PURWOREJO, Memasuki usia 70 tahun, SMPN 6 Purworejo memilih menjadikan peringatan Lustrum XIV sebagai momen mempererat kolaborasi dengan para alumni. Tidak hanya mengenang masa lalu, para alumni diajak berkontribusi membangun fasilitas sekolah hingga menghadirkan ide dan inovasi.
Komitmen tersebut mewarnai rangkaian kegiatan Lustrum XIV yang digelar Sabtu (1/8/2026). Kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti siswa, orang tua, alumni, dan masyarakat umum. Dilanjutkan bazar UMKM, sembako murah, serta ramah tamah alumni. Puncak peringatan lustrum dijadwalkan berlangsung pada Minggu (2/8/2026).
Hadir membuka acara jalan sehat, Sekretaris Daerah, Suranto yang mewakili Bupati Purworejo. Diirinya mengucapkan selamat atas Lustrum XIV sekaligus Hari Ulang Tahun ke-70 SMPN 6 Purworejo.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Selamat Lustrum XIV SMPN 6 Purworejo. Tidak hanya prestasi yang perlu dijaga, tetapi karakter juga harus terus dibangun. Kami berharap sekolah semakin meningkatkan kualitas pendidikan, mendukung visi dan misi Bupati Purworejo, memperkuat karakter serta persatuan, sekaligus memperluas sinergi alumni dengan masyarakat luas,” ujar Suranto.
Ia juga berharap para siswa mampu menjadi duta sekolah melalui sikap dan karakter positif yang ditunjukkan di tengah masyarakat. Sehingga SMPN 6 Purworejo semakin favorit dan menjadi pilihan.
Sementara itu, Kepala SMPN 6 Purworejo, Wahyu Kurnia Lestari, mengatakan pertemuan bersama alumni pada momentum lustrum tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas langkah nyata untuk mendukung pengembangan sekolah.
Salah satu program yang menjadi prioritas adalah renovasi lapangan bagian bawah sekolah yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah.
“Selama ini anak-anak harus ke alun-alun untuk olahraga. Selain membuang waktu dan tenaga, tentu ada risiko di perjalanan. Tembok penahan di lapangan bawah sudah beberapa kali diperbaiki, tetapi kembali roboh. Gudang yang dibangun di lokasi tersebut juga ambrol karena kondisi tanah dan saluran air yang sudah tidak memadai,” jelas Wahyu.
Ia menargetkan renovasi lapangan dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan para alumni.

“Harapan kami ada sinergi dari alumni dengan sekolah. Kami ingin mendapatkan ide, inspirasi, dan dukungan dari alumni agar SMPN 6 Purworejo kembali berjaya seperti dulu,” katanya.
Menurut Wahyu, apabila renovasi telah selesai, lapangan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan siswa, tetapi juga dapat disewakan saat ada kegiatan masyarakat, seperti acara tingkat desa maupun resepsi pernikahan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi sumber pendukung pengembangan sekolah.
Selain pembangunan sarana, SMPN 6 Purworejo juga terus berkomitmen mendukung program Pinter Bocahe Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui penguatan literasi, numerasi, serta pembekalan karakter peserta didik.
Saat ini SMPN 6 Purworejo memiliki 567 siswa. Wahyu berharap sekolah mampu kembali meningkatkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.
“Dulu SMPN 6 Purworejo pernah berada di peringkat empat se-Kabupaten Purworejo. Kami ingin prestasi itu kembali diraih. Guru-guru semakin kompeten, kualitas pendidikan meningkat, dan anak-anak semakin semangat untuk berprestasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bazar UMKM yang menghadirkan 20 stan merupakan gagasan para alumni sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus sarana pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.
“Kami ingin anak-anak mengenal UMKM sejak dini. Harapannya mereka mendapat inspirasi tentang dunia usaha dan tumbuh jiwa kewirausahaannya,” tuturnya.
Dalam rangkaian lustrum tersebut, panitia juga menyediakan sekitar 1.500 kupon doorprize untuk peserta jalan sehat sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemda dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. (Ita)






































































Comment