PURWOREJO, Polres Purworejo secara resmi memulai Operasi Terpusat “Ketupat Candi 2026” Kamis (13/2/2026) sore. Usai gelar pasukan yang dipimpin Kapolres AKBP Windy Syafutra, dilakukan pemusnahan barang bukti 4.416 botol minuman keras (miras) berbagai jenis. Mulai dari ciu hingga wisky dimusnahkan di hadapan peserta apel yang dihadiri oleh Bupati Yuli Hastuti dan Komandan Kodim 0708 Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja.
Kapolres menjelaskan, ribuan botol miras tersebut merupakan hasil sitaan Operasi Pekat 2026 yang dilakukan secara intensif oleh Polres Purworejo sebelum memasuki bulan Ramadan. Langkah tegas ini diambil untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa lebaran.
Terkait Operasi Ketupat, Kapolres mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah nyata menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat menyambut Idul Fitri 1447 H. Operasi akan berlangsung selama 13 hari (13–25 Maret 2026) dengan melibatkan 456 personel kepolisian yang didukung penuh oleh instansi terkait.
“Untuk memastikan mobilitas warga berjalan lancar, petugas akan disiagakan di sembilan titik strategis. Mulai dari Pos Pengamanan (Pospam) Ketawang, Nampu, Pasar Krendetan, Plaza, Maron hingga Pos Terpadu Kutoarjo dan Pos Pelayanan di Terminal serta Stasiun,” jelas Kapolres.
Ia menambahkan, selain kesiapan fisik di lapangan, mudik tahun ini semakin dimudahkan dengan inovasi digital dari Kapolda Jateng. Bagi masyarakat yang menghadapi kendala selama perjalanan, baik pada arus mudik maupun balik, kini tersedia layanan Chatbot Pak Polisi.
Masyarakat dapat mengakses bantuan secara cepat melalui nomor WhatsApp 0877-110-110-10. Layanan ini dirancang sebagai pusat aduan dan informasi digital yang responsif bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan kepolisian di wilayah Jawa Tengah.
Tak hanya Polda Jateng yang berbeda pada Operasi Ketupat tahun ini. Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya meluncurkan sederet inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlayani dengan maksimal. Ada beberapa inovasi yang kami siapkan di titik-titik pengamanan,” ungkap Kapolres.
Beberapa layanan unggulan tersebut di antaranya adalah Projo-Bengkel Mobile untuk kendala teknis kendaraan, Projo-BBM Delivery bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan, hingga Projo-Medis yang menyediakan cek kesehatan gratis.
Bahkan, bagi pemudik yang ingin beristirahat, tersedia fasilitas mewah seperti kursi pijat otomatis, ruangan ber-AC, kopi dan mie instan gratis melalui layanan Projo-Kopimie.
Tak hanya itu, Polres Purworejo juga membuka Garasi Projo guna menitipkan Mobil dan Motor Gratis bagi warga yang hendak mudik namun khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menekankan bahwa kegiatan ini adalah operasi kemanusiaan. Ia pun berpesan agar seluruh petugas mengedepankan tanggung jawab dan empati dalam bertugas.
“Mari kita berikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Pastikan setiap warga bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” pungkas Bupati.
Dengan kesiapan personel dan inovasi layanan yang tersedia, Kabupaten Purworejo siap menyambut para pemudik dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. (Dia)




































































Comment