KUTOARJO, SMAN 2 Purworejo kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam mencetak jawara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SLTA sederajat. Tak hanya di level kabupaten, sekolah yang berlokasi di Jalan Mayjend S. Parman, Kelurahan Bandung, Kutoarjo ini tercatat beberapa kali meloloskan siswanya dalam OSN tingkat nasional.
Tahun ini bahkan tiga siswanya sekaligus berhasil mewakili Jawa Tengah di ajang OSN Nasional yang akan dihelat di Malang pada 14 hingga 21 September mendatang. Tak hanya itu, SMAN 2 Purworejo bahkan tercatat sebagai SMA negeri di wilayah cabang pendidikan (Cabdin) IX Jawa Tengah yang mengirimkan peserta terbanyak baik di OSN provinsi maupun nasional.
Saat ditemui, Koordinator OSN SMAN 2, Nur Rafida Herawati menyampaikan, ketiga siswa SMAN 2 yang lolos ke.OSN Nasional tersebut yakni Raihan Kalash Jagratara (12-1), Kynan Adyatma Ra’uf (12-2), dan Malihatul Munadhiroh (12-2). Raihan dan Kynan mewakili Bidang Geografi, sedangkan Maliha Fisika.
Rafida menjelaskan proses seleksi yang dilakukan pihak sekolah mulai tingkat sekolah hingga akhir. Disebutkan, seleksi tingkat sekolah dilakukan bulan Februari diikuti 45 siswa setelah hasil seleksi dari 150 peserta awal. Materi tes berupa psikotes dan tes kemampuan Matematika.
“Ada sembilan bidang lomba OSN yakni Astronomi, Biologi, Ekonomi, Fisika, Geografi, Informatika, Kebumian, Kimia, dan Matematika. Sehingga masing-masing bidang lima anak,” ungkapnya pada Rabu (19/8/2026).
Dalam lomba tingkat kabupaten tercatat 16 siswa yang lolos ke tingkat OSN Provinsi. Selanjutnya dari 16 siswa SMAN 2 tersebut, tiga diantaranya lolos tahap semifinal tingkat nasional. “Alhamdulillah, ketiganya berhasil lolos ke tahap final untuk melaju ke tingkat nasional dan menjadi peserta terbanyak di Cabdin IX,” kata Rafida.
Dengan prestasi tersebut, SMAN 2 Purworejo telah empat kali sukses mengantarkan siswanya ke ajang OSN Nasional sehingga pantas mendapat predikat sebagai Sekolah Olimpiade. Sebelumnya, siswa SMAN 2 Purworejo berhasil meraih medali perak bidang Astronomi dan medali perunggu bidang Kebumian OSN Nasional.

Dari segi kuantitas, lanjut Rafida, jumlah peserta yang lolos di tingkat kabupaten mengalami peningkatan drastis. Sebelumnya 10 dan 13 peserta, sedangkan tahun ini meloloskan 16 siswa. Termasuk juga di tahap awal sebanyak 45 siswa. Adapun pada tahap semifinal nasional, dari 100 peserta se-Jawa Tengah, diambil 60 peserta mewakili sembilan bidang lomba.
Rafida menegaskan, proses seleksi kepesertaan OSN di SMAN 2 dilakukan secara kompeten dan profesional. Selain dilatih dan dibimbing oleh guru sesuai bidangnya, juga melibatkan alumni yang pernah menjadi duta OSN dan pihak ketiga. Menurut Rafida,terkait pemilihan bidang, pihaknya memberikan kewenangan kepada siswa untuk memilih sesuai minatnya masing-masing.
Saat ini, ketiga siswa yakni Maliha, Kynan, dan Kalash, tengah mengikuti pelatihan mandiri di sekolah selama 1, 5 minggu. Berikutnya, ketiga siswa yang masuk ke SMAN 2 melalui jalur prestasi ini akan mengikuti pelatihan intensif di Yogyakarta.
Selanjutnya mereka akan mengikuti pelatda di Semarang pada awal bulan September sebelum bertolak ke Malang mengikuti OSN Nasional tanggal 14 hingga 21 September.
Selain mengikuti ekskul OSN di sekolah, Maliha yang juga aktif sebagai bendahara OSIS ini tinggal di Kelurahan Baledono Selis RT 04/09 Purworejo. Sedangkan Kalash yang juga aktif di OSIS Bidang TI ini berasal dari Desa Andong RT 02/01 Butuh. Adapun Kynan saat ini tinggal di Desa Tunggorono RT 1/4 Kutoarjo.
Kepala SMAN 2 Purworejo, Sukisno menyatakan rasa bangga dan haru para siswa dapat berprestasi sejauh ini. “Tapi ingat, prestasi ini bukanlah secara tiba-tiba mereka peroleh. Melainkan sudah dirancang sedemikian rupa, dan melalui proses yang panjang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejak awal kelas 10 ,pihaknya sudah membuat talent scoting dari siswa yang ada. Selaku kepala sekolah dirinya pun mengapresiasi kerja keras pada guru yang sudah membuat suatu sistem yang baik dan membuahkan hasil sesuai ekspektasi.
“Kami bekerja keras, semua lini saling membantu, terutama dengan kolaborasi orang tua. Tanpa orang tua, tanpa kemauan anak, kami tidak bisa apa-apa. Kami sebagai kepala sekolah hanya bisa memberikan dorongan. Juga memberikan kesempatan pada anak-anak untuk berprestasi setinggi-tingginya,” ungkap Sukisno.
Tak hanya itu, semua pembiayaan yang timbul dari kegiatan ini ditanggung dana BOS. “Semua zero price,” tegas Sukisno. Hal itu menurutnya, agar branding atau label Sekolah Olimpiade dapat terus berjalan. Meski diakuinya hal itu
memang berat.
“Tapi kalau misalkan kita mempunyai komitmen yang sama antara kepala sekolah, guru, dan murid bisa berkolaborasi dengan baik. Maka visi misi sekolah dapat berjalan secara maksimal. Ditambah dengan semangat anak-anak yang membara itu saya yakin apapun brandingnya akan bisa diwujudkan,” tegas Sukisno.
Ia.menekankan bahwa pihaknya ingin memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua siswa dan tidak membeda-bedakan, karena ada talent scotting yang bagus dari pihak ketiga. Pihak sekolah baru bisa melihat potensi anak itu dari pihak ketiga melalui tes psikologi untuk memetakan kemampuan dan potensi siswa.
Biaya yang dikeluarkan pihak sekolahpun, lanjutnya, berbanding lurus dengan prestasi yang dihasilkan, baik akademik maupun non akademik. Pihaknya memberikan kesempatan kepada semua siswa agar betul-betul memaanfaatkan selama tiga tahun di sekolah sebagai bekal mereka di masyarakat maupun di perguruan tinggi kelak.
Pihaknya pun memohon doa restu masyarakat Purworejo agar ketiga siswa SMAN 2 Purworejo yang melaju ke OSN Nasional semuanya dapat membawa medali. “Mohon doanya, karena kita sudah pernah dapat medali perak dan perunggu. Tinggal medali emas yang belum ya, nanti semoga saja bisa mendapatkannya,” pungkas Sukisno.(Dia)









































































Comment