NGOMBOL, Puluhan Pengurus kabupaten/kota Persinas (Perguruan Silat Nasional) ASAD (Ampuh Sehat Aman Damai) Eks-Karesidenan Kedu masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Minggu (17/5/2026).
Dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Barokah, pengukuhan ini menjadi awal baru bagi organisasi pencak silat yang dikenal tak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan panji Persinas ASAD kepada pengurus yang baru. Pengukugan dihadiri perwakilan Forkopimcam, Ketua IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Fidhy Kiawan, Ketua Persinas ASAD Jawa Tengah Sutiyono, serta sejumlah tokoh dan pengurus dari berbagai daerah di wilayah eks-Karesidenan Kedu.
Selain mengucapkan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan, Ketua Persinas ASAD Purworejo, Purn. Musyakur menegaskan bahwa menjadi pengurus organisasi bukan perkara mudah. Hal itu karena membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, hingga pikiran demi kepentingan bersama.

“Menjadi pengurus bukanlah hal yang ringan. Ada pengorbanan waktu, tenaga, bahkan waktu bersama keluarga demi organisasi,” ujar Musyakur.
Menurutnya, Persinas ASAD tidak hanya berfokus pada olahraga pencak silat semata, melainkan juga membangun karakter dan akhlak para anggotanya. Ia menilai nilai penghormatan kepada guru dan sesama harus tetap menjadi pondasi utama dalam pembinaan atlet. “Yang hebat bukan hanya yang kuat secara fisik, tetapi yang mampu menjaga akhlaknya,” tambahnya.
Musyakur berharap kepengurusan baru mampu membawa semangat dan inovasi baru bagi perkembangan organisasi di masa mendatang. Selain menjaga kekompakan internal, Persinas ASAD juga ditargetkan mampu melahirkan atlet-atlet yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Namun demikian, Musyakur mengakui masih ada tantangan yang dihadapi dalam pembinaan atlet, salah satunya kondisi atlet yang tersebar di berbagai wilayah sehingga latihan bersama di satu padepokan menjadi tidak mudah. Keterbatasan pelatih juga menjadi perhatian tersendiri.
Di sisi lain, ia mengaku prihatin dengan minat generasi muda terhadap pencak silat yang mulai menurun. Karena itu, motivasi kepada para atlet terus diberikan agar semangat berlatih tetap terjaga.
Ketua IPSI Purworejo pun turut memberikan apresiasi terhadap peran Persinas ASAD dalam perkembangan pencak silat di Purworejo. Fidhy bahkan menyebut keberadaan Persinas ASAD memiliki kontribusi besar bagi IPSI. “Tanpa Persinas ASAD, IPSI bukan apa-apa,” ucapnya.
Fidhy menambahkan, selama menjabat sebagai Ketua IPSI, berbagai kegiatan termasuk Popda tidak lepas dari dukungan sarana dan prasarana dari Persinas ASAD. Karena itu, ia berharap hubungan baik antarorganisasi pencak silat dapat terus terjalin demi kemajuan bersama. (Ita)



































Comment