KUTOARJO, Hingga Mei 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 mencatat sebanyak 274.856 pelanggan menggunakan Face Recognition di Stasiun Kutoarjo. Dengan demikian PT KAI melakukan penggematan 687 rol kertas boarding pass atau setara lebih dari Rp10 Juta dari penggunaan tiket cetak.
Sebagai salah satu stasiun besar di wilayah Daop 5, Stasiun Kutoarjo mendapatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate selain di Stasiun Purwokerto.
Menurut Manager Humas Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, pengguna Face Recognition di Stasiun Kutoarjo terus mengalami peningkatan dari waktu sebelumnya. Berdasarkan data Daop 5 Purwokerto, jumlah pengguna Face Recognition di Stasiun Kutoarjo pada 2024 tercatat sebanyak 31.426 pelanggan.
Berikutnya meningkat menjadi 180.159 pelanggan pada 2025. Sementara pada periode Januari hingga pertengahan Mei 2026, layanan ini telah dimanfaatkan oleh 63.271 pelanggan.
Selain hemat, inovasi Face Recognition Boarding Gate ini juga mendukung proses keberangkatan yang lebih cepat, praktis, dan nyaman.
Untuk itu, pihaknya terus mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan tersebut. Terutama pada periode kepadatan penumpang saat long weekend, agar proses boarding berlangsung lebih efisien tanpa antrean panjang.
KAI Daop 5 Purwokerto akan terus mendorong pemanfaatan teknologi ini dan melakukan pengembangan layanan guna menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan.

Bagi pelanggan yang belum terdaftar, registrasi Face Recognition cukup dilakukan satu kali dan selanjutnya dapat digunakan secara permanen di seluruh stasiun yang telah dilengkapi fasilitas tersebut. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun melalui petugas registrasi di stasiun.
Setelah terdaftar, pelanggan cukup mengarahkan wajah ke mesin pemindai di pintu boarding. Dalam waktu 1–2 detik, gerbang akan terbuka otomatis tanpa perlu menunjukkan tiket maupun identitas fisik.
As’ad menyebutkan, penerapan teknologi Face Recognition merupakan bagian dari transformasi layanan berbasis digital yang terus dikembangkan KAI. “Melalui teknologi Face Recognition, proses boarding menjadi lebih praktis dan efisien sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, khususnya pada masa libur panjang,” ujarnya.
Selain memberikan kemudahan bagi pelanggan, penggunaan teknologi ini juga mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Dari aspek lingkungan, penerapan Face Recognition membantu mengurangi penggunaan kertas melalui sistem paperless.
Selain itu, dari sisi pelayanan dan tata kelola, sistem ini juga mendukung proses boarding yang lebih cepat, higienis, aman, serta meningkatkan akurasi verifikasi identitas pelanggan.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan ini agar perjalanan liburan menjadi lebih praktis, modern, dan ramah lingkungan bersama KAI,” pungkas As’ad. (Dia)



































Comment