PURWOREJO, Wisuda Magister Sarjana Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) kali ini terasa istimewa. Selain dihadiri oleh Wakil Bupati Dion Agasi yang jarang menyambangi acara seremonial di perguruan tinggi Purworejo, Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah VI, Prof.Aisyah Endah Palupi juga datang dalam wisuda kali ini.
Aisyah pun mengakui bahwa ia baru pertama kali menghadiri acara wisuda di UMPwr. Kehadirannya kali ini juga bertujuan untuk menyatakan komitmennya mengawal UMPwr ke arah akreditasi Inggul. Disebutkan saat ini hanya ada empat status perguruan tinggi. Yakni
Tidak Terakreditasi, Terakreditasi, Unggul, dan
Internasional.
“Akreditasi UMPwr akan berakhir pada Januari 2027. Namun persiapan sudah harus dilakukan mulai sekarang. Bulan Agustus paling lambat harus sudah mendaftarkan diri,” jelas Aisyah saat menyampaikan sambutan di hadapan anggota senat, wisudawan dan orang tua, serta tamu undangan lain.
Menurutnya, SDM dosen di UMPwr sudah mumpuni dengan adanya lima guru besar. Dirinya juga mengapresiasi UMPwr yang menghasilkan lulusan difabel namun memiliki prestasi yang luar biasa.
Terkait banyaknya wisudawan UMPwr yang berasal dari Prodi Pendidikan, Aisyah menyatakan bahwa setiap tahun kampus menghasilkan puluhan ribu wisudawan. Sehingga wisudawan harus waspada dan berkompetisi dengan sesama lulusan.

“Wisudawan ini setelah lulus dihadapkan pada tiga pilihan. Yakni melamar pekerjaan, membuka lapangan kerja, atau melanjutkan studi,” ucap Aisyah.
Selaku Kepala LL Dikti, dirinya menyebutkan bahwa berdasarkan treasure study, lulusan UMPwr hampir 80 persen sudah bekerja. Bahkan masa tunggu bekerja kurang dari tiga bulan berjumlah lebih dari 50 persen. “Saya berharap wisudawan kali ini bisa melanjutkan legacy tersebut,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Aisyah berpesan kepada wisudawan agar bijak menggunakan platform digital yang serba otomatis. “Terutama karena wisudawan ini mayoritas dari Prodi Pendidikan yang akan menjadi guru atau dosen. Sehingga harus meningkatkan daya pikir yang kritis dan kemampuan diri sendiri,” tegasnya.
Wisudawan pun diimbau agar menggerus budaya plagiasi atau hanya meniru, yang disampaikan oleh platform digital. “Supaya kita menjadi dosen yang dirindukan. Termasuk juga
perlu membangun jejaring yang wajib dilakukan oleh wisudawan,” pesannya.
Pamungkas, Aisyah berpesan agar perguruan tinggi jangan menjadi menara gading sehingga tidak mengetahui persoalan yang ada di dalam masyarakat .
Adapun Wakil Ketua Majelis Diktilitbag, Muhammad Adam Jerusalem berpesan supaya UMPwr menyiapkan SDM dan infrastruktur agar dapat meraih predikat akreditasi Unggul. Kepada wisudawan dirinya mengingatkan pesan KH Ahmad Dahlan agar mereka dapat menjadi manusia yang berkemajuan. (Dia)



































Comment