PURWOREJO, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo menargetkan minimal enam medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di wilayah Semarang Raya pada 25–30 Oktober 2026.
Target tersebut disampaikan Ketua KONI Purworejo, M Abdullah, saat pelepasan kontingen Porprov XVII Jateng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Rabu (21/10/2026).
Abdullah mengatakan, target enam emas menjadi sasaran yang ingin dicapai setelah pada Porprov 2023 Purworejo meraih empat medali emas, sembilan perak, dan 13 perunggu.
“Kita tidak muluk-muluk. Tahun 2023 Purworejo mendapatkan empat emas. Maka di tahun 2026 ini setidak-tidaknya minimal enam medali emas,” ungkapnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Bupati Yuli Hastuti menyiapkan bonus hingga Rp75 juta bagi atlet beregu yang berhasil meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Sementara itu, atlet perorangan peraih emas akan mendapatkan bonus Rp50 juta sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mengharumkan nama daerah.
Selain peraih emas, pemerintah daerah juga menyiapkan penghargaan bagi atlet yang meraih medali perak dan perunggu. Untuk atlet perorangan, bonus perak sebesar Rp30 juta dan perunggu Rp15 juta. Adapun atlet beregu peraih perak mendapat Rp40 juta dan perunggu Rp25 juta.
Tak hanya itu, para pembina serta pelatih cabor yang atletnya berhasil meraih medali juga akan dapat kucuran bonus senilai jutaan rupiah.
Untuk pelatih perorangan, bonus yang disiapkan masing-masing Rp10 juta bagi peraih emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp4 juta untuk perunggu. Sementara pelatih beregu mendapat Rp15 juta untuk emas, Rp10 juta untuk perak, dan Rp6 juta untuk perunggu.
Adapun bonus bagi pembina olahraga ditetapkan sebesar Rp5 juta untuk emas, Rp4 juta untuk perak, dan Rp3 juta untuk perunggu.
Ketua KONI pun menjelaskan, persiapan kontingen telah dilakukan sejak akhir 2025 melalui tahapan babak kualifikasi. Dari 36 cabang olahraga (cabor) yang ada di Purworejo, sebanyak 34 cabor mengikuti babak kualifikasi Porprov. Dari jumlah tersebut, 26 cabor berhasil lolos dan berhak mengikuti kompetisi tingkat provinsi.
Kontingen Purworejo diperkuat 149 atlet yang akan bertanding pada 97 nomor pertandingan. Jumlah tersebut masih relatif terbatas dibandingkan total 830 nomor pertandingan yang dipertandingkan dalam Porprov XVII Jateng 2026.
Menurut Abdullah, kondisi itu menjadi tantangan bagi pembinaan olahraga di Purworejo agar ke depan semakin banyak atlet yang mampu lolos kualifikasi dan bersaing di tingkat provinsi.
Untuk mempersiapkan atlet, KONI telah menjalankan program latihan intensif selama enam bulan terakhir. Program tersebut mencakup latihan di dalam maupun luar daerah, uji tanding, tes kesehatan dan fisik sebanyak tiga kali, serta dukungan peralatan bagi sejumlah cabor.
KONI juga memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet, pelatih, dan ofisial sebagai perlindungan selama menjalani latihan maupun pertandingan. Selain itu, seluruh kontingen memperoleh perlengkapan berupa topi, jaket, kaus, dan sepatu untuk mendukung kebutuhan selama Porprov.
Abdullah mengapresiasi perjuangan atlet yang telah melakukan persiapan secara mandiri maupun melalui dukungan program KONI. Ia mencontohkan atlet aeromodelling yang berupaya melengkapi peralatan kompetisi dengan biaya sendiri demi meningkatkan peluang meraih prestasi.
“Apresiasi untuk atlet-atlet yang memang punya daya juang luar biasa untuk membawa nama baik Kabupaten Purworejo di kancah Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, DPRD, serta seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kontingen melalui anggaran APBD. Dukungan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para atlet untuk berjuang maksimal dan memenuhi target medali yang telah ditetapkan. (Dia)


































Comment