OPINI
Home / OPINI / Menjinakkan Resistensi, Menumbuhkan Adaptasi, dan Merangkul Perubahan Gaya Kerja Digital Aparatur Negara

Menjinakkan Resistensi, Menumbuhkan Adaptasi, dan Merangkul Perubahan Gaya Kerja Digital Aparatur Negara

Oleh: Rina Rudiarti dan Sulastriningsih (Mahasiswa S2 Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa)

Resistensi terhadap perubahan gaya kerja digital jarang berasal dari penolakan terhadap teknologi, resistensi biasanya tumbuh dari rasa tidak aman, tidak paham, dan tidak dilibatkan, sehingga cara terbaik menjinakkannya adalah mengelola manusianya lebih dulu, baru sistemnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, instansi pemerintah di semua tingkatan sedang gencar-gencarnya didorong untuk beralih ke tata kelola yang berbasis elektronik. Surat-menyurat, presensi, pelaporan kinerja, hingga rapat koordinasi kini berpindah ke aplikasi, platform komunikasi, dan sistem terintegrasi. Arah kebijakannya jelas, yaitu Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan agenda transformasi digital menuntut birokrasi yang lebih cepat, praktis, efisien, transparan, dan terukur.

Namun pengalaman di lapangan menunjukkan pola yang berulang. Aplikasi sudah diluncurkan, pelatihan sudah dilaksanakan, tetapi pekerjaan tetap dikerjakan dengan cara lama atau manual, lalu datanya diketik ulang ke sistem baru agar “laporannya aman”. Di titik inilah teknologi berhenti menjadi solusi dan berubah menjadi beban tambahan.

Artikel ini berpendapat bahwa keberhasilan kerja digital aparatur ditentukan oleh kemampuan mengelola perubahan, bukan oleh canggihnya perangkat. Resistensi tidak perlu dilawan; ia perlu dipahami, didengarkan, dan diarahkan.

Sebelum mencari solusi, kita perlu jujur memahami alasan di balik penolakan. Dalam birokrasi, ada lima akar yang paling sering muncul.

1. Rasa tidak aman. Aparatur khawatir kesalahan input atau sistem yang “mencatat segalanya” akan dipakai untuk menyalahkan, bukan membina.
2. Kesenjangan kompetensi digital. Tidak semua pegawai tumbuh bersama teknologi. Pegawai senior sering merasa malu bertanya di depan rekan yang lebih muda.
3. Beban ganda. Sistem baru berjalan berdampingan dengan prosedur lama, sehingga pekerjaan justru bertambah.
4. Minimnya pelibatan. Aplikasi dirancang dari pusat, sementara kebutuhan harian di unit pelaksana jarang ditanyakan.
5. Infrastruktur dan dukungan terbatas. Jaringan tidak stabil, perangkat terbatas, dan tidak ada tempat bertanya saat sistem bermasalah.

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Kelima akar ini bersifat manusiawi dan masuk akal. Karena itu, menyebut pegawai yang ragu sebagai anti-perubahan justru memperkeras sikap mereka. Resistensi lebih tepat dibaca sebagai sinyal yang menunjukkan bahwa ada informasi, dukungan, atau rasa aman yang belum terpenuhi.

Tiga model klasik manajemen perubahan dapat dijadikan peta kerja. Ketiganya saling melengkapi: Lewin memberi gambaran besar, Kotter memberi langkah organisasi, dan ADKAR menyorot perjalanan setiap individu.

Dalam konteks aparatur, ADKAR sangat berguna untuk mendiagnosis kemacetan. Bila pegawai sudah paham dan mampu tetapi tetap tidak memakai sistem, masalahnya ada pada keinginan dan penguatan, bukan pada pelatihan tambahan.

Berikut enam langkah praktis yang dapat diterapkan di instansi pemerintah, dari pusat hingga kecamatan dan desa.
1. Mulai dari “mengapa”, bukan “bagaimana”. Sampaikan manfaat nyata bagi pegawai dan masyarakat, misalnya laporan yang tidak perlu ditulis dua kali atau layanan yang selesai lebih cepat. Nilai BerAKHLAK, khususnya Adaptif dan Kolaboratif, dapat dijadikan bingkai, bukan slogan.

