PURWOREJO, Sebagai sekolah yang senantiasa berupaya meningkatkan kualitasnya, SMAN 1 Purworejo kembali menorehkan prestasi dengan menjadi wakil Jawa Tengah pada lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
Pada lomba OSN, Jessica Naomi Monasoni (10-A) melaju ke jenjang nasional untuk bidang Geografi. Sedangkan pada ajang FLS3N, Maqdis Asta Kusuma (11-J) mewakili Provinsi Jawa Tengah cabang lomba Menyanyi Solo Putri.
Kepala SMAN 1 Purworejo, Cahyo Winarno melalui Humas dan Koordinator OSN, Retno Wijayanti menjelaskan, saat melaju ke tingkat provinsi, SMAN 1 Purworejo mengirimkan 11 peserta. “Namun baru satu yang berhasil lolos ke jenjang nasional yakni Naomi,” ucapnya saat ditemui di sekolah pada Jumat (21/8/2026).
Retno menambahkan, untuk memaksimalkan hasil OSN, pihak sekolah bekerjasama dengan pembina dari pihak luar secara daring maupun luring. Saat ini, Naomi yang berdomisili di Gang Glagah 1, Borokulon RT 01/RW 01, Banyuurip ini tengah berada dalam masa karantina di sekolah.
“Pelatihan mandiri di sekolah berlangsung sekitar 10 hari. Selain itu juga menjelang hari pelaksanaan akan mendapat pelatda di Semarang,” imbuh Retno.
Sedangkan prestasi di bidang FLS3N, Maqdis yang berdomisili di Desa Kebondalem, Kutoarjo ini memperoleh tiket ke level nasional setelah melalui persaingan ketat di tingkat provinsi.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan tanggal 20 hingga 25 Juli 2026 di Kota Surakarta, Maqdis tampil percaya diri secara langsung di hadapan para juri dan peserta lainnya. Adapun di tingkat nasional, kompetisi nantinya akan dilaksanakan secara daring.
Guru pembimbing vokal, Cahyaning Mentari menyebutkan, Maqdis memiliki dedikasi dan disiplin yang tinggi selama proses persiapan. “Kami bahkan secara khusus melakukan perjalanan hingga ke Semarang untuk memperdalam ilmu dan mematangkan teknik bernyanyi dengan vocal coach profesional di sana,” ujarnya.
Totalitas inilah yang membuahkan hasil manis. Mentari menjelaskan, ada empat kiat utama selama berlatih menyanyi yang diterapkan kepada Maqdis. Yakni disiplin, menjaga aset kesehatan vokal, bernyanyi dengan rasa, dan mengasah mental baja untuk menjadi juara.
Terkait dengan prestasi siswa SMAN 1 Purworejo, Cahyo Winarno mengungkapkan bahwa pencapaian para juara ini tentu bukan hanya kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga Purworejo.
Menurutnya, selama ini siswa SMAN 1 Purworejo difasilitasi untuk berkembang sesuai jenis kecerdasannya. Ia mengutip pernyataan Howard Gardner yang menyebutkan ada sembilan jenis kecerdasan yang harus diberikan wahana untuk mengaktualisasikannya.
“SMAN 1 Purworejo berkomitmen memfasilitasi kecerdasan tersebut. Insya Allah tahun 2026 ini kami mengantarkan dua siswa ke jenjang nasional. Kami memohon doa restu dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Purworejo agar Naomi dan Maqdis dapat mempersembahkan medali bagi sekolah dan Purworejo,” ujar Cahyo. (Dia)









































































Comment