PURWOREJO, Sebegai upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan Purworejo, Serat Kartini menggandeng KPU mengadakan sosialisasi Pendidikan berkelanjutan. Sosialisasi menyasar perwakilan anggota organisasi wanita yang ada di Purworejo sebanyak 40 orang.
Dihadiri Kadin PPPAPMD, Laksana Sakti, empat narasumber yang kompeten di bidangnya dihadirkan dalam sosialisasi yang diadakan di Aula Gedung PKK pada Rabu (26/8/2026) tersebut. Narasumber dari KPU yakni Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Abdul Aziz dan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu Margareta Ega Rindu.
Sedangkan dua pemateri lainnya yakni Ketua Forum UMKM Purworejo, Hesti Respatiningsih yang menyampaikan materi tentang Perempuan Ekonomi Mandiri. Juga pakar motivasi pendidikan sekaligus Direktur Sekolah Mutiara Ibu, Sisilia Maryati yang bertutur tentang Komunikasi Cerdas.
Dalam laporannya, Ketua Serat Kartini, Titik Mintarsih menyampaikan fenomena yang menjadi perhatian serius. Meliputi tingginya angka perceraian dan konflik keluarga, krisis ekonomi dan ketidakmandirian keluarga. Selain itu dampak negatif perkembangan teknologi dan pergeseran nilai serta lemahnya fungsi keluarga.
Berdasarkan kelemahan yang ditemukan dari pemilihan umum maupun dampak keluarga, maka perlunya diklat yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya perempuan, untuk mencapai beberapa tujuan. Diantaranya pendidikan pemilih serta ketahanan pangan dan keluarga.
”Melalui diklat ini diharapkan terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah yang menjadi pilar utama menuju kesuksesan keluarga, desa, hingga bangsa untuk mewujudkan Indonesia Maju,” ungkap Titik.
Adapun Kadin PPPAPMD, Laksana Sakti menyatakan bahwa Serat Kartini adalah salah satu inovasi dari perempuan Purworejo yang masuk di DPPAPMD dan bahkan ke dalam inovasi perangkat daerah.
“Jadi kami ada kewajiban untuk membuat inovasi terkait dengan kegiatan-kegiatan yang ada di perangkat daerah. Harapan kami ini dapat lebih dikembangkan dengan baik, apalagi ini menunjang peningkatan kualitas hidup perempuan,” kata Laksana Sakti.

Ia pun menyebutkan beberapa aspek utama dalam rangka meningkatkan kualitas hidup perempuan. Pertama, pendidikan reproduksi formal maupun informal, dan pelatihan peradilan. Kedua, ekonomi dari kemandirian perempuan dalam ekonomi. Ketiga, akses kesehatan bagi perempuan dan visi keluarga.
“Bentuknya ada yang berupa partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan. Salah satunya dari KPU, harapannya meningkatkan partisipasi perempuan dalam keputusan di dalam pemerintah daerah,” ucapnya.
Disebutkan pula bahwa anugerah PDB Kabupaten Purworejo naik peringkat dari sebelumnya di tingkat pratama, langsung naik ke tingkat madya. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari peran wanita di Kabupaten Purworejo yang cukup vital. Salah satunya yaitu Bupati, kemudian DPRD, juga pejabat di pemerintah daerah yang sudah setara dengan pria.
Dirinya berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi peserta sehingga akan meningkatkan kualitas hidup bagi perempuan. Selain juga bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.
Pada kesempatan pertama, Abdul Aziz dan Ega Rindu menjelaskan tentang fungsi KPU dan peran perempuan dalam politik. Berikutnya Hesti Respatiningsih yang membahas tentang Perempuan Cerdas dan Produktif dalam pengelolaan Ekonomi Keluarga.
Di sesi akhir, Direktur Sekolah Mutiara Ibu, Sisilia Maryati membahas tentang Komunikasi Cerdas Tanpa Ngegas. Ia banyak memberikan contoh cara memvalidasi emosi. Termasuk melakukan interaksi penuh perhatian, komunikasi. dan kontak mata.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang diadakan hingga siang hari tersebut. Mereka menyatakan mendapatkan ilmu yang akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. (Dia)









































































Comment