BERITA
Home / BERITA / Sarasehan dan Pasar Batik Purworejo di Omah Ngrapah, Keluarga Besar Mantan Bupati Dukung Pembatik Hasilkan Karya Otentik

Sarasehan dan Pasar Batik Purworejo di Omah Ngrapah, Keluarga Besar Mantan Bupati Dukung Pembatik Hasilkan Karya Otentik

PURWOREJO, Sebagai upaya mempertemukan para pengrajin batik tulis Purworejo secara langsung dengan para pecinta, kolektor, serta komunitas batik, keluarga besar Bupati ke-15 Purworejo, H. Soepantho menggelar sarasehan di Omah Ngrapah. Selain sarasehan, di area rumah yang pernah ditinggali oleh Bupati Purworejo periode tahun 1975 hingga 1985 itu juga digelar pasar batik.

Acara yang diadakan pada Sabtu (3/10/2026) tersebut juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Purworejo Ahmad Jainudin mewakili Bupati, serta Kadin KUKMP Wiyoto Harjono.

Sarasehan yang menghadirkan empat narasumber tersebut dipandu oleh pengelola javateahouse atau JTH-art sebagai mitra, Niniek Kasim. Dalam pengantarnya, Niniek menyebutkan, acara Pasar dan Sarasehan Batik Purworejo diselenggarakan sebagai wadah eksklusif mempertemukan para pengrajin batik tulis Purworejo secara langsung dengan para pecinta, kolektor, serta komunitas batik. Termasuk dengan stakeholder pemda.

“Acara ini dirancang untuk mengangkat kembali keistimewaan seni batik tulis khas Purworejo, dan diselenggarakan secara hybrid. Melalui sarasehan, para peserta baik yang hadir di lokasi maupun melalui platform zoom dapat berdiskusi secara mendalam mengenai masa depan, dan kelestarian batik tulis Purworejo,” jelasnya.

Empat panelis yang dihadirkan yakni Ketua Forum UMKM Kabupaten Purworejo, Hesti Respatiningsih, perwakilan pengrajin batik tulis Purworejo yakni Sri Bandu dan Jazid Bastomi, serta perwakilan owner Omah Ngrapah, Ida Safitri Laksanawati.

Cegah Pelajar Lakukan Kejahatan Siber, Kapolres Purworejo Sambangi SMK YPP

Dalam sesi diskusi, Prof. Agus Sartono, dosen UGM yang juga pengamat batik memberikan beberapa masukan kepada Pemda Purworejo serta pengrajin batik. Yakni agar batik menjadi salah satu kegiatan ekskul di sekolah. Hal ini untuk meregenerasi pembatik. Juga usulan mengadakan lomba membatik yang diinisiasi Dindikbud. Tujuannya agar tumbuh kecintaan pada batik dengan desain memanfaatkan AI.

Selain itu, kepada para pembatik juga agar mereka menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan. Juga melakukan networking dengan pihak perbankan dan swasta untuk menjadikan kelompok batik dapat modal atau pembinaan dari program CSR.

Dalam forum tersebut, Sri Bandu pemilik Batik Naraya pun menyampaikan keresahannya. Sebagai pencipta Batik Keprajan yang karyanya dipakai untuk seragam para ASN di Purworejo, ia
menyebut tidak rela kalau karyanya diproduksi secara cetak. “Koperasi bahkan ambilnya tidak dari kami,” ucapnya.

Ia pun meminta agar pembatik Purworejo dilindungi sehingga karyanya tidak kalah dengan para pemakai printing. Dirinya mengaku tidak punya kekuatan dan minta kepada pihak pemda agar merespon hal tersebut.

Menganggapi usulan agar membatik menjadi ekskul di sekolah, Ahmad Jainudin menyatakan hal tersebut perlu diidentifikasi dengan hati-hati terkait corak khas yang akan dijadikan motifnya. Adapun terkait lomba dari hasil ekskul siswa dan umum, pihaknya akan menyampaikan kepada Bupati.

