BERITA
Home / BERITA / Keren! Sosiodrama Bikin Siswa SMAN 2 Purworejo Hayati Sejarah Bangsa

Keren! Sosiodrama Bikin Siswa SMAN 2 Purworejo Hayati Sejarah Bangsa

KUTOARJO, Sebuah inovasi pembelajaran mendalam (deep learning) dilakukan SMAN 2 Purworejo melalui sosiodrama sejarah. Sosiodrama kali ini merupakan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan pemahaman dan empati para pemain terhada peristiwa sejarah yang pernah dilalui oleh bangsa Indonesia.

Sosiodrama dilakukan oleh siswa kelas 11 yang mengkolaborasikan tiga mata pelajaran sekaligus. Yakni Seiarah, Bahasa Indonesia, dan Seni Musik. Sebanyak sembilan pementasan dilakukan oleh  sembilan kelas 11 pada Rabu (22/4/2026) di Graha Wiyata Krida.

Menurut penuturan guru Sejarah SMAN 2, Wahyudi, setiap kelas membawakan tema upaya bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Dijelaskan bahwa pembelajaran sejarah tidak hanya secara teori, tapi juga mempraktikkan masing-masing peran dari para tokoh dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui sosiodrama.

Ada sembilan judul atau tema yang disajikan dalam sosiodrama kali ini. Yakni Sang Pangeran Dari Gua Selarong, Gema Takbir di Tanah Minang, Detik- detik Menuju Merdeka, Darah di Jembatan Merah , Darah Juang di Tugu Muda. Selanjutnya Supit Urang di Ambarawa,
Batas Darah di Medan Area, Membumi Hanguskan Kenangan, serta Enam Jam di Jogjakarta.



Wahyudi menambahkan, pentas sosiodrama ini akan dinilai oleh tiga guru yang bersangkutan. Selain itu pentas mereka juga ditonton oleh siswa kelas 10 yang ditugaskan memberikan penilaian terhadap masing-masing pementasan.

Tak hanya itu, orang tua siswa kelas 10 yang datang ke sekolah untuk menerima hasil nilai murni UTS pun turut menjadi penonton sosiodrama yang berlangsung pagi hingga siang hari tersebut.

Seperti layaknya pementasan drama atau karya seni, mereka juga mendapatkan penghargaan untuk beberapa kategori terbaik. Yakni untuk penulis naskah, aktor/aktris, penataan panggung, dan poster digital terbaik. “Penilaian diberikan oleh tiga guru yang sekaligus menjadi juri,” jelas Wahyudi.

Adegan saat pemeran Fatmawati dan Suyuti menjahit bendera merah putih dan mengetik naskah Proklamasi dalam sosiodrama SMAN 2


Terkait latihan sebelum pentas, menurut Wahyudi, para siswa berlatih sekitar satu bulan. Mereka berlatih di jam pelajaran kolaborasi, yakni Sejarah, Bahasa Indonesia,  dan Seni Musik. Dengan kata lain  mereka berlatih menggunakan jam pelajaran di sekolah.

Salah satu pementasan sosiodrama yakni Detik Detik Menuju Merdeka, tampak penataan panggung dan properti yang rapi dan detil sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Seperti peserta lainnya yang menggunakan sistem rekam suara, para pemain tampak menghayati peran masing-masing.

Penonton pun terbawa dslam alur cerita. Seperti suasana saat menjelang kemerdekaan Indonesia dikumandangkan. Termasuk saat adegan Fatmawati menjahit bendera merah putih yang akan dikibarkan pada hari proklamasi. Juga Suyuti yang mengetik naskah proklamasi atas perintah Bung Karno, diiringi instrumen yang melankolis.

Kedua sisi yang menggambarkan dedikasi para pejuang kemerdekaan di balik layar tersebut disuguhkan dengan apik oleh penata panggung dan properti yang mengusung mesin jahit dan mesin ketik jadul.

Kepala SMAN 2 Sukisno memberikan apresiasi pementasan sosiodrama siswa kelas 11

Juga usai Bung Karno membacakan teks proklamasi dan dikibarkan bendera merah putih diiringi Lagu Indonesia Raya, para penonton turut berdiri memberikan penghormatan kepada  Sang Merah Putih. Mereka juga serentak menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Sungguh, suatu sajian deep learning yang apik, terlebih untuk kategori kegiatan sosiodrama yang dilakukan pertama kali oleh siswa di SMAN 2.

Kepala SMAN 2, Sukisno pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang menggagas sosiodrama tersebut. Ia menyebutkan bahwa sosiodrama ini merupakan pembelajaran deeplearning dengan memadukan pengetahuan, keterampilan, dan karakter dalam satu pengalaman belajar yang utuh.

“Hari ini kita tidak sekadar menonton drama. Kita menyaksikan bagaimana peristiwa sejarah bangsa dihidupkan kembali melalui kolaborasi tiga mata pelajaran. Yakni Sejarah sebagai sumber fakta, Bahasa Indonesia sebagai penguat narasi dan dialog, serta Seni Budaya sebagai penggerak ekspresi dan penghayatan peran,” kata Sukisno.Menurutnya, pementasan sosiodrama ini adalah bukti bahwa belajar sejarah tidak berhenti di hafalan tanggal dan nama tokoh. “Lewat panggung ini, anak-anak kita belajar merasakan dilema, keberanian, dan pengorbanan para pelaku sejarah. Mereka belajar empati, kerja tim, dan komunikasi,” lanjutnya.

Dirinya pun berharap agar nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air yang ditampilkan hari ini tidak selesai di panggung, tapi terus hidup diamalkan dalam sikap dan perbuatan sehari-hari. (Dia)

Bukan Sekedar Glamping, BPOB Siapkan SDM Bertaraf Dunia Sambut Wisatawan Borobudur Highland

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Jateng: Tidak Ada Superman, Adanya Superteam

SEMARANG, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Hal itu ...

SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

Pilkades Sangubanyu, Utet Barli Manuhana Bertekad Kembalikan Kejayaan Desa

GRABAG, Desa Sangubanyu Kecamatan Grabag merupakan salah satu wilayah yang paling banyak jumlah calon kepala desa (calkades) pada ajang Pilkades ...
/ SOSOK

12 Hari Ikut Jambore Dunia, Zayana Fathania Ceritakan Pengalamannya

PURWOREJO, Satu-satunya wakil Purworejo yang mengikuti Jambore Dunia di Korea Selatan yakni Zayana Fathania, siswa kelas 9F SMPN 2, telah ...
/ BERITA, SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Danau Menjer

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI Ada lanskap yang tak pernah meminta apa-apa selain ...