BERITA
Home / BERITA / Delapan Belas Tahun Kesabaran: Prabowo dan Gerindra, Penantian Politik yang Pasti

Delapan Belas Tahun Kesabaran: Prabowo dan Gerindra, Penantian Politik yang Pasti

Oleh: Azis Subekti *

Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai perayaan kemenangan, melainkan sebagai penanda jalan. Sebab dalam politik, kemenangan yang tidak disertai ingatan kerap menjadi awal dari kelalaian. Partai Gerindra memasuki usia ke-18 dengan satu pengalaman penting: bahwa waktu adalah variabel politik yang tidak bisa dipercepat, hanya bisa dikelola dengan kesabaran dan disiplin.

Gerindra lahir pada 2008 bukan dari kelapangan kekuasaan, tetapi dari rasa belum selesai terhadap arah republik. Sejak awal, Gerindra memilih jalur yang tidak selalu nyaman: organisasi lebih dulu, euforia belakangan. Struktur dibangun sebelum sorotan datang, kader dipersiapkan sebelum kursi tersedia. Pilihan ini membuat Gerindra tampak kaku bagi sebagian orang, tetapi justru memberi daya tahan ketika politik nasional bergerak cepat dan sering kehilangan arah.

Masuk parlemen pada 2009 adalah pijakan awal, bukan tujuan. Di fase ini, Gerindra belajar bahwa suara rakyat tidak datang sebagai hadiah, melainkan sebagai titipan yang menuntut kerja berulang. Politik dipahami sebagai rutinitas yang melelahkan—mengunjungi daerah, menjaga struktur, dan merawat keyakinan bahwa partai harus tetap hidup bahkan ketika belum menang. Di sinilah watak jangka panjang mulai terbentuk.

Kekalahan Pilpres 2009 kemudian 2014 menjadi momen pembelajaran yang menentukan. Prabowo Subianto kalah, tetapi partai tidak runtuh. Kekalahan itu justru menguji sesuatu yang lebih mendasar: kesetiaan pada proses. Gerindra memilih menjadi oposisi dengan kesadaran penuh bahwa oposisi bukan sekadar sikap, melainkan fungsi. Kritik diarahkan untuk menjaga kewarasan demokrasi, bukan untuk merawat dendam. Dalam fase ini, partai belajar berdiri tegak tanpa kekuasaan—pelajaran yang mahal, tetapi membentuk karakter.

Dihadiri Bupati, Doa Bersama dan Pagelaran Wayang Kulit Polosoro Diikuti Ratusan Kades – Lurah se-Purworejo Ikut

Sepuluh tahun berada di luar pemerintahan memperjelas satu hal: oposisi yang terlalu lama bisa berubah menjadi identitas kosong jika tidak disertai refleksi. Kekalahan ketiga pada 2019 memaksa Gerindra bercermin lebih dalam. Keputusan untuk masuk ke pemerintahan pada saat itu bukan lompatan emosional, melainkan langkah sadar bahwa politik juga menuntut keberanian untuk berubah posisi tanpa kehilangan prinsip. Dari luar, keputusan ini tampak kontradiktif; dari dalam, ia adalah upaya membaca ulang medan.

Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jawa Tengah VI

Perubahan posisi itu menggeser cara publik melihat Prabowo. Dari figur yang identik dengan perlawanan, ia perlahan tampil sebagai sosok yang bekerja dalam sistem, berbicara dengan bahasa stabilitas, dan menempatkan pengalaman sebagai modal politik. Transformasi ini tidak terjadi seketika. Ia berjalan seiring dengan perubahan cara partai mengelola pesan: lebih tenang, lebih terukur, dan lebih sadar bahwa pemilih Indonesia telah berubah—lebih muda, lebih cair, dan kurang tertarik pada konflik lama.

Yang kerap luput dibicarakan adalah kerja sunyi yang menopang semua itu. Pendidikan kader yang konsisten, perawatan struktur yang tidak tergesa, kerja senyap tokoh-tokoh kunci dan disiplin organisasi yang dijaga bahkan ketika tidak disorot kamera. Inilah aspek yang jarang viral, tetapi justru menentukan. Gerindra tidak dibesarkan oleh momen, melainkan oleh rutinitas. Bukan oleh sorak, melainkan oleh kesabaran. Banyak tokoh dan kader militan yang terlibat secara totalitas di dalamnya.

Kemenangan 2024 akhirnya hadir sebagai akumulasi, bukan kejutan. Ia terasa “pasti” bukan karena diramalkan, melainkan karena dipersiapkan lama. Prabowo berdiri sebagai simbol stabilitas, tetapi kemenangan itu sejatinya adalah kemenangan waktu—waktu yang diisi dengan kegigihan, koreksi diri, dan kesediaan untuk menunda kepuasan.

Bagi Gerindra ke depan, usia 18 tahun seharusnya menjadi pengingat, bukan garis finis. Bahwa partai ini pernah kalah tiga kali dalam kompetisi demokratis pimpinan nasional bersama Prabowo Subianto dan tetap bertahan karena tidak tergoda jalan pintas. Bahwa kekuasaan pernah diraih justru setelah kesabaran diuji berkali-kali. Ingatan semacam ini penting agar kemenangan tidak berubah menjadi kealpaan.

Polosoro Purworejo Gelar Doa Bersama dan Pagelaran Wayang

Bagi publik, perjalanan ini menyisakan satu pelajaran yang lebih luas: dalam politik yang sering gaduh dan serba cepat, yang paling bertahan bukan mereka yang paling keras, melainkan mereka yang paling tekun mengelola waktu. Dan dalam pengelolaan waktu itulah, politik menemukan maknanya sebagai kerja panjang—bukan sekadar perebutan sesaat.

*)Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jawa Tengah VI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPRD
previous arrow
next arrow
NEW CAKTI
previous arrow
next arrow
ESDM
previous arrow
next arrow
MTSN 1
previous arrow
next arrow
GAPENSI
previous arrow
next arrow
SINAR HARAPAN
previous arrow
next arrow

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Jateng: Tidak Ada Superman, Adanya Superteam

SEMARANG, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Hal itu ...

SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

Pilkades Sangubanyu, Utet Barli Manuhana Bertekad Kembalikan Kejayaan Desa

GRABAG, Desa Sangubanyu Kecamatan Grabag merupakan salah satu wilayah yang paling banyak jumlah calon kepala desa (calkades) pada ajang Pilkades ...
/ SOSOK

12 Hari Ikut Jambore Dunia, Zayana Fathania Ceritakan Pengalamannya

PURWOREJO, Satu-satunya wakil Purworejo yang mengikuti Jambore Dunia di Korea Selatan yakni Zayana Fathania, siswa kelas 9F SMPN 2, telah ...
/ BERITA, SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Danau Menjer

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI Ada lanskap yang tak pernah meminta apa-apa selain ...