PURWOREJO, Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) kembali mewisuda ratusan mahasiswa yang telah lulus. Dalam Wisuda Sarjana Magister Periode II TA 2025/2026, sebanyak 221 wisudawan dilepas oleh Rektor, Sabtu (9/5/2026).
Ke-221 wisudawan tersebut terdiri atas 118 perempuan dan 93 laki-laki. Dari 221 wisudawan itu, delapan diantaranya berasal dari program
magister (S2), dan sisanya sarjana (S1). Delapan wisudawan magister tersebut berasal dari Pendidikan Bahasa Inggris enam orang dan Pendidikan Matematika dua orang.
Dari 221 wisudawan tersebut, 77 diantaranya lulus dengan predikat Cumlaude. Kemudian
11 lulusan terbaik dari 11 prodi. Sebanyak 59 wisudawan lulus melalui jalur tanpa skripsi dari delapan prodi.
Selain itu, pada wisuda kali ini terdapat dua wisudawan difabel netra, yakni Udin Prasojo dan Umi Musfiroh yang merupakan pasangan suami istri. Keduanya berasal dari Prodi Bahasa dan Sastra Jawa.
Udin lulus melalui alternatif skripsi ciptaan aransemen lagu berjudul Netra Roso. Sedangkan Umi lulus melalui alternatif skripsi Cipta Karya Lagu berupa lirik dan notasi berjudul Rebab Tanpa Kawat. Karya keduanya mendapat hak cipta dari Kemenhum RI.
Dalam kesempatan wisuda yang dihadiri oleh Wakili Bupati Dion Agasi tersebut, Umi menyanyi sebuah lagu dengan diiringi musik orgen tunggal oleh Udin. Dengan penuh percaya diri, Umi menyanyi di hadapan ratusan wisudawan beserta para orang tua, dan tamu undangan.

Rektor UMPwr, Dr. Teguh Wibowo pun menyatakan rasa bangganya atas prestasi para mahasiswa yang diwisuda hari ini. Kepada para wisudawan, Rektor menyampaikan 10 pesan.
Diantaranya jaga integritas, gunakan ilmu,
berani menghadapi tantangan, jangan takut gagal, manfaatkan teknologi, dan tetap rendah hati. Selain itu, wisudawan juga agar jangan melupakan almamater, membangun jejaring dan persaudaraan, serta menjaga silaturahmi dan kolaborasi.
“Saya berharap mahasiswa tidak hanya mencari kerja, namun juga menciptakan kerja dan juga
inovatif,” ujar Rektor.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dion menyatakan bahwa permasalahan umat manusia dari zaman nabi sampai sekarang sama, hanya berbeda zamannya. Yakni sumber daya alam (SDA) yang ekstraktif.
“Pada momen wisuda ini, saya berpesan agar kita jangan mengandalkan SDA. Maka kuncinya adalah SDM berkualitas yang harus dibangun. Sebagai seorang yang terpelajar, kami berharap wisudawan dapat membawa bangsa ke arah yang lebih maju, tidak hanya bergantung pada SDA yang ekstraktif. Juga diharapkan bisa menjawab kegundahan bangsa saat ini,” ucap Dion.
Dirinya pun mengapresiasi UMPwr yang konsisten mencetak SDM unggul di Purworejo. Selain Dion, wisuda yang diadakan di Aula Kasman Singodimejo itu juga dihadiri Wakil Ketua Majelis Diktilitbag, Muhammad AdamJerusalem dan Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah VI Aisyah Endah Palupi. (Dia)



































Comment