PURWOREJO, Puncak peringatan 75 tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Purworejo dirayakan dengan mengadakan seminar kebidanan. Seluruh pengurus dan ratusan anggota IBI Kabupaten Purworejo hadir untuk mengikuti seminar yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja serta komitmen bersama tersebut.
Puncak peringatan ulang tahu ke-75 IBI dihelat di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr), Minggu (28/6/2026). Staf Ahli Bupati, Rita Purnama hadir mewakili pemda, bersama organisasi profesi dan wanita. Hadir pula pihak dari Dinkesda dan DinsosdaldukKB Kabupaten Purworejo.
Di hadapan tamu undangan dan Ketua IBI Cabang Kabupaten Purworejo Endang Istirohati, Ketua Panitia Peringatan HUT IBI ke-75 Purworejo, Nurma Ika Zuliyanti menyampaikan laporan. Disebutkan bahwa kegiatan ini didasari pada Surat Edaran Pengurus Pusat IBI Nomor 3303/PPIBI/II/2026 tentang Peringatan HUT IBI ke-75 dan International Day of the Midwife (IDM) Tahun 2026.
“Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk rasa syukur serta penghargaan atas pengabdian bidan di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Purworejo, dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak,” ucap Nurma.
Disampaikan pula bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota IBI, meningkatkan semangat kebersamaan, serta memperkuat komitmen bidan dalam mendukung program pemerintah. Khususnya dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan penurunan stunting.
Nurma juga menyampaikan rangkaian kegiatan HUT IBI ke-75 yang telah dilaksanakan di Kabupaten Purworejo. Dimulai sejak bulan Maret yakni berupa pembukaan Posko OPOR Bu Bidan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
OPOR atau Organisasi Profesi Pro Perempuan merupakan program dan posko layanan kesehatan yang digagas oleh IBI Pusat. Tujuannya untuk membantu perempuan, bayi dan balita yang seringkali dibuka di posko-posko mudik di bandara, terminal, stasiun, dan area publik lainnya.
Kegiatan lain yakni bakti sosial (baksos) pada bulan Mei. Berupa pelayanan KIA-KB, bekerjasama dengan RS Aisyiyah Purworejo, TPMB, dan puskesmas.
Selain itu, lanjut Nurma, yakni kunjungan ke sesepuh IBI yang dilakukan pada awal Juni, dilanjutkan dengan ziarah ke makam para pendahulu IBI pada tanggal 5 Juni.

“Puncak peringatan HUT IBI ke-75 hari ini diikuti oleh seluruh anggota IBI Cabang Kabupaten Purworejo sejumlah 740 anggota dengan sumber dana berasal dari iuran anggota IBI Cabang Kabupaten Purworejo serta dukungan sponsor,” tutur Nurma.
Adapun Endang Istirohati menyampaikan harapannya agar momentum HUT IBI ke-75 ini semakin memperkuat komitmen seluruh bidan untuk terus meningkatkan kompetensi serta menjaga profesionalisme. Ketua IBI Kabupaten Purworejo ini juga berharap agar para bidan dapat memberikan pelayanan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Di usia yang ke-75, saya berharap agar IBI Cabang Purworejo senantiasa menjadi organisasi profesi yang penuh cinta dan kasih sayang. Bidan semakin solid, profesional, dan adaptif dalam memberikan pelayanan,” ucap Endang di hadapan pengurus dan anggota IBI Purworejo.
Ia memandaskan bahwa kebidanan berbasis hak, berpusat pada perempuan dan anak. Sehingga bisa memberikan pengabdian kepada masyarakat Purworejo di sepanjang siklus kehidupan untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Menurutnya, bidan bukan hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai sahabat, pendidik, pelindung, sekaligus inspirator bagi ibu, anak, serta keluarga.
Dalam seminar bertema Garda Terdepan untuk Generasi Emas, motivator Dwi Susi Herawati secara garis besar menyampaikan bahwa profesi bidan tetap akan dibutuhkan sepanjang masa, serta menjadi pendamping wanita selama siklus hidup.
“Para bidan juga selalu berjuang meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dalam mendukung secara langsung program pemerintah dalam upaya penurunan AKI, AKB, dan penurunan stunting,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut ia mengajak para bidan di Kabupaten Purworejo agar selalu beradaptasi dengan era digitalisasi yang semakin masif saat ini.
Seperti umumnya tasyakuran, acara diakhiri dengan potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur dan kesejahteraan bersama. (Dia)



































Comment