2. Libatkan sejak perancangan. Ajak perwakilan unit pelaksana menguji sistem sebelum diluncurkan. Pegawai lebih mudah menerima sesuatu yang ikut mereka bentuk.
3. Bangun ruang aman untuk belajar. Sediakan sesi pendampingan informal, pemandu sebaya, dan masa uji coba tanpa sanksi. Pegawai harus boleh salah selama belajar.
4. Hentikan beban ganda. Tetapkan tanggal jelas kapan prosedur lama berhenti berlaku. Tanpa batas ini, sistem digital hanya menambah pekerjaan.
5. Mulai kecil, rayakan kemenangan awal. Pilih satu layanan atau satu unit sebagai percontohan, dokumentasikan hasilnya, lalu jadikan cerita keberhasilan untuk unit lain.
6. Sediakan dukungan yang mudah dijangkau. Satu kanal bantuan yang responsif, misalnya grup pesan dengan petugas teknis yang jelas, sering lebih efektif daripada buku panduan tebal.

Semua langkah di atas memiliki satu benang merah yaitu komunikasi dua arah. Perubahan yang hanya disampaikan lewat surat edaran akan dipatuhi di atas kertas, tetapi belum tentu dijalankan di meja kerja.

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Peran pemimpin dan agen perubahan pemimpin adalah penentu utama arah budaya kerja. Pegawai memperhatikan apa yang dilakukan atasan, bukan sekadar apa yang diinstruksikan. Pimpinan yang masih meminta laporan tercetak di samping laporan digital sedang mengirim pesan bahwa sistem baru tidak sungguh-sungguh dipakai.

Ada tiga peran yang perlu dijalankan secara konsisten.
– Teladan. Pimpinan memakai sistem yang sama dengan stafnya dan memutuskan berdasarkan data dari sistem itu.
– Pelindung. Pimpinan menjamin bahwa kesalahan belajar tidak langsung dihukum, sehingga pegawai berani mencoba.
– Penghubung. Pimpinan menyerap keluhan lapangan dan meneruskannya kepada pengembang atau pembuat kebijakan.

Di samping itu, setiap unit sebaiknya memiliki agen perubahan yakni pegawai yang dipercaya rekan, cukup cakap secara digital, dan sabar membimbing. Agen ini bukan pengawas, melainkan pendamping yang membuat orang lain berani mencoba.

Menjinakkan resistensi bukan berarti memadamkan suara yang berbeda, melainkan mengubah kecemasan menjadi kepercayaan melalui penjelasan yang jujur, pelibatan, pendampingan, dan keteladanan. Teknologi akan terus berganti, tetapi kemampuan organisasi untuk belajar dan beradaptasi adalah modal yang bertahan.

Aparatur negara yang adaptif tidak lahir dari perintah sekali jalan. Ia tumbuh ketika setiap pegawai merasa dihargai, dibekali, dan percaya bahwa kerja digital membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKILAS PURWOREJO

Laka Lantas di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Kopada Berpenumpang Pelajar Terguling Usai Tabrak Motor

PURWOREJO, Purworejonews.com. Sebuah angkutan umum Kopada yang membawa sejumlah pelajar saat pulang sekolah, terbalik setelah menabrak sebuah sepeda motor yang ...

Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Panitia Akhirnya Rebranding dan Sayembarakan Logo Hari Jadi ke-194 Purworejo

PURWOREJO, Beberapa saat setelah dilaunching pada Jum'at (31/1/2025) siang, logo Hari Jadi ke-194 Kabupaten Purworejo mendapat kritikan dan masukan dari ...

Dihuni 86 KK, Populasi Kambing di Desa Gunung Wangi Purworejo Lebih Banyak dari Jumlah Warganya

KALIGESING, Desa Gunung Wangi di Kecamatan Kaligesing, menjadi salah satu pilihan dalam uji paket wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, ...

Sayur Blibar Khas Desa Pucungroto Purworejo, Tunggu 3 Hari Baru Bisa Dinikmati

KALIGESING, Sayur Blibar merupakan masakan tradisional khas Desa Pucungroto Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Sayuran yang bahan bakunya berasal dari biji buah ...

Ditarik dari Pantai Jatimalang, Ribuan Warga Saksikan Proses Penguburan Hiu Tutul Seberat 4,2 Ton

PURWODADI, Ribuan warga yang berasal dari berbagai wilayah tumpah ruah di sekitar area hiu tutul (Rhincodon Typus) yang terdampar dan ...

Paguyuban Pedagang Pasar Baledono Undang Gus Miftah, Ribuan Warga Tumpah di Jalan A Yani Purworejo

PURWOREJO, Pengajian dai kondang Gus Miftah yang digelar di depan Pasar Baledono, Purworejo, pada Selasa (8/8) malam dihadiri ribuan warga ...

