PURWOREJO, Ratusan siswa SMK YPP Purworejo mulai menerapkan gaya hidup cinta damai. Melalui Deklarasi Anti Kekerasan dan Guyup Rukun, mereka berikrar untuk menjaga diri dan sesama dari segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying) dan keiahatan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Mereka nuga menolak dengan tegas segala bentuk tawuran permusuhan dan tindakan yang menyakiti atau merendahkan orang lain.
Para siswa juga berikrar untuk menjunjung tinggi asas kekeluargaan, saling menghormati dan menjaga kerukunan antar teman. Juga agar selalu berakhlak mulia, berperilaku sopan, santun, serta menaati tata tertib sekolah, norma agama, dan norma sosial yang berlaku. Selain juga fokus belajar dengan giat, meraih prestasi dan menjadi teladan yang baik bagi sesama.
Ikrar ratusan siswa SMK YPP tersebut diucapkan di hadapan Pengawas SMK Cabdin VIII Achmad Chamdani, Ketua FKUB Muhamad Haidar, Kasubsi BimkemasPA LPKA Warjito, KBO Satbinmas Polres Purworejo Iptu Eko Purwanto, Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan Joko Priono, Ketua Komite Suratman, dan Kepala SMK YPP Mugi Widodo.
Dalam laporannya, ketua panitia Abdul Karim menyebutkan, deklarasi yang diadakan di Gedung Indoor SMK YPP pada Kamis (13/8/2026) ini dilakukan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa SMK YPP mengutuk keras segala bentuk kekerasan baik internal maupun eksternal.
“Deklarasi ini juga untuk mengingatkan kembali agar para siswa lebih berhati-hati dalam pergaulan sehingga tidak terjerumus ke hal negatif dan mendapat sanksi. Selain itu juga
sebagai komitmen SMK YPP mendukung program pemerintah guyup dan rukun sehingga tercipta pembelajaran yang aman dan nyaman,” jelasnya.
Tak hanya mengucapkan ikrar, seluruh peserta juga menandatangani deklarasi anti kekerasan sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan sekolah yang ramah dan aman, bebas dari kekerasan baik fisik maupun psikis.
Sebelumnya para siswa sudah melakukan outing class dengan mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Kutoarjo.

Terkait hal tersebut, Ketua Yayasan YPP Joko Priono menyebutkan, pihak sekolah bersama yayasan menyediakan gedung indoor dan lapangan sepak bola untuk memberikan kegiatan yang positif bagi siswa. Tujuannya selain untuk prestasi juga agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal negatif dan berakibat pelanggaran hukum.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga akan mendatangkan pelatih untuk menunjang prestasi mereka. “Sekolah maupun yayasan tidak henti memberikan keterampilan yang diharapkan dapat berguna di masa mendatang,” ujar Joko.
Atas nama cabdin VIII, Chamdani mengapresiasi SMK YPP yang mendeklarasikan anti keketasan. “Saya berharap ini tidak hanya sekedar deklarasi tapi dapat diaplikasikan baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Juga hubungan yang baik antara guru dan siswa, serta masyarakat,” kata Chamdani.
Ia menyebutkan, dari 40 SMK di Purworejo hanya beberapa yang sudah melakulan deklarasi, termasuk SMK YPP. Dirinya berpesan agar para siswa jangan lupa berdoa dan meminta doa kedua orangtua, berusaha, dan ikhtiar serta tawakal.
Adapun Kepala SMK Mugi Widodo optimistis siswanya dapat menjaga dan menjalankan poin-poin dalam deklarasi. “Melihat eforia siswa, saya menilai bahwa nantinya deklarasi siap dijaga dan dilaksanakan,” ujarnya.
Ia mengatakan visi SMK YPP yakni mencetak SDM yang profesional, berkarakter, dan dilandasi iman dan takwa yang kuat untuk menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Adapun misi SMK YPP, lanjut Mugi, salah satu penjabarannya yakni pembelajaran yang ramah dan aman. Guyub rukun artinya harus bersatu dalam hal positif. “Anti kekerasan artinya siswa harus berani menolak segala bentuk kekesaran baik ucapan, perbuatan, dan tindakan,” tegas Mugi.
Selanjutnya ia mengajak siswa agar mulai berkomitmen dari diri sendiri serta mengawal deklarasi yang sudah diikrarkan bersama.
Untuk mengukuhkan ikrar tersebut, para siswa mendapatkan pencerahan dari FKUB, Polres, dan LPKA. (Dia).








































































Comment