PURWOREJO, SMK Kesehatan Purworejo melalui kepala sekolahnya, Nuryadin, kembali meraih penghargaan prestisius yakni sebagai the Winner of Prestigious School Top Award 2026. Penghargaan di bidang akademik yang diterima Nuryadin ini diserahkan oleh CEO Lima Pilar Dunia dalam suatu seremonial yang diadakan di Yogyakarta pada Jumat (21/8/2026)
Usai menerima penghargaan, Nuryadin yang dihubungi oleh media menyatakan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Dinobatkan sebagai the Most Trusted Vocational School in Developing Competent Healthcare Professional of the Year 2026, SMK Kesehatan Purworejo dinilai mempunyai kompetensi di bidang pendidikan vokasi pelayanan kesehatan yang profesional.
“Penghargaan ini merupakan bentuk penguatan bergengsi yang pada tahapan awal terbuka bagi 38 provinsi yang ada di Indonesia,” kata Nuryadin saat dihubungi pada Senin (24/8/2026).
Menurutnya, ajang ini bertujuan memberikan pengakuan kepada sekolah dan instansi yang layak berdasarkan kesungguhan lembaga pendidikan yang mereka bimbing untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas pada layanan masyarakat
“Penghargaan ini juga diberikan kepada mereka yang telah lulus kriteria berdasarkan nominasi secara daring. Termasuk juga di sektor industri bisnis, perdagangan, dan layanan masyarakat,” imbuh Nuryadin.
Penghargaan ini merupakan suatu kehormatan bagi dirinya sebagai kepala sekolah dan sivitas akademika SMK Kesehatan Purworejo. Mulai dari siswa, guru, tendik, dan yayasan atas prestasi kinerja inovasi yang selama ini diberikan kepada sekolah.
“Kreativitas dan inovasi tersebut mungkin sederhana, tapi bagi masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang baik, unik, dan unggul,” imbuh Nuryadin.
Melalui penghargaan tersebut dirinya berharap dapat menambah semangat berinovasi dan berkreativitas seluruh stakeholder di SMK Kesehatan Purworejo.
“Semoga ke depan akan lebih maju dan kreatif dan inovatif. Karena ke depan persaingan lebih berat, tidak hanya di level kabupaten, provinsi, mauoun nasional, tetapi bahkan ke level luar negeri. Sehingga dituntut lebih kompak dan serius,” tegasnya.
Selain itu, tantangan lainnya yakni jumlah lulusan SLTP makin turun, sementara kursi di bangku SLTA tetap, bahkan bertambah. Sehingga dibutuhkan strategi cerdas untuk menghadapi tantangan tersebut.
Tak hanya itu, tantangan lainnya yakni anak-anak anak SMP sekarang sudah semakin cerdas memilih sekolah mana yang dianggap kreatif dan inovatif. “Ini menjadi tantangan SMK Kesehatan, karena anak-anak sudah paham dengan kriteria sekolah yang ideal bagi mereka
sehingga harus lebih tanggap,” ungkap Nuryadin.
Dirinya pun akan terus bertekad untuk mempertahankan slogan sekolah SMK Kesehatan, yakni kreatif dan inovatif serta menghargai berbagai macam kecerdasan anak. Menurutnya, SMK Kesehatan menerapkan prinsip the best process bukan the best input yang memanusiakan manusia.
Hal itulah menurut Nuryadin yang menjadi salah satu poin penilaian sehingga pihaknya masih dipercaya memperoleh penghargaan kembali. (Dia)









































































Comment