OPINI
Home / OPINI / Mengapa Harus Viral untuk Didengar?‎Ketika Pelayanan Publik Bergantung pada Tekanan Digital‎

Mengapa Harus Viral untuk Didengar?‎Ketika Pelayanan Publik Bergantung pada Tekanan Digital‎

‎Perspektif Utilitarianisme, Deontologi, Justice/Fairness, Stakeholder Theory, dan Ethical
‎Leadership
‎
‎Oleh: Ervina Darnowati, Mahasiswa Magister Manajemen, Universitas Putra Bangsa
‎
‎Di era digital, masyarakat semakin mudah menyampaikan kritik terhadap pelayanan publik melalui media sosial. Keluhan mengenai birokrasi, administrasi kependudukan, bantuan sosial, hingga perilaku aparatur dapat menyebar luas dalam hitungan jam.
‎Namun, kemudahan menyampaikan keluhan belum tentu menjamin penyelesaian masalah. Mengapa sebagian persoalan baru mendapat perhatian serius setelah menjadi viral?
‎
Fenomena “no viral, no justice” bukan sekadar persoalan komunikasi digital. Fenomena ini menunjukkan tantangan yang lebih mendasar dalam tata kelola organisasi publik, terutama terkait
keadilan, akuntabilitas, kepemimpinan, dan etika pelayanan. Masyarakat seharusnya memperoleh hak ‎atas pelayanan berdasarkan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, bukan berdasarkan jumlah penonton atau tekanan dari warganet.
‎
Ketika Viralitas Mengalahkan Urgensi
‎
‎Media sosial memang dapat memperkuat pengawasan masyarakat terhadap pemerintah. Tekanan publik terkadang mempercepat penyelesaian masalah yang sebelumnya tidak mendapat perhatian yang memadai. Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung pada 2025 juga menekankan bahaya kebijakan yang berubah akibat viralitas, termasuk melalui contoh kontroversi distribusi elpiji 3 kilogram dan penjadwalan pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara
‎(CASN). Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa tekanan digital dapat memengaruhi respons pemerintah, tetapi sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dalam pengambilan keputusan publik (Ombudsman RI, 2025).
‎
‎Masalah muncul ketika organisasi lebih mengutamakan keluhan yang menarik perhatian publik daripada pengaduan lain yang memiliki urgensi yang sama atau lebih tinggi. Pola tersebut menggeser orientasi pelayanan dari kebutuhan masyarakat ke tingkat keterlihatan masalah. Warga yang memiliki akses digital, kemampuan menyusun konten, dan jaringan luas berpotensi memperoleh perhatian
lebih cepat dibandingkan warga lanjut usia, penyandang disabilitas, masyarakat di wilayah terpencil,
‎atau kelompok yang kurang memahami teknologi.
‎
‎Dari perspektif utilitarianisme, organisasi perlu memprioritaskan masalah berdasarkan manfaat
‎sosial dan besarnya kerugian yang dapat dicegah. Keluhan yang viral memang layak diperiksa, tetapi
‎popularitasnya tidak otomatis menunjukkan tingkat urgensi tertinggi. Sementara itu, prinsip deontologi menegaskan bahwa pelayanan merupakan kewajiban institusi kepada masyarakat. Karena itu, hak warga tidak boleh bergantung pada kemampuan mereka untuk menciptakan tekanan publik.
‎
Kasus Aktual: Ketika Bukti Pengaduan Menjadi Persoalan Etika
‎
‎Kasus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada April 2026 memberikan pelajaran penting tentang ‎integritas dalam pengelolaan pengaduan. Pemerintah daerah mengumumkan peningkatan validasi setelah menemukan kesalahan dalam evaluasi bukti tindak lanjut pengaduan yang menggunakan
gambar hasil modifikasi kecerdasan buatan. Pemeriksaan Inspektorat kemudian menghasilkan
‎rekomendasi tindakan terhadap pejabat dan petugas yang terlibat (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2026)
‎
‎Kasus tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan kanal pengaduan digital tidak secara otomatis menjamin akuntabilitas. Organisasi perlu menetapkan prosedur verifikasi, menjaga pengawasan internal, menyimpan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memiliki pemimpin yang berintegritas. Apabila organisasi hanya mengejar status penyelesaian laporan, pegawai dapat
terdorong untuk memenuhi indikator administratif tanpa memastikan bahwa masalah warga benarbenar terselesaikan. Isu ini terkait dengan desain kinerja, kemampuan pegawai, budaya organisasi, serta aspek kepemimpinan. Indikator kinerja yang hanya menghitung total laporan yang diselesaikan dapat menimbulkan insentif yang keliru. Sebaliknya, penilaian yang mempertimbangkan kualitas penyelesaian, kepuasan masyarakat, ketepatan waktu, validitas bukti, dan pencegahan masalah berulang dapat memperkuat perilaku kerja yang bertanggung jawab.