Gaji Rp 11 Juta Sebulan, Jabatan Direktur PDAU Kurang Diminati Masyarakat

PURWOREJO, Kursi Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Purworejo yang kosong sejak pejabat lama terjerat kasus pidana, tampaknya kurang diminati oleh ...

NASIONAL

Mengenal Desa Rejoagung, Potensi Meningkat Usai Program Penataan Akses Reforma Agraria*

JOMBANG, Di Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, air bukan hanya berkah, melainkan juga pintu pembuka rezeki baru bagi warganya ...

Wisuda 624 Taruna/i STPN, Menteri ATR/BPN Sampaikan Hal Ini

SLEMAN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 624 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) ...

Wujudkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Akuntabel, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri 3 Pedoman

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Bimbingan Teknis (bintek) untuk menyamakan persepsi 88 Satuan Kerja (Satker) ...

Temu Karya Teladan, Seorang Warga Desa Donorejo Purworejo Terima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

JAKARTA, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2025 di Jakarta ...

Meriahkan HUT ke-80 RI, Kementerian ATR/BPN Bakal Turut Ramaikan Karnaval Kemerdekaan

JAKARTA, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut meramaikan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 ...

MoU dengan 44 Kampus, Wagub Jateng Minta Mahasiswa KKN Dampingi Perangkat Desa Validasi Data RTLH

SEMARANG, Keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diharapkan dapat mendampingi masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan data ...

Buka Acara Table Tennis Championship, Menteri Nusron Sampaikan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

JAKARTA, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Table Tennis Championships yang diselenggarakan oleh National ...

Unissula Bersholawat, Taj Yasin Ajak Masyarakat Seimbangkan Perawatan Ruh dan Jasad

SEMARANG, Lantunan shalawat bergema di Auditorium Universitas Sultan Agung Semarang dalam acara Unissula Bersalawat pada Senin (4/8/2025) malam. Momen tersebut ...

Jadi Layanan Paling Banyak Diakses Masyarakat, Ini Penjelasan Soal HT dan Roya Elektronik bagi Debitur Perorangan

JAKARTA, Hak Tanggungan (HT) adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah beserta objek lain yang melekat di atasnya, ...

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Jateng: Tidak Ada Superman, Adanya Superteam

SEMARANG, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Hal itu ...

SOSOK

Dugaan Keracunan MBG di Purworejo Capai 351 Korban, Vita Ervina: Jangan Hanya Suspend SPPG, Audit Total Sistem MBG

Oleh: Vita Ervina, Anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI JAKARTA, Dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makanan ...
/ BERITA, SOSOK

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFMDosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta El Niño sering ...
/ OPINI, SOSOK

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...
/ OPINI, SOSOK

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...
/ OPINI, SOSOK

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...
/ OPINI, SOSOK

Kepengurusan PWRI Puworejo Ajak Anggota Tamasya dan Dirikan Koperasi

PURWOREJO, Soekoso DM kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024-2029. Bupati Yuli Hastuti ...
/ SOSOK

WISATA

Ribuan Orang Saksikan Ritual Sedekah Laut di Pantai Genjik

GRABAG, Para nelayan di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, yang tergabung dalam Langgeng Raharjo, menggelar ritual sedekah laut di Pantai Genjik, ...

Bupati Ingin Art Center Jadi Ikon dan Magnet Wisata Perkotaan

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan gedung Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, Jumat (4/8). Peresmian ditandai ...

BSD di Kaligesing, Bupati Tinjau Makam Syekh Maulana Maghribi

KALIGESING, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melaksanakan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di Kecamatan Kaligesing, Senin (24/7). Secara berurutan rombongan ...

OPINI

Menjinakkan Resistensi, Menumbuhkan Adaptasi, dan Merangkul Perubahan Gaya Kerja Digital Aparatur Negara

Oleh: Rina Rudiarti dan Sulastriningsih (Mahasiswa S2 Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa) Resistensi terhadap perubahan gaya kerja digital jarang berasal ...

Ketika Peringatan Dini El Nino Belum Cukup bagi Dunia Usaha

Oleh : Enggar Sukma Kinanthi, S.E., MBA., PFMDosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta El Niño sering ...

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka—pelan, ...

Prabowo Dibentuk Proses, Bukan Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian ...

Akal Budi sebagai Fondasi Bangsa: dari Pelajaran Jepang ke Ikhtiar Indonesia

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ketika Hiroshima runtuh menjadi hamparan puing akibat ledakan bom atom, dunia seakan ...