Maksimalkan Prestasi, Ratusan Siswa SMAN 1 Purworejo Ikuti Sosialisasi Penguatan Bakat, Minat, dan Talenta

Para peserta sarasehan

Terkait proteksi corak asli dari warganya yang berhadapan dengan industrialisasi batik printing, menurutnya hal itu karena kita dihadapkan pada pasar yang terbuka. Ia pun berjanji akan mendiskusikan produk otentik Purworejo agar tidak diambil alih oleh pihak industri. Ia menegaskan bahwa Batik Kaprajan diproses oleh SK Bupati sehingga kalau dilanggar akan ada konsekuensi hukum.

Adapun Kadin KUKMP menyampaikan bahwa  batik Purworejo punya kekhasan namun perlu penegasan. Termasuk warna ungu yang dominan karena keterkaitan dengan histori.

Terkait prospek batik, Wiyoto menyebutkan pihaknya punya PLUT untuk uji coba pembuatan batik. Ia pun mengusulkan agar tiap OPD  punya langganan batik tertentu, tapi bukan printing.

Dirinya pun berharap batik Purworejo dapat terus berkembang dan menghidupi para pengrajin batik serta dapat semakin dikenal.


Di sisi lain, Ida Safitri Laksanawati mengungkapkan, keluarganya berniat membantu para pengrajin batik dengan menjual koleksi dari para pembatik secara online. Tercatat ada 32 perajin batik  di Purworejo, termasuk Jazid Bastomi dan Sri Bandu yang karyanya banyak dikenal masyarakat.

Dipilihnya Omah Ngrapah sebagai rumah batik,  menurut Ida, karena ia beserta lima orang kakaknya memiliki ikatan dengan Purworejo sebagai tempat tinggal masa kecil sampai remaja. 
“Bapak pernah jadi bupati tahun 1975 sampai 1985 dan kami ya ini ada sedikit tanah di sini.  Maka kita ingin supaya tanah dan rumah Ngrapah ini bisa lebih bermanfaat. Rumah ini bisa kita pakai untuk event semacam ini. Salah satunya memang kita mulai dengan batik,” papar Ida.

Menurutnya, Hari Batik tidak sekedar diperingati, tapi betul-betul menjadi momentum karena sejak tahun 2009, batik sudah dicanangkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Presiden SBY. “Harapannya ya, harusnya orang Indonesia memakai batik yang betul, bukan batik printing,” tegasnya.

Selain itu, melalui momen ini pihaknya ingin membantu para perajin batik agar terus berkarya.
“Jadi kalau intinya kan kayak dagang ya, makin banyak yang memakai, teman-teman pengrajin akan hidup karena banyak yang pesan. Tapi kalau itu digantikan oleh tekstil bermotif batik printing, ya mereka enggak akan hidup. Karena itu kan tadi disampaikan, sehari itu bisa ribuan meter. Sedangkan kalau batik tulis, mungkin satu lembar itu selesai dalam satu minggu,” jelasnya.

Untuk itu, selaku pecinta batik, Ida pun mengimbau kepada pemda untuk dapat melindungi para perajin batik di Purworejo agar tidak tergilas oleh produk printing. Melalui pasar online pihaknya ingin menjaring pembeli lebih luas lagi. Bahkan sampai ke luar negeri karena disiarkan secara live melalui kanal medsos seperti Youtube.  Juga dapat dilihat melalui website javateahouse.id untuk penjualan secara digital.

Dalam kegiatan itu, sebanyak empat pengrajin batik diberi kesempatan 30 menit untuk melakukan penjualan secara online (melalui plaform zoom) dengan memperagakan batik yang ditawarkan, detailing produk, diakhiri proses transaksi dan konfirmasi. (Dia)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Jateng: Tidak Ada Superman, Adanya Superteam

SEMARANG, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Hal itu ...

SOSOK

Dugaan Keracunan MBG di Purworejo Capai 351 Korban, Vita Ervina: Jangan Hanya Suspend SPPG, Audit Total Sistem MBG

Oleh: Vita Ervina, Anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI JAKARTA, Dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makanan ...
/ BERITA, SOSOK

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFMDosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta El Niño sering ...
/ OPINI, SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFMDosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta El Niño sering ...

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Danau Menjer

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI Ada lanskap yang tak pernah meminta apa-apa selain ...