‎Namun, organisasi juga harus menjaga keadilan prosedural. Viralitas tidak boleh menjadi alasan untuk langsung menyimpulkan tindakan seorang pegawai. Pimpinan perlu memeriksa fakta, dan pihak terkait, serta menerapkan sanksi secara proporsional. Dengan demikian, organisasi dapat
‎melindungi hak masyarakat sekaligus menjaga hak pegawai atas pemeriksaan yang adil.
‎
‎Keadilan Tidak Boleh Ditentukan oleh Algoritma
‎
‎Prinsip justice dan fairness mengingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan
‎oleh hasil, tetapi juga oleh proses yang menghasilkan keputusan. Setiap warga berhak menyampaikan keluhan melalui kanal yang tersedia dan memperoleh tindak lanjut berdasarkan kriteria yang jelas.
‎
Pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat yang tidak aktif di media sosial tetap mendapatkan ‎perhatian yang setara. ‎Pendekatan stakeholder theory menuntut organisasi untuk memperhatikan semua kelompok
‎yang terkait karena setiap kelompok memiliki kepentingan, dan organisasi harus memikirkan dampaknya terhadap semua pihak, bukan hanya pemegang saham. Keseimbangan kepentingan inilah yang menghasilkan keputusan yang lebih adil dan berkelanjutan. Pemangku kepentingan tidak
‎terbatas pada masyarakat yang aktif menyampaikan kritik, tetapi juga mencakup kelompok rentan, pengguna layanan dengan keterbatasan akses digital, aparatur pelaksana, lembaga pengawas, serta masyarakat luas. Organisasi yang hanya mendengarkan suara paling keras berisiko mengabaikan kelompok yang paling membutuhkan perlindungan.

‎Oleh karena itu, media sosial seharusnya berperan sebagai salah satu sumber informasi, bukan sebagai satu-satunya acuan untuk menentukan skala prioritas. Sistem pengaduan resmi, layanan tatap muka, pusat panggilan, dan kanal digital harus saling terhubung. Pemerintah juga perlu menggunakan data pengaduan untuk menemukan pola masalah, mengidentifikasi hambatan dalam pelayanan, dan memperbaiki prosedur yang tidak efektif. SP4N-LAPOR! mendukung pendekatan tersebut melalui pengelolaan pengaduan lintas instansi dan penyaluran laporan kepada pihak yang berwenang.
‎
Kepemimpinan Etis Menentukan Perubahan
‎
‎Perbaikan sistem pengaduan tidak akan berjalan optimal tanpa implementasi kepemimpinan ‎etis (ethical leadership). Pemimpin etis tidak sekadar memberikan instruksi agar pegawai segera menindaklanjuti keluhan yang viral. Pemimpin harus membangun budaya kerja yang menjunjung integritas, keterbukaan, tanggung jawab, serta menghormati masyarakat. Pemimpin juga perlu
‎mengubah cara organisasi mengukur keberhasilan. Penyelesaian laporan secara administratif tidak selalu berarti pemulihan pelayanan telah terjadi. Setiap keluhan harus menghasilkan penjelasan yang jelas, langkah perbaikan yang terukur, serta pembelajaran untuk mencegah munculnya masalah serupa. Jika keluhan serupa terus muncul, pimpinan perlu mengevaluasi akar persoalan, termasuk beban kerja, kompetensi pegawai, pembagian kewenangan, standar operasional serta mekanisme pengawasan.
‎
‎Pendekatan etis menempatkan pengaduan sebagai instrumen pembelajaran organisasi, bukan
‎sebagai ancaman terhadap reputasi instansi. Pegawai perlu memperoleh dukungan dan pelatihan untuk menangani keluhan secara profesional, sedangkan pimpinan harus memastikan bahwa evaluasi kinerja mendorong penyelesaian masalah yang esensial. Dengan demikian, organisasi dapat beralih dari pola kerja reaktif ke pelayanan yang lebih proaktif.
‎
Membangun Pelayanan yang Tidak Menunggu Viral
‎
‎Organisasi publik perlu menerapkan lima langkah utama sebagai berikut:
‎1. Menetapkan prioritas pengaduan berdasarkan urgensi, keselamatan, pemenuhan hak dasar,
‎dampak sosial, dan potensi kerugian;
‎2. Menggabungkan berbagai saluran pengaduan supaya setiap laporan tercatat dalam sistem
‎pemantauan yang seragam;
‎3. Memperkuat verifikasi dan transparansi tindak lanjut untuk mencegah manipulasi data maupun
‎penyelesaian semu;
‎4. Mengevaluasi kinerja pegawai berdasarkan kualitas penyelesaian, bukan sekadar jumlah laporan
‎yang ditutup;
‎5. Menjadikan pengaduan sebagai bahan evaluasi kebijakan, pengembangan kompetensi, dan
‎perbaikan proses kerja.
‎
‎Langkah tersebut membutuhkan komitmen pimpinan dan sistem akuntabilitas yang jelas. Instansi juga perlu menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah diakses oleh kelompok masyarakat dengan tingkat kemampuan digital yang berbeda-beda. Dengan cara ini, organisasi dapat
‎menjaga keadilan pelayanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
‎
‎Fenomena “no viral, no justice” seharusnya menjadi perhatian setiap lembaga publik. Media sosial memang memperkuat partisipasi masyarakat, tetapi viralitas tidak boleh menggantikan prinsip keadilan, kewajiban pelayanan, dan akuntabilitas institusi. Utilitarianisme mengarahkan organisasi untuk memprioritaskan dampak sosial.

