingkungan sekolah, beberapa rangkaian materi disampaikan. Salah satunya
sosialisasi antisipasi bahaya judol dan pinjol bagi siswa kelas 7, 8 dan 9.
Sarjono menjelaskan, materi yang disampaikan oleh staf Kominfostasandi Purworejo, Herlambang Kristiadi ini sangat penting dipahami oleh siswa karena maraknya judol dan pinjol di kalangan masyarakat saat ini yang membawa dampak negatif.
“Siswa hidup di tengah masyarakat yang heterogen yang harus dibekali dengan pengetahuan tentang bentuk-bentuk judol dan pinjol. Termasuk risiko yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut dan bagaimana cara menghindarinya agar tidak ikut-ikutan melakukan pinjol dan judol,” kata Sarjono.

Adapun untuk siswa kelas 7 diberikan materi kokurikuler oleh tim kokurikuler sekolah tentang pengelolaan keuangan. “Dengan adanya kegiatan ini siswa bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta kebiasaan menabung sejak dini,” jelas kepala sekolah.
Sedangkan siswa kelas 8 belajar tentang mengelola anggaran, mengambil keputusan terkait finansial, mengasah jiwa kewirausahaan, dan menjaga keamanan transaksi digital. Berikutnya, siswa kelas 9 diberikan materi tentang perencanaan keuangan dan kewirausahaan melalui kegiatan market day. Siswa belajar merencanakan sebuah usaha, melakukan penjualan, dan menghitung keuntungan dari jual beli yang dilakukan. Siswa kelas 9 memasang stand jualan di aula.
Dalam kegiatan ini siswa kelas 7 dan kelas 8 menjadi pembeli. Siswa terlihat senang dan terkesan dengan kegiatan market day. Menurut Sarjono, siswa perlu dibekali keterampilan kewirausahaan sejak dini untuk bekal hidup kelak di kemudian hari.
“Siswa hidup di era yang penuh tantangan yang keras sehingga perlu dibekali berbagai lifeskill agar mereka dapat bertahan hidup dan sanggup menghadapi tantangan, menjadi generasi yang tangguh dan tidak mudah putus asa,” ujarnya.
Kegiatan kokurikuler di hari terakhir, Sabtu 24 Oktober 2026 berupa pemutaran video hasil karya siswa tentang ajakan anti judol dan pinjol. Kreativitas siswa membuat video merupakan bentuk pengembangkan bakat dan minat siswa di bidang teknologi dan informatika sebagai salah satu lifeskill yang perlu terus diasah.
Di akhir sesi diadakan refleksi kegiatan oleh siswa selama satu minggu mengikuti kegiatan kokurikuler. Sarjono berharap setelah kegiatan kokurikuler lintas mapel ini, siswa dapat lebih mendalam dalam memahami suatu bidang ilmu dan dapt mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dalam konteks kehidupan sehari-hari. (Dia)
















































Comment