PURWOREJO, Hasil in house training (IHT) yang diperoleh guru SMPN 2 Purworejo untuk menerapkan model pembelajaran modern yang membalik metode belajar biasa atau Flipped Classroom mulai dijalankan. Melalui metode ini siswa belajar materi baru di rumah lebih dulu, lalu waktu di kelas dipakai untuk diskusi dan latihan.
Sebelumnya, para guru diberi materi pembelajaran tersebut saat siswa libur sekolah. Kini, metode Flipped Classroom mulai diterapkan di kelas 8 dan 9. Seperti yang tampak di kelas 8A. Saat pembelajaran berlangsung, semua siswa sudah membawa perangkat untuk kegiatan belajar seperti ipad, laptop, dan tab.
Tak hanya kelas 8 dan 9, siswa kelas 7 pun sudah dikondisikan untuk membawa perangkat pendukung pembelajaran di sekolah. Mereka pun mulai menerapkan sistem Flipped Classroom.
Terkait dengan program tersebut, Kepala SMPN 2 Purworejo, Prastowo Widagdo menyebutkan bahwa metode Flipped Classroom merupakan hal yang dibahas dalam IHT yang dilakukan para guru menyongsong tahun ajaran baru.

Metode ini pun baru pertama kali diterapkan di sekokah di Purworejo. Dengan metode ini siswa mempelajari materi yang akan disampaikan di sekolah sebagai basic knowledge. Kemudian di sekolah siswa menggunakan sistem offline dengan berdiskusi dan mengerjakan tugas bersama temannya secara kolaborasi.
“Dengan Flipped Classroom ini nantinya tidak ada lagi PR, karena semua tugas dikerjakan siswa di sekolah dengan didampingi guru. Juga tidak ada lagi kerja kelompok atau kerkom yang menyita waktu di rumah, karena pelajaran didiskusikan bersama-sama di sekolah,” tegas Prastowo.
Menurut Prastowo para guru juga menyatakan metode tersebut lebih memudahkan mereka dalam menyampaikan materi. “Guru tinggal upload tugas anak belajar di rumah. Sehingga di kelas tidak menerangkan dari nol sehingga lebih hemat tenaga,” ujar Pras.
Baginya sebagai kepala sekolah, metode Flipped Classroom bisa memantau semua aktifitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru SMPN 2.
Ia berharap nantinya SMPN 2 dapat dijadikan sebagai model dan contoh di Purworejo. Hal itu karena menurutnya, di Purworejo belum ada sekolah yang menerapkan sistem tersebut. (Dia)








































































Comment