PURWOREJO, Angka kasus kebakaran di Kabupaten Purworejo mulai Januari hingga September mengalami peningkatan pesat. Puncaknya pada bulan September saat terjadi sebanyak 25 kejadian kebakaran di berbagai lokasi dan area. Termasuk dua kebakaran besar yang melanda rumah sekaligus warung kuliner di Baledono dan Pangenrejo.
Dari puluhan peristiwa kebakaran, paling banyak terjadi di kawasan lahan kering. Termasuk di Gunung Tugel dan lahan kering di sebelah timur SPBU Pertamina Kledung Kradenan beberapa waktu lalu.
Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Siswanto Dwinegoro melalui Kabid Damkar Slamet menyatakan, jumlah kasus kebakaran memang mengalami peningkatan dibanding waktu sebelumnya.
Ditemui di Kantor Satpol PP Damkar pada Senin (21/9/2026), Slamet menyampaikan, dalam kurun waktu sembilan bulan mulai Januari hingga September ini, tercatat sudah terjadi 85 peristiwa kebakaran. Sedangkan tahun lalu di waktu yang sama hanya 50 kasus.
“Dibanding tahun kemarin, di bulan September 16, sekarang sudah 35,” ucap Slamet saat memberikan keterangan didampingi Plt Kasi PPI, Kriyo.
Slamet menyebutkan, kemarau panjang dengan tingkat panasnya cuaca yang cukup tinggi menyebabkan banyaknya lahan kering yang mudah terbakar. Adapun faktor kelalaian manusia menjadi penyebab terbesar terjadinya kebakaran lahan.

“Rata-rata karena kelalaian manusia itu sendiri. Mereka membakar sampah terus ditinggal gitu. Padahal membakar sampah itu sebenarnya tidak diperbolehkan,” jelas Slamet. Selain itu juga karena kurangnya referensi dan edukasi seperti kebakaran yang terjadi akibat kebocoran kompor gas di warung kuliner di Pangenrejo.
“Sebenarnya kan itu kemarin bisa diatasi cukup dengan ditutupi pakai karung goni basah. Itu kan bisa langsung padam. Kalau dengan air, malah api itu menyebar, semakin membesar,” jelasnya.
Dengan keterbatasan personel yang hanya berjumlah 30 orang dan empat unit mobil damkar, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi ke berbagai tempat dan unit kegiatan masyarakat. Termasuk instansi pemerintah, sekolah, dan juga unit usaha.
Selaku Kabid Damkar, Slamet mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan disiplin saat beraktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api, baik saat membakar sampah maupun memasak.
Termasuk dengan mengecek keberadaan stop kontak di rumah. Bila sudah rusak segera diganti agar mencegah terjadinya korsleting listrik. Juga kompor gas, untuk rurin memeriksa kondisi selang regukator. Termasuk pengelolaan sampah, agar tidak membakar sampah sembarangan.
“Jika sekiranya tidak mampu memadamkan sendiri, segera hubungi petugas kami yang stabdby 24 jam di nomor WA 0821 3633 1113,” kata Slamet.
Ia.menandaskan, selain mencegah kerugian yang nilainya bisa mencapai ratusan juta, tindakan berhati-hati dan disiplin juga menjadi salah satu kunci antisipasi terjadinya kebakaran. (Dia)


































Comment