Deontologi menegaskan bahwa pelayanan merupakan
kewajiban. Prinsip keadilan menuntut perlakuan yang setara, sedangkan stakeholder theory ‎mengingatkan pemerintah untuk melibatkan seluruh kelompok yang terdampak. Pada saat yang sama, ethical leadership menuntut pemimpin untuk membangun budaya kerja yang bertanggung jawab dan
berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
‎
‎Keberhasilan pelayanan publik tidak diukur dari seberapa cepat pemerintah bereaksi ketika sebuah isu menjadi viral, melainkan dari kemampuan instansi dalam mencegah masalah, menangani keluhan secara adil, dan meningkatkan layanan tanpa harus menunggu desakan publik. Masyarakat tidak seharusnya menjadi viral untuk mendapatkan haknya. Organisasi publik yang beretika harus mampu mendengar, bertindak, dan memperbaiki diri sejak keluhan pertama disampaikan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

WNA Malaysia Pertanyakan Jadwal Sidang Etik Kombes Pol F di Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang Emas

JAKARTA, Kepastian jadwal sidang kode etik terhadap Kombes Pol F dalam kasus dugaan penipuan investasi tambang emas senilai Rp58,5 miliar ...

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

SOSOK

Dugaan Keracunan MBG di Purworejo Capai 351 Korban, Vita Ervina: Jangan Hanya Suspend SPPG, Audit Total Sistem MBG

Oleh: Vita Ervina, Anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI JAKARTA, Dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makanan ...
/ BERITA, SOSOK

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFMDosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta El Niño sering ...
/ OPINI, SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Mengapa Harus Viral untuk Didengar?‎Ketika Pelayanan Publik Bergantung pada Tekanan Digital‎

‎Perspektif Utilitarianisme, Deontologi, Justice/Fairness, Stakeholder Theory, dan Ethical‎Leadership‎‎Oleh: Ervina Darnowati, Mahasiswa Magister Manajemen, Universitas Putra Bangsa‎‎Di era digital, masyarakat semakin ...

Menjinakkan Resistensi, Menumbuhkan Adaptasi, dan Merangkul Perubahan Gaya Kerja Digital Aparatur Negara

Oleh: Rina Rudiarti dan Sulastriningsih (Mahasiswa S2 Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa) Resistensi terhadap perubahan gaya kerja digital jarang berasal ...

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFMDosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta El Niño sering ...

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...