Beranda » Bimtek Rehabilitasi Hutan Lindung di Embung Bagelen, Puluhan Ribu Tanaman Produktif Dibagikan

Bimtek Rehabilitasi Hutan Lindung di Embung Bagelen, Puluhan Ribu Tanaman Produktif Dibagikan

BAGELEN, Untuk merehabilitasi hutan lindung serta mengatasi kekeringan ekstrem yang melanda di wilayah Purworejo, belasan kelompok perkebunan mendapatkan bantuan puluhan ribu tanaman produktif bernilai ekonomis. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Anggota DPR RI Komisi 4, Vita Ervina saat menghadiri acara bimbingan teknis (bimtek) di Embung Bagelen.

Dalam bimtek yang diadakan pada Jumat (15/9) siang itu, Vita hadir bersama Kepala BPDASHL SOP Ari Setyo Utomo, Kepala Cabdin kehutanan Rina Handayani, dan Kepala Dinas LHP Wiyoto Harjono. Berbagai tanaman yang dibagikan antara lain pohon albasia, petai, alpukat, serta tanaman bernilai ekonomis lainnya.

Usai menyerahkan bantuan, Vita menyatakan, tanaman-tanaman tersebut diharapkan dapat menaikkan indeks tutupan lahan yang makin menurun setiap tahunnya. “Indeks tutupan lahan yang semakin turun ini jadi konsentrasi kita, dengan cara menanam berbagai pohon melalui sistem kebun bibit rakyat (KBR),” ujar anggota DPR RI dari PDIP tersebut.

Vita Ervina saat membuka acara bimtek

Fisebutkan, ada empat KBR yang menanam ribuan batang pohon, sesuai dengan permintaan kelompok. Pohon-pohon tersebut terutama ditanam di sembilan kecamatan yang berada di dataran tinggi. Yakni Bagelen, Bruno, Gebang, Pituruh, Kaligesing, Bener, Loano, Kemiri, dan sebagian Kecamatan Purworejo.

Untuk itu Vita mengajak kepada peserta untuk dapat membantu mengatasi berkurangnya tutupan lahan. “Ini adalah lahan kritis. Saya berharap program yang sudah dilakukan sejak tahun 2020 ini bisa terus dilanjutkan di masa berikutnya,” ucapnya.

Adapun Kepala LHP Wiyono mengatakan, selain sembilan wilayah yang berada di dataran tinggi dan berpotensi longsor, di Purworejo juga ada dataran rendah yang rawan banjir. seperti Grabag, Purwodadi, dan Kutoarjo. Maka pantaslah kalau Purworejo merupakan laboratorium bencana.

Vita bersama Kadin LPH (kiri) dan Kepala BPDASHL SOP (kanan)

“Kondisi alam yang ekstrem ini memerlukan rehabilitasi. Indeks tutupan lahan kita, tahun 2021 masih 43%. Tahun 2022 tinggal 34%. Makanya program ini sangat bermanfaat sebagai upaya konservasi lahan,” ucap Wiyoto. Dirinya sekaligus mengapresiasi kegiatan bimtek yang diprakarsai oleh Vita tersebut.

Di sisi lain, Kepala BPDASHL SOP Ari Setyo Utomo menjelaskan, rehabilitasi hutan dilakukan dengan menanam bibit yang sesuai dengan perbaikan lingkungan serta permintaan masyarakat. “Itulah sebabnya ada pohon albasia, petai, alpokat, dan tanaman lain yang juga ada nilai ekonomisnya, kita padukan, terutama yang cepat menghasilkan,” ucapnya.

Kades Sokoagung Triwanto pun bersyukur bimtek diadakan di desanya. Dirinya berharap kegiatan tersebut dapat membawa manfaat bagi desanya. (Dia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas
%d blogger menyukai ini: