PURWOREJO, Identitas Kependudukan Digital merupakan inovasi dari Ditjen Dukcapil Kemendagri yang memuat KTP-el digital dan dokumen kependudukan lainnya dalam HP android. Dengan adanya IKD ini semua data kependudukan bisa dalam satu genggaman. Masyarakat pun akan dimudahkan dengan adanya IKD di HP android mereka.
Di Purworejo, masyarakat yang memiliki atau menggunakan IKD masih tergolong rendah. Yakni baru sekitar 60.000 warga atau 9 persen warga yang sudah memiliki IKD. Untuk itu petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Purworejo masif mwnsosialisaksikannya kepada warga masyarakat.
Mereka mendatangi pertemuan yang diikuti oleh komunitas atau perkumpulan. Seperti yang dilakukan pada Rabu (6/5/2026) sore, saat pertemuan PKK di RT 1 RW 8 Kelurahan Pangenjurutengah Kecamatan Purworejo.
Petugas dari Dindukcapil yang dikomandoi oleh Kabid PIAK dan Pemanfaatan Data, Mukhamad Syafii pun ‘terjun’ langsung menemui ibu-ibu pengurus dan anggota PKK yang berjumlah sekitar 30 orang.

Bersama empat orang staf, Syafii dengan sabar melayani satu persatu ibu-ibu PKK yang belum terdaftar dalam IKD. Berbekal HP android dan KTP, para peserta pun antusias mendaftarkan diri mereka dalam sistem IKD dibantu petugas. Termasuk mereka yang sebelumnya pernah mendaftar tapi data hilang.
Mereka yang berhasil terdaftar pun menyatakan senang, karena akan mendapatkan berbagai kemudahan dengan adanya IKD dalam HP mereka. Seperti dituturkan oleh Titik Mintarsih. Menurutnya, dengan sosialisasi seperti ini akan memudahkan dirinya mengakses penggunaan IKD untuk berbagai keperluan.
Adapun Syafii menuturkan, melalui sosialisasi seperti ini kesadaran masyarakat akan pentingnya data kependudukan yang lebih ringkas, praktis, dan aman akan semakin meningkat.
“Di zaman sekarang ini, HP sudah merupakan kebutuhan pokok. Itulah sebabnya kami memasukkan data kependudukan di dalam HP sehingga kalau ketinggalan dompet pengurusan data kependudukan tidak perlu repot-repot lagi. Cukup buka HP, data sudah muncul,” ujar Syafii.
Termasuk juga mempermudah verifikasi dan otorisasi data dalam transaksi layanan publik maupun privat. Seperti perbankan, kesehatan, dan perjalanan menggunakan kereta api atau pesawat secara cepat. (Dia)



